Hands-On Review: MiFi 4G Huawei E5373

Reading time:
September 10, 2015

Makin luasnya jangkauan jaringan 4G yang ditawarkan beberapa operator seluler membuat banyak orang mulai mengincar perangkat yang mendukung jaringan “baru” tersebut. Selain smartphone, umumnya perangkat yang banyak dicari untuk mendukung penggunaan jaringan 4G adalah Modem-WiFi, atau yang populer disebut MiFi. Beberapa produsen MiFi pun telah memasukkan produk mereka yang telah mendukung 4G ke Indonesia, salah satunya Huawei melalui distributor mereka, Datascrip.

Huawei E5373 01

Beberapa waktu lalu, salah satu MiFi 4G Huawei, E5373, sempat singgah ke lab. pengujian kami. Tentu saja, kami tidak melewatkan kesempatan untuk mencoba perangkat tersebut. Berikut ini kami sajikan pembahasan mengenai MiFi 4G E5373 tersebut dalam artikel hands-on review ini!

Huawei E5373

MiFi 4G dari Huawei yang satu ini memiliki ukuran yang tidak jauh berbeda dari perangkat MiFi yang umumnya ada di pasaran saat ini, terutama dari Huawei sendiri. Bila dibandingkan dengan beberapa MiFi dari produsen yang sama di era 3G, perangkat ini bahkan bisa dikatakan tidak memiliki perubahan berarti. Namun, satu yang pasti, perangkat ini telah mendukung jaringan 4G!

Huawei E5373 08
Kabel data yang disertakan di paket yang dikirimkan ke lab. pengujian kami.

E5373 yang tiba di lab. pengujian kami tidak disertai paket penjualan lengkapnya. Perangkat ini hanya datang dengan tambahan aksesoris kabel data dan Quick Guide. Kabel data yang disertakan juga bisa digunakan untuk mengisi ulang baterai dari E5373 bila dihubungkan ke adapter daya yang sesuai atau ke port USB.

Huawei E5373 07

 

Perangkat E5373 yang datang ke lab. kami berwarna hitam dengan sederetan lampu indikator di bagian depan. Lampu-lampu indikator tersebut sebagian bisa berubah warna dari merah ke oranye ke hijau untuk menunjukkan status yang diwakilinya. Misalnya untuk baterai, warna hijau menandakan bahwa baterai masih penuh atau tersisa cukup banyak. Ketika lampu berganti ke warna oranye, itu menandakan bahwa baterai sudah banyak terpakai. Sedangkan ketika warna merah muncul, itu berarti daya yang tersimpan dalam baterai sudah hampir habis. Demikian juga untuk kekuatan sinyal, warna lampu akan berganti sesuai dengan kualitas sinyal yang didapatkan.

Huawei E5373 09

Di samping deretan lampu indikator, terdapat sebuah tombol, yaitu tombol power. Pengguna bisa menekan dan menahan tombol ini untuk menghidupkan atau mematikan perangkat. Ketika perangkat dalam keadaan hidup atau stand by, penekanan singkat tombol ini akan menyalakan lampu indikator sehingga pengguna bisa mengetaui status yang diwakili oleh lampu-lampu tersebut.

Huawei E5373 03

Di sisi bawah perangkat, terdapat port Micro USB yang bisa digunakan untuk menghubungkan MiFi ke PC atau mengisi ulang daya baterai di dalamnya. Ketika dihubungkan ke PC, pengguna bisa memanfaatkan MiFI ini layaknya sebuah modem USB biasa. Huawei tidak menyediakan adapter daya untuk mengisi ulang baterai perangkat ini, sehingga pengguna harus menggunakan adapter daya lain atau menghubungkannya ke PC atau perangkat lain dengan port USB untuk melakukan pengisian ulang daya.

Selain port Micro USB, di sisi bawah perangkat juga terdapat 2 port untuk antena. Antena tambahan ini dimaksudkan agar pengguna bisa mendapatkan sinyal seluler yang lebih baik. Hanya saja, untuk kedua antena tersebut, pengguna harus membelinya secara terpisah.

Huawei E5373 04 Huawei E5373 06

Di bagian belakang perangkat, terdapat baterai dan slot SIM Card serta Micro SD yang dilindungi oleh penutup belakang. Baterai yang disertakan di perangkat ini memiliki rating 1500 mAh. Kami akan coba melihat hingga berapa lama baterai ini bisa mempertahankan fungsi perangkat ketika digunakan.

Perangkat ini hanya dilengkapi dengan satu slot Micro SD dan satu slot SIM Card. Berdasarkan informasi yang diberikan Huawei, perangkat ini mendukung TDD-LTE/FDD-LTE di frekuensi 2600/2100/1800/900/800 MHz serta 3G dan 2G. Hal itu menunjukkan bahwa MiFi ini akan kompatibel dengan layanan dari berbagai operator seluler di Indonesia, kecuali Bolt. SIM Card yang bisa diterima oleh perangkat ini adalah SIM Card standar.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…
July 29, 2026 - 0

Review Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition (14IPH11): Laptop Mewah Idaman Kami!

“Laptop Premium Idaman” itu harusnya kaya gini nih! Desainnya cantik,…

Gaming

August 15, 2026 - 0

Crimson Desert Siap Dibawa ke Switch 2 pada 2027

Crimson Desert dipastikan menuju Nintendo Switch 2 pada paruh pertama…
August 15, 2026 - 0

Epomaker Hadirkan Headset Gaming Pertamanya, Dengan Harga Terjangkau

Epomaker GX1 hadir sebagai headset gaming open-back di bawah US$50,…
August 15, 2026 - 0

Bocoran MMO HoYoverse Baru, Nodusfall, Perlihatkan Gameplay ala Monster Hunter

Bocoran dari MMO baru HoYoverse, Nodusfall, muncul ke permukaan dan…
August 15, 2026 - 0

RIFTSTORM Resmi Masuk Early Access di Steam

Co-op Looter Shooter RIFTSTORM buatan Confiction Labs dan Agate resmi…