Review Fantastic Four: Masih Kurang Fantastis!
Reed Richards adalah anak yang jenius untuk kalangan seusianya. Ia berteman sejak kecil dengan Ben Grimm, dimana saat usia sepuluh tahun Reed telah berhasil membuat sebuah mesin teleportasi. Memasuki masa remaja, akhirnya mesin teleportasi tersebut dipamerkan di sebuah ajang kompetisi sience dunia dan menarik perhatian dari Professor Franklin Storm untuk mememberikannya pendanaan beasiswa.
Reed berkumpul dengan Sue Storm, dan juga Victor Doom untuk menyelesaikan mesin teleportasi tersebut dalam bentuk besar. Setelah berhasil, mereka pun mengirim objek percobaan dan menemukan sebuah planet misterius yang memiliki sumber tenaga.

Pemerintah Amerika dan NASA pun berniat mengambil alih hasil penemuan mereka dan akan memberangkatkan astronot menuju planet tersebut. Tapi Reed dan kawan-kawan tak ingin jerih payahnya diambil alih begitu saja. Bersama dengan Victor, Johnny dan juga Ben, Reed akhirnya memutuskan untuk jadi orang-orang pertama yang berangkat menggunakan kapsul teleportasi buatannya.
Sampai di planet misterius tersebut, Reed dan kawan-kawan mendapat masalah karena sumber daya di planet tersebut mengalami gejolak tak stabil. Mereka pun terpapar radiasi, bahkan Victor akhirnya hilang di planet tersebut.

Setelah mendapat paparan radiasi, Reed dan kawan-kawan akhirnya menemukan kekuatan super masing-masing. Reed berubah menjadi manusia elastis, Ben menjadi manusia batu, Johnny menjadi manusia api, sedangkan sue menjadi manusia transparant. Departemen pertahanan dan NASA sangat tertarik dengan kekuatan super yang mereka miliki dan berusaha mengeksploitasi sumber tenaga tersebut untuk kepentingan kekuasaan. Dalam masalah tersebut,Reed akhirnya melarikan diri hingga ia menjadi buronan.
Cukup Serius Di Awal, Hilang Semangat di Akhir

Rasanya agak sulit untuk menilai secara objektif untuk sebuah film, dimana sang sutradara pembuatnya saja sudah putus asa dan menilai filmnya sendiri bukanlah sesuatu yang hebat. Rentetan review negatif bermunculan untuk film reboot superhero dari Marvel yang digarap oleh 20 Century Fox ini. Sejak awal pengembangan karakter untuk film ini memang terkesan sangat jauh ekspektasi orang-orang terutama bagi para pecinta komik Fantastic Four ini.
Di bagian awal Josh Trank masih terasa cukup serius menggarap film. Dialog dan scene yang diberikan untuk para aktor nampak berkesinambungan. Mengesampingkan pengembangan karakter dan plot dengan perubahan yang cukup signifikan dari versi komik, atau bahkan dari film sebelumnya (Fantastic Four 2005), ‘Fantastic Four 2015’ mencoba menghidupkan cerita dari awal kisah kecil dari seorang Reed Richards bersama temannya yaitu Ben Grimm. Cukup mendetail namun sedikit lambat panas. Penonton mungkin bisa lupa jika sedang menyaksikan sebuah film superhero, lantaran Reed dan kawan-kawan terlalu lama berkutat di dalam laboratorium.

Entah mengapa, setelah memasuki bagian konflik hingga klimaks, semua terasa lepas kendali. Bahkan saat kemunculan Victor Van Doom (Dr.Doom) sebagai penjahat utama, ketegangan dalam film hampir tidak terasa. Ide memasukan kepentingan dari pihak pemerintah sebagai konflik tambahan dalam film, malah memberi kesan klise dan tak beda dari film kebanyakan. Hingga film berakhir pun, adegan malah semakin menurunkan semangat penonton untuk menyaksikan film. Seperti sebuah serial televisi yang kejar tayang yang tak memperhatikan detail penggarapan.
Bingung antara kesalahan pengembangan cerita atau pemilihan karakter, plot Fantastic Four yang dibangun dari kisah seorang ilmuan ‘remaja’ bernama Reed Richards dan rekan-rekannya, ini dimainkan oleh aktor-aktris dengan usia 27-32 tahun. Fantastic Four seharusnya punya kesan fun yang cukup kuat, apalagi lewat hadirnya Johnny Storm yang bengal dan banyak gaya. Lagi-lagi ini juga masih kurang terlihat ditonjolkan oleh Michael B. Jordan.

Untuk adegan laga, juga tak nampak lebih hebat dari film fantasy seperti Percy Jackson atau Harry Potter. Adegan action seharusnya bisa dimasukan lebih banyak dan lebih nyata lagi. Tinggal satu poin yang masih terlihat baik dari film, yaitu efek visualisasi serta backsound effect yang jelas lebih baik dari film sebelumnya. Penggarapan editing film juga masih terasa apik hingga film berakhir.

Hingga nampaknya film ini masih jauh memenuhi harapan para penggemar. Mencoba nuansa baru yang berbeda, film Fantastic Four ini justru terasa flat dengan sedikit nuansa kelam. Sungguh hal yang tak biasa, dimana sebuah film ‘based on comic’ yang diangkat ke layar lebar, apalagi sebagai film reboot, ini justru akan lebih baik ditonton oleh sekedar penonton film.
Fantastic Four mulai tayang 12Agustus 2015. Penasaran seperti apa film yang satu ini, anda bisa segera saksikan di bioskop segera.
Video Trailer :
Tanggal rilis: 12 Agustus 2015
Durasi: 100 Menit
Sutradara: Josh Trank
Genre: Action- Hero
Rating: Remaja
Pemain: Miles Teller, Kate Mara, Michael B Jordan, Jammie Bell, Tobby Kebbel
Studio: 20 Century Fox













