Direct Release: Profesional Di Indonesia Semakin Aktif Mencari Pekerjaan

Reading time:
July 1, 2015
(gambar ilustrasi)
(gambar ilustrasi)

Studi Talent Trends dari LinkedIn mengungkap bahwa kompensasi yang lebih tinggi menjadi pertimbangan utama bagi para pencari kerja di Indonesia, disusul oleh keseimbangan antara kehidupan pribadi dan dunia kerja

 

Jakarta, 30 Juni, 2015–Peluang karier yang tersedia di dunia kerja saat ini semakin beragam. Salah satu faktor penyebabnya adalah semakin terhubungnya para profesional di dunia, sehingga mereka semakin mudah mendapatkan informasi dan juga cenderung terbukaterhadap berbagai kesempatan dalam kehidupan profesionalnya. Dengan demikian, kondisi seperti ini akan akan semakin menantang bagi para perekrut untuk mencari, menarik dan merekrut kandidat, mengingat banyaknya kesempatan yang tersedia bagi para pencari kerja.

Profesional di Indonesia semakin haus dalam mencari kesempatan kerja baru di tahun 2015. Mereka bahkan rela menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari berbagai kesempatan, menurut laporan Talent Trends 2015 dari LinkedIn, jaringan profesional online terbesar di dunia. Lebih banyak profesional di Indonesia yang secara aktif mencari pekerjaan tahun ini, yaitu sebanyak 34% dibandingkan tahun lalu yang hanya 29%. Angka ini juga lebih tinggi dari angka global yang hanya sebesar 30%. Selain itu, data yang ada mengungkap bahwa sebanyak 83% profesional di Indonesia, baik kandidat aktif atau pasif, mengaku tertarik untuk mendengar tawaran dari perekrut ataupun headhunter, melampaui persentase rata-rata angka global sebesar 78%.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa lebih banyak profesional di Indonesia (51%) yang memandang tingkat kompensasi sebagai faktor utama dalam mempertimbangkan tawaran kerja. Angka ini lebih tinggi dari angka tahun lalu yang hanya 44%. Angka tahun ini sama dengan Singapura dan sedikit lebih rendah dari Malaysia yang mencapai 52%. Konsekuensinya, semakin berkurangnya profesional yang menempatkan faktor keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan sebagai prioritas, hanya 35% dibandingkan angka di tahun 2014 sebanyak 40%. Dibandingkan dengan negara lain, angka tahun 2015 ini lebih rendah dari profesional Malaysia sebesar 45%, namun lebih tinggi dibanding profesional di Singapura (32%) yang mengatakan hal ini sebagai faktor penting dalam memutuskan untuk menerima sebuah pekerjaan.

“Peningkatan jumlah kandidat aktif merupakan kabar baik bagi para perekrut di Indonesia, namun mereka juga akan menghadapi tekanan terkait kompensasi, mengingat lebih dari setengah profesional di Indonesia menilai hal ini sebagai prioritas utama,” kata Feon Ang, Direktur Talent Solution LinkedIn untuk Asia-Pasific dan Jepang. “Karena kita semua ingin bekerja di sebuah perusahaan yang memiliki reputasi bagus, maka brand perusahaan yang kuat dan unik dapat membantu perusahaan mengalihkan tekanan terkait kompensasi ini. Di sisi lain, tim HR perlu membuat strategi untuk menjaga agar kandidat merasa betah.”

Studi ini juga mengungkap bahwa profesional di Indonesia lebih banyak bergantung pada saluran online untuk mencari pekerjaan, dibandingkan dengan iklan ataupun website perusahaan. Lebih dari setengah (57%) dari profesional di Indonesia yang disurvei memanfaatkan situs pencari pekerjaan online untuk mengakses berbagai kesempatan kerja, hampir sama jumlahnya dengan yang memanfaatkan jaringan profesional online seperti LinkedIn (56%). Di samping itu, perusahaan juga tidak boleh mengesampingkan pengaruh teman dan kolega, mengingat sebanyak 47% profesional di Indonesia masih bergantung pada informasi dari mulut-ke-mulut dalam mencari pekerjaan.

“Salah satu cara perusahaan di Indonesia untuk memenangkan perang pencarian kandidat adalah dengan membangun brand perusahaan yang kuat. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memaksimalkan penggunaan jaringan profesional online dan memanfaatkan karyawan sebagai ambassador,” kata Ang. “Ini juga merupakan cara yang jitu untuk menarik perhatian kandidat pasif yang jumlahnya mencapai 66% di Indonesia.”

 

Interview dengan Calon Manager sangat Berpengaruh

Penelitian LinkedIn mengungkap bahwa organisasi dan perusahaan harus memperhatikan proses interview. Selain untuk menguji kesesuaian kandidat, dalam proses ini kandidat potensial juga membangun persepsi terhadap perusahaan. Secara global, 87% profesional mengatakan bahwa sebuah pengalaman interview yang positif dapat mengubah pemikiran mereka tentang posisi yang ditawarkan atau tentang perusahaan tersebut, sebaliknya pengalaman interview yang negatif akan membalikkan persepsi tersebut (83%).

Selama interview, 44% profesional di Indonesia akan senang jika bertemu dengan calon atasan mereka, angka ini sejalan dengan Malaysia sebanyak 62% dan Singapore 74%. Di posisi ke dua (25%), profesional di Indonesia akan senang jika bertemu dengan para eksekutif perusahaan tersebut saat interview.

Laporan Talent Trends 2015 juga memberikan ide-ide baru yang bisa diterapkan para perekrut dan organisasi dalam strategi perekrutan untuk memastikan mereka menemukan kandidat terbaik, dan juga sebaliknya. Kesimpulannya, cara terbaik untuk menemukan apa yang diinginkan kandidat adalah dengan bertanya.

Informasi lebih lanjut tentang studi ini bisa ditemukan di halaman Talent Trends dan Talent blog.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…
October 29, 2026 - 0

Capcom Matikan Server Street Fighter V Demi Atasi Masalah Keamanan

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di…
October 28, 2026 - 0

ASUS Luncurkan TUF Gaming Radeon RX 9070 XT Onimusha Special Edition

ASUS hadirkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT…