Review NVIDIA GeForce GTX TITAN X: Penguasa Baru VGA Single GPU!

Reading time:
March 18, 2015

Graphics Card

SONY DSC
This is…. TITAAAAAAAAN!
SONY DSC
Berbeda dengan TITAN Z, NVIDIA kembali hanya menuliskan kata “TITAN” di graphics card ini.

 

GeForce GTX TITAN X ini menggunakan bentuk pendingin seperti pada graphics card reference dari GTX 980, 780, 780 Ti ataupun TITAN dan TITAN BLACK yang masih dalam satu keluarga. Perbedaan yang paling menonjol adalah warna dari bodi pendingin graphics card tersebut. TITAN X menggunakan warna hitam pada pendingin, berbeda dari beberapa graphics card yang kami sebut di atas yang menggunakan warna silver alumunium pada pendinginnya. Sebagai sebuah graphics card single GPU, TITAN X hanya memakan dua slot ekspansi jika Anda memasukkannya ke dalam casing.

 

SONY DSC
Sirip sirip dari hetasink TITAN X juga di lapisi warna hitam yang seragam dengan bodi pendinginnya.
NVC2142216_7

 

Chip GPU GM200-400 milik GeForce GTX TITAN X ini didinginkan dengan menggunakan heatsink tipe vapor chamber dengan baseplate tembaga serta sirip-sirip alumunium. Tidak hanya itu, NVIDIA juga melengkapi penampang atas PCB dengan pelat logam untuk mendinginkan komponen seperti VRM dan chip memori serta mencegah bengkoknya PCB. NVIDIA juga memberikan warna hitam pada sirip heatsink, sehingga terlihat sangat keren.

 

SONY DSC

 

GeForce GTX TITAN X ini masih mengandalakan sebuah kipas tipe blower untuk membuang panas dari heatsink ke udara. Kipas tersebut akan menyerap angin segar dari kipasnya, lalu dibuang dari bagian output. Untuk menguji performa sistem pendingin reference GeForce GTX TITAN X ini, kami mencoba “menyiksa” graphics card tersebut dengan software yang cukup terkenal, yaitu Unigine Heaven 4. Unigine Heaven adalah sebuah software benchmark yang memaksa GPU terus memproses tampilan grafis yang berat dalam waktu yang cukup lama. Pengujian suhu ini kami lakukan dengan menjalankan Unigine Heaven sebanyak 1x loop, dengan kondisi kipas diatur di setting auto.

NVIDIA  GTX TITAN X

  • Full-load: GPU 83 °C (fan speed: Auto @52%)
  • Idle: GPU 39 °C (fan speed: Auto @28%)
SONY DSC

Temperatur kerja tersebut memang tinggi, tetapi masih tergolong normal untuk graphics card NVIDIA dengan chip GM200 saat menggunakan sistem pendingin reference. Bila Anda merasa suhu tersebut terlalu tinggi, Anda dapat menaikkan kecepatan kipas agar suhu operasi graphics card ini lebih rendah. Namun, hal ini akan berimbas pada kebisingan yang meningkat.

GTX TITAN X tidak dilengkapi dengan backplate. Menurut NVIDIA, mereka sengaja tidak memberikan backplate agar airflow di graphics card tersebut lebih maksimal pada saat menggunakan konfigurasi multi-graphics card.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…

Gaming

April 3, 2026 - 0

Shift Up Resmi Akuisisi Studio Milik Shinji Mikami, Unbound

Kreator Stellar Blade, Shift Up, resmi akuisisi penuh studio Unbound…
April 3, 2026 - 0

ARC Raiders Perbaiki Masalah “Late Spawn” Melalui Update Flashpoint

Setelah sekian lama menjadi keluhan pemain, ARC Raiders akhirnya perbaiki…
April 3, 2026 - 0

Rumor: Steam Deck 2 Diklaim Rilis 2028 Oleh Tech Insider

Valve dikabarkan menargetkan rilis Steam Deck 2 pada 2028, tetapi…
April 2, 2026 - 0

Patent Kontroversial Pokemon Milik Nintendo Ditolak Kantor Patent Amerika

Setelah cukup lama diproses, patent kontroversial Nintendo terkait summon monster…