Pengaruh Teknologi Saat Ini Kian Permudah Karyawan Bekerja Dimana Saja
Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini sudah semakin maju pesat. Bahkan dampak dari terjadinya perkembangan tersebut, membuat segala hal kebutuhan jadi semakin mudah dan cepat, terutama dalam membantu urusan pekerjaan.
Jajaran produk mobile smartphone, tablet, dan laptop yang ada di pasaran saat ini dinilai oleh beberapa kalangan sudah semakin canggih. Beragam fitur terbaru dan terkini yang diyakini dapat memudahkan segala kebutuhan penggunanya sudah mulai ditemukan. Hal inilah yang menyebabkan tren BYOD (Bring Your Own Device) yang mulai makin marak beberapa tahun lalu, saat ini diprediksi akan terus mengalami pertumbuhan secara signifikan.

Dell dan Intel, selaku perusahaan ternama asal Amerika Serikat, hari ini (13/03) melaporkan hasil riset yang dinamainya dengan “Dell Global Evolving Workforce 2014”. Riset yang dilakukan kedua perusahaan tersebut sejak Juli hingga September 2014, telah melakukan wawancara hampir 5000 karyawan dari 12 negara. Hasil riset yang diperoleh mereka menemukan berbagai informasi laporan penting yang mungkin harus dipertimbangkan bagi para pemimpin perusahaan.
Hasil riset tersebut menyatakan bahwa, terdapat 52 persen karyawan yang diwawancara dan meyakini bahwa mereka mampu bekerja dengan tingkat produktivitas yang sama atau lebih, ketika sedang bekerja di rumah. Akan tetapi, 4 dari 10 karyawan yang berada di China, India, Turki, dan Uni Emirat Arab, merasa tidak yakin bahwa bekerja dari rumah akan lebih produktif. Namun bagi mereka yang pernah mencoba bekerja dari rumah mulai yakin bahwa tingkat produktivitas bekerja dari rumah sama baiknya dengan di kantor.
“Di saat teknologi yang terus mengalami perubahan yang begitu cepat, defini kantor saat ini sudah tidak lagi dibatasi oleh meja karyawan yang dikelilingi oleh dinding kantor. Dengan akses konektivitas yang tersedia, membuat karyawan mampu untuk bekerja lebih produktif untuk melaksanakan pekerjaannya dimana saja, baik di rumah, cafe, atau sedang dalam perjalanan bisnis”, ujar Catherine Lian, Managing Director, Dell Indonesia.
Timotius Oyong selaku pakar SDM dan Karir, yang saat ini memiliki kesibukan menulis buku untuk memotivasi karyawan menutur, “Sebenarnya, tren BYOD yang terjadi saat ini sangat menguntungkan pihak perusahaan, karena hampir rata-rata karyawan saat ini mampu untuk memiliki beragam perangkat mobile canggih, seperti smartphone, tablet, dan laptop. Jika si pemimpin perusahaan menyadari hal tersebut dan mengijinkan untuk memberlakukan penerapan bekerja dimana saja, perusahaan tidak perlu lagi repot menyediakan”.
Yohan Wijaya, selaku Head – MNC Sales at Intel Corporation, menilai tren yang sedang berkembang saat ini memang seharusnya untuk tidak mewajibkan karyawan datang ke kantor, namun harus dilihat dari posisi pekerjaannya terlebih dahulu. “Salah satu contoh posisi sales marketing yang biasanya memiliki waktu sering diluar ruangan, wajib untuk memiliki perangkat mobile pendukungnya, seperti tablet atau laptop jenis ultrabook”, ujar Yohan.
Akan tetapi, beberapa kalangan juga menilai bahwa hubungan antar karyawan pun seharusnya bukan hanya sekadar lewat perangkat atau konektivitas lainnya. Saling bertatap muka dan bercengkrama dengan karyawan lain pun juga sangat diperlukan. Bahkan berdasarkan hasil riset lainnya ditemukan bahwa beberapa karyawan ada yang lebih suka menghabiskan waktunya di kantor ketimbang bekerja dari rumah yang memiliki resiko gangguan seperti dari suami/istri, anak-anak, orang tua, dan lain-lainnya. Bahkan beberapa karyawan mengaku olah raga mereka jadi berkurang dan lebih sering mengkonsumsi makanan ringan.















