Kuartal Pertama AMD Rugi Rp 2,3 Triliun
AMD baru saja melaporkan, telah mengalami kerugian yang begitu besar pada kuartal pertama tahun ini atau periode Januari-Maret lalu. Akibat hal itu AMD, yang kini di bawah kepemimpinan baru, Lisa Su, telah melakukan beberapa perubahan bisnis dan strateginya.

Produsen chip asal Amerika Serikat itu mencatatkan kerugian bersih senilai US$ 180 juta atau setara Rp 2,3 triliun. Hasil ini jauh lebih tinggi dibanding kerugian yang diderita AMD tahun lalu pada kuartal yang sama, hanya US$ 20 juta (Rp 260 miliar). Selain itu, pendapatan AMD juga anjlok 26,2 persen menjadi US$ 1,03 miliar.
Melemahnya penjualan PC, baik laptop maupun dekstop, telah berimbas pada laporan keuangan AMD yang negatif tersebut. CEO AMD, Lisa Su berharap, bisnis mereka akan mulai membaik pada semester kedua tahun ini, di saat Microsoft telah merilis Windows 10. Dengan kehadiran OS baru tersebut, pasar PC diperkirakan akan kembali bergairah.
Secara mengejutkan, AMD juga mengumumkan akan menarik diri dari layanan sistem server high-density. Itu merupakan bisnis AMD dalam menyediakan layanan efisiensi daya untuk pusat data bagi perusahaan penyedia cloud-computing dan perusahaan internet lainnya. Lisa Su ingin bisnis AMD bisa lebih ramping dan fokus pada pertumbuhan, seperti chip konsol game dan server berdaya rendah.














