Dassault System Hadirkan Solusi Teknologi 3D Experience Untuk Industri Tambang

Bertepatan dengan pembukaan Natural Resources Forum Indonesia yang berlangsung di Jakarta hari ini, Dassault System meperkenalkan inovasi teknologi dalam software 3D experience mereka. Dimana Dassault System telah memberikan perubahaan optimalisasi pada software yang dirancang untuk meningkatkan transformasional pada industri pertambangan.
Industri pertambangan merupakan industri yang paling berat mengahadapi banyak tantangan dari segala faktor. Sementara teknologi yang mendukung juga masih tertinggal sangat jauh dibandingkan dengan kanal industri lainnya. Bukan hanya didalam negeri, tetapi secara global industri pertambangan mengalami ketertinggalan dalam hal teknologi secara signifikan, dengan perbandingan mencapai 15-20 tahun.
Ben Farquharson, Vice President of GEOVIA, AP South , Dassault System mengungkapkan bahwa Dassault Systems telah sukses dalam berbagai industri mulai dari industri pesawat, otomotif, arsitrktur, packaging, high technology, consumer retail, finansial dan banyak lagi. Dan dengan semua pengalaman yang dimiliki selama lebih dari tiga dekade Dassault System yakin dapat mengekspansi bidang pertambangan agar bisa lebih maju lagi.

Secara logis dijelaskan bahwa nantinya dengan menggunakan teknologi dari Dassault System, aktivitas pertambangan akan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Penggambaran perencanaan kerja mulai dari wilayah pengeboran, desain peralatan tambang, simulasi operasional, kolaborasi kerja dan lain sebagainya bisa di visualisasikan secara jelas menggunakan software dari Dassault System. Dengan visualisasi yang lebih jelas tentunya akan meningkatkan komunikasi dan pengetahuan kerja, sehingga meminimalisir tingkat kesalahan dalam operasi pertambangan yang bisa memberikan kerugian yang sangat fatal bagi perusahan.
“Dalam dunia pertambangan banyak parameter yang harus ditentukan secara rinci, dimana sedikit saja kesalahan maka akan menimbulkan kerugian yang jumlahnya sangat besar,” ujar Iwan Dharma Setiawan, VP Mineral Resources Develpoment PT. Antam Tbk. “Komunikasi antar engineer lebih efektif saja, ini sudah menghemat cost yang cukup besar,” lanjutnya.
Sementara menurut Veri Yadi, CFO BSA Group mengatakan bahwa penggunaan Dassault System pada operasi pertambangan sangat efektif dan efisien. Misalnya jika menggunakan teknik konvensional, dalam satu hari hanya mampu menentukan 3 titik bor, dengan menggunakan software dari Dassalut System bisa menentukan titik pengeboran hingga 100 titik dalam waktu sehari.
Pada Natural Resources Forum, Dassault System mendemonstrasikan penawaran inovasi mereka pada vendor-vendor tambang agar bisa mendapatkan lingkunan yang kolaboratif dan mendalam , mulai dari model pertambangan, perencanaan hingga eksekusi.
















