Hands-On Review Modem-Router D-Link DSL-2877AL
Penggunaan

Untuk dashboard konfigurasi dari router DSL-2877AL, D-Link mempertahankan desain user interface lawas mereka yang sudah mereka gunakan di berbagai perangkat mereka sejauh ini. User interface yang digunakan memiliki warna dasar putih – abu-abu – oranye yang menjadi warna khas mereka. Sayangnya, D-Link tidak mengelompokkan menu-menu pengaturan ke dalam kelompok “basic” dan “advanced” seperti yang banyak digunakan produsen perangkat jaringan lain belakangan ini.


D-Link DSL-2877AL sudah dilengkapi dengan wizard yang memudahkan pengguna untuk melakukan konfigurasi awal. Pengguna bisa mengatur seperti apa router ini akan bekerja dengan fitur Triple WAN yang dimiliki. Hal itu termasuk dengan konfigurasi masing-masing jalur Internet tersebut serta prioritas penggunaan dari masing-masing jalur.

Fitur Triple WAN ini sendiri memungkinkan penggunaan Internet dari tiga sumber berbeda untuk kebutuhan failover. Tiga sumber tersebut berasal dari port Ethernet WAN, ADSL, dan USB modem. D-Link sendiri menghadirkan halaman konfigurasi yang berbeda untuk masing-masing sumber tersebut, sehingga pengguna akan lebih mudah untuk mencari konfigurasi yang sesuai untuk suatu sumber tertentu.
Wireless network di frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz yang didukung router ini juga memiliki menu pengaturan yang terpisah. Pengguna tentu bisa mengatur SSID berbeda untuk kedua wireless network tersebut. Selain itu, untuk wireless security, keduanya bisa diatur secara terpisah.
Pengaturan aktif-nonaktifnya kedua wireless network tersebut bisa diatur dengan mudah melalui tombol yang ada di samping kiri perangkat yang sudah kami bahas di halaman sebelumnya. Berdasarkan informasi dari D-Link, pengguna harus menekan tombol-tombol itu selama kurang lebih 3 detik untuk mengaktif-nonaktifkan WiFi. Hanya saja, berdasarkan apa yang kami alami, penekanan tombol-tombol tersebut harus lebih lama untuk menggunakan fungsi tersebut.

Beberapa fitur tambahan juga disertakan D-Link ke dalam modem-router yang satu ini, misalnya fitur firewall dan Parental Control. Untuk Parental Control, pengguna bisa dengan mudah memasukkan daftar situs-situs yang tidak bisa dibuka ke dalam menu yang tersedia, dan secara otomatis perangkat akan melakukan pemblokiran akses. Fitur lain yang tersedia adalah sekumpulan Network Tools yang bisa digunakan untuk melakukan troubleshooting atau menambahkan fitur lain ke dalam jaringan lokal, misalnya server Samba.
Tambahan fitur konfigurasi melalui Internet, “mydlink”, juga tersedia di DSL-2877AL ini. Pengguna bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengakses dashboard konfigurasi melalui cloud dan melakukan pengaturan atau pemantauan aktivitas.
Cukup disayangkan, D-Link tidak menghadirkan kemampuan ekstra untuk DSL-2877AL ini. Kami tidak menjumpai aplikasi server multimedia ataupun torrent client, fitur yang sudah umum dijumpai di router kelas rumahan saat in. Tampaknya D-Link benar-benar mendesain modem-router ini sebagai perangkat jaringan “murni”.
Kesimpulan

Fitur Triple WAN tidak bisa dipungkiri menjadi daya tarik utama dari modem-router DSL-2877AL ini. Tersedianya fitur tersebut membuat pengguna mendapatkan fleksibilitas yang tinggi dalam menentukan sumber Internet mana yang ingin mereka gunakan, dengan jalur lain berfungsi sebagai backup yang otomatis berjalan saat jalur utama mati. Tersedianya opsi untuk mengatur prioritas penggunaan jalur juga menjadi nilai lebih tersendiri.
DSL-2877AL ini juga telah mendukugn WiFi AC. Walaupun hanya menawarkan kecepatan “rendah”, 433 Mbps, penggunaan standar ini tentu saja merupakan kelebihan tersendiri, karena kompatibilitasnya dengan berbagai perangkat ke depannya akan lebih baik. Kecepatan 433 Mbps sendiri seharusnya sudah memadai untuk penggunaan rumahan.

Satu hal yang sayangnya tidak bisa kami uji di pengujian kali ini adalah fitur “kombo” dari perangkat ini dengan perangkat lain dari D-Link, yaitu DMG-112A. Kombo dari kedua perangkat itu mengaktifkan fitur yang disebut sebagai Home Zone, yang memungkinkan pengguna secara otomatis mendapatkan jangkauan wireless network yang luas karena perangkat akan otomatis berpindah dari wireless network dari DSL-2877AL ke wireless network dari extender DMG-112A dan sebaliknya saat pengguna bergerak mendekati salah satu dari sumber tersebut. Kami tidak bisa menguji fitur ini karena saat pengujian dilakukan, unit DMG-112A sedang tidak berada di lab. kami.
Selain kapabilitas dan fitur di atas, cukup disayangkan D-Link tidak terlalu banyak menyertakan fitur yang memperluas kemampuan dari perangkat mereka ini. Selain fitur konfigurasi melalui cloud, D-Link memang tidak menyertakan fitur “rumahan” lain, misalnya multimedia server atau torrent client, di perangkat ini. Tentunya, bila fitur-fitur tersebut tersedia, perangkat ini akan menjadi semakin menarik.













