Microsoft Dukung Pemanfaatan Teknologi untuk Dorong Pendidikan Abad ke-21

Pada Kamis (30/4), Paradina Public Policy Institute dan Bloomberg TV Indonesia yang disponsori oleh Microsoft Indonesia, Hewlett-Packard dan Medco Foundation mengadakan acara Education Roundtable yang berfokus kepada dunia pendidikan di abad ke-21.
“Harus diakui bahwa pendidikan formal saat ini masih belum banyak memberikan pembelajaran dan keahlian terapan yang justru akan sangat berguna ketika siswa telah memasukki dunia kerja. Oleh karena itu, sistem pendidikan saat ini membutuhkan pembelajaran mengenai ICT untuk bisa menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas.” Ujar Totok Soefijanto, Paramadina Institute for Education Reform dalam acara Media Briefing. “Berdasarkan penelitian, untuk sebuah negara bisa semakin maju, membutuhkan pengetahuan dan penguasaan akan ICT. Ketika kualitas SDM sudah maju, maka masyarakat pun bisa memaksimalkan pemanfaatan SDA yang nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara.”
Sebelum berbicara mengenai pendidikan do abad-21, dikatakan juga bahwa kita harus mengerti terlebih dahulu tentang apa yanh dimaksud dengan pendidikan abad ke-21 tersebut. Astrid Tuminez, Regional Director of Legal and Corporate Affairs, Southeast Asia, Microsoft Corporation, menjelaskan bahwa pendidikan di abad ke-21 adalah saat ketika para siswa dan guru memiliki akses informasi yang mampu membuat mereka lebih produktif.
“Ketika guru tak bisa mengajarkan sebuah materi, para siswa masih memiliki akses terhadap informasi tersebut sehingga siswa pun tetap dapat belajar.”

Pihak Microsoft sendiri pun turut mendukung pendidikan abad ke-21 ini dengan berbagai dukungan, salah satunya adalah akses gratis untuk aplikasi Microsoft seperti One Drive atau Office 365 untuk guru dan murid sekolah. Manfaat positif dirasakan oleh penggunanya seperti disampaikan oleh Betty Sekarsih Hadi Yani, Guru di SMA Negeri 2 Playen, Gunung Kidul, Yogyakarta, sekaligus Microsoft Partners in Learning, di mana domain sekolahnya memiliki akses terhadap aplikasi Microsoft sehingga guru dan murid masih bisa saling berhubungan walau tidak berada di dalam sekolah sekalipun.
Diharapkan dengan adanya acara ini, para masyarakat dan lembaga pendidikan pun bisa meninjau kembali akan pentingnya teknologi untuk bisa mendukung pendidikan anak-anak sekolah di abad ke-21 ini.















