NVIDIA Battery Boost: Gaming Irit Baterai

Metode Pengujian

Pengujian NVIDIA BatteryBoost dilakukan dengan menggunakan dua game yaitu GRID Autosport dan Metro Last Light. Kami melakukan penyesuaian setting kualitas grafis pada game agar frame rate dapat mencapai di atas 60 fps. Kami juga melakukan sejumlah penyesuaian setting pada notebook untuk mendapatkan waktu hidup sepanjang mungkin dan meminimalisir faktor lain yang dapat menggangu hasil/jalannya pengujian.

  • Brightness: Lowest
  • Airplane Mode: On
  • Power Option Profile: Balance

Pengukuran kemampuan NVIDIA BatteryBoost dilakukan dengan mengukur waktu hidup sejak charger dilepas hingga notebook benar-benar dalam kondisi mati karena kehabisan baterai. Pengujian dilakukan pada tiga kondisi yaitu BatteryBoost tidak aktif, BatteryBoost aktif dengan batas maksimal frame rate 30 fps, dan BatteryBoost aktif dengan batas maksimal frame rate 60 fps.

Hasil Pengujian

Gaming Performance

GRID Autosport

NVIDIA Battery Boost GRID Autosport Perf

Setting: 1366 x 768; Preset Quality – Medium

Metro Last Light

NVIDIA Battery Boost Metro Last Light Perf

Setting: 1366 x 768; DirectX 11; Quality & Motion Blur – Low; Tessellation – Off; Advance PhysX Off; AF x16; SSAA Off

Battery Life

GRID Autosport

NVIDIA Battery Boost GRID Autosport Batt

Pada saat NVIDIA BatteryBoost diaktifkan dengan limitasi frame rate di angka 30 fps, waktu hidup notebook meningkat hingga 37% dibandingkan jika tidak mengaktifkan BatteryBoost. Walaupun begitu saat pengaturan limitasi frame rate berada pada angka 60 fps, penghematan yang di dapatkan hanya sekitar 2 menit. Tampaknya perbedaan performa yang tidak terlampau signifikan (61,08 fps VS 65 fps) membuat penghematan baterai tidak signifikan.

Metro Last Light

NVIDIA Battery Boost Metro Last Light Batt

Berbeda dengan kondisi pada game GRID Autoport, pada saat NVIDIA BatteryBoost diaktifkan dengan limitasi frame rate di angka 30 fps, waktu hidup notebook hanya meningkat hingga 29% dibandingkan jika tidak mengaktifkan BatteryBoost. Hal menarik justru kami temukan pada saat BatteryBoost tidak diaktifkan dimana waktu hidup notebook 2 menit lebih panjang dibandingkan mengaktifkan BatteryBoost dengan limitasi frame rate di angka 60 fps.

Clock Analysis

GRID Autosport

NVIDIA Battery Boost GRID Autosport Clock 01 NVIDIA Battery Boost GRID Autosport Clock 02 NVIDIA Battery Boost GRID Autosport Clock 03

Pada saat fitur NVIDIA BatteryBoost aktif, GeForce GTX 950M ternyata tidak bekerja pada kecepatan penuhnya (GPU: 1124 MHz | MEM: 1800 MHz). Fitur tersebut secara otomatis menurunkan kecepatan kerja chip GPU menjadi 796,9 MHz dan 1600 MHz untuk chip memori. Penggunaan kecepatan kerja lebih rendah ternyata bukan satu-satunya rahasia dari kemampuan NVIDIA BatteryBoost. Hal tersebut dapat terlihat dari kecepatan kerja GeForce GTX 950M dengan pengaturan nilai maksimal frame rate 30 fps dan 60 fps ternyata serupa. NVIDIA BatteryBoost dapat melakukan pengaturan utilisasi graphics card dimana hal ini sukses memangkas penggunaan daya listrik. Terlihat utilisasi graphics card dengan nilai maksimal frame rate 30 fps jauh lebih rendah dibandingkan nilai maksimal frame rate 60 fps.

Metro Last Light

NVIDIA Battery Boost Metro Last Light Clock 01 NVIDIA Battery Boost Metro Last Light Clock 02 NVIDIA Battery Boost Metro Last Light Clock 03

Berbeda dengan GRID Autosport, pada game Metro Last Light, pengaturan nilai maksimal frame rate 60 fps membuat GeForce GTX 950M langsung bekerja pada kecepatan penuh. Tampaknya hal ini disebabkan performa GeForce GTX 950M yang tidak mencapai 60 fps pada saat dijalankan menggunakan tenaga baterai (BatteryBoost Off). Alhasil memberikan limitasi nilai maksimal frame rate diatas kemampuan graphics card menghasilkan frame rate membuat fitur NVIDIA BatteryBoost menjadi sia-sia, bahkan sedikit lebih memboroskan baterai.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 11, 2026 - 0

MMORPG Seal M on Cross Buka masa Pre-Registration

Seal M on Cross hadir sebagai revitalisasi MMORPG anyar via…
February 11, 2026 - 0

Sacred Octagon Ubah Soal Matematika Jadi Game Seru

Belajar matematika memang bukan favorit untuk sebagian anak-anak. Namun, Sacred…
February 11, 2026 - 0

Remedy Entertainment Nobatkan CEO Baru, Veteran Dari EA & CCP Games

Demi sukseskan Control Resonant, Remedy Entertainment angkat CEO baru yang…
February 11, 2026 - 0

Black Myth: Zhong Kui Berikan Trailer Spesial Rayakan Tahun Baru Imlek

Demi sambut datangnya tahun baru Imlek, Black Myth: Zhong Kui…