Memerangi Money Laundering, SAS Dukung Optimalisasi Deteksi Analitik
Pada Kamis (6/8), SAS Indonesia memaparkan akan pentingnya pemanfaatan platform untuk memberantas kejadian money laundering (pencucian uang) yang kerap terjadi di setiap negara.

“Pencucian uang ini bukanlah masalah satu negara saja, tetapi telah menjadi masalah secara global,” tutur Alexon Bell selaku Compliance Solution Director untuk SAS. Beliau juga menjelaskan terdapat beberapa hal yang tengah menjadi tren sekaligus tantangan yang ada untuk bisa menanggulangi masalah pencucian uang tersebut, di mana salah satunya adalah bagaimana analitik bisa digunakan untuk mengoptimalkan strategi dan melawan pencucian aung serta meningkatkan sistem dan kapabilitas tanpa mengganggu operasional bisnis.
SAS sendiri memiliki platform Anti Money Laundering (AML) yang selain mampu melakukan pengumpulan data dan melakukan analisa untuk mencegah kejadian pencucian uang, juga bisa mengoptimalkan proses bisnis untuk perusahaan yang menggunakannya. Dalam prosesnya, SAS Anti-Money Laundering ini mengumpulkan seluruh data untuk kemudian bisa mendeteksi pola pencucian uang, melakukan investigasi lebih cepat sehingga perusahaan pun bisa melakukan pencegahan untuk kejadian juga lebih cepat dan efektif, serta efisiensi yang lebih tinggi.
Selain itu, SAS Anti Money Laundering ini mampu menghemat waktu untuk menyediakan informasi yang lebih relevan dan penting, melakukan analisis awal serta mengidentifikasi area yang membutuhkan perhatian lebih sehingga fokus kasus akan lebih terarah.












