Dot Braille Smartwatch untuk Para Tuna Netra

Kecanggihan dari sebuah perangkat wearable tak dapat dielakkan cukup menarik perhatian sebagian masyarakat, sehingga memancing mereka untuk menggunakannya dalam aktivitas kesehariannya saat ini. Namun sayangnya memang tidak semua masyarakat dapat menikmatinya, karena masih ada sebagian masyarakat lainnya yang memiliki cacat tubuh sehingga menghambat mereka untuk bisa menikmati teknologi yang serupa. Hal tersebut kemudian yang memunculkan sebuah konsep akan perangkat wearable terutama untuk penyandang cacat penglihatan.
Dot Braille Smartwatch dikembangkan oleh startup dari Korea, merupakan sebuah wearable berbentuk jam tangan yang didesain khusus dengan memiliki teknologi untuk membentuk bahasa khusus bagi tuna netra: huruf Braille. Bagian permukaan jam tangan pintar ini terdiri dari empat sel yang berisi 6 buah titik (dot) yang akan secara otomatis bisa timbul ke atas atau masuk untuk membentuk sebuah huruf Braille, sehingga penggunanya yang tuna netra pun bisa membaca fungsi-fungsi dari smartwatch tersebut. Para dot ini mampu berkalibrasi untuk menghasilkan huruf baru dengan kecepatan 1 hertz hingga 100 hertz.

Fungsi lain yang dimiliki oleh Dot Braille Smartwatch ini cukup sederhana, yaitu selain sebagai jam, juga sebagai alarm, messenger, navigator, juga dilengkapi dengan Bluetooth 4.0. Hal lain yang ingin disematkan dalam Dot Braille Smartwatch adalah sebuah E-Book berbahasa Braille yang lebih terjangkau sehingga mereka bisa akses e-book tersebut kapan pun dan di mana pun. Daya tahan baterainya bisa mencapai 5 hari untuk penggunaan wajar, serta fisik smartwatch keseluruhannya memiliki ketahanan terhadap air.
Dalam situs resminya, dipaparkan data bahwa terdapat 285 juta penyandang cacat mata di dunia, dan 95 persennya tidak mampu membaca karena hanya ada 1 persen buku normal diterjemahkan ke dalam bahasa Braille. Masalah lain adalah mahalnya E-book untuk pembaca Braille sehingga menghambat pembelajaran membaca para tuna netra ini hingga 95 persen.











