Review Black Mass: Sadis Lewat Drama, Bukan Gory

Author
Irham
Reading time:
September 19, 2015
Poster-

Ditahun 70an, seorang pria bernama Jimmy ‘Whitey’ Bulger menjadi pemimpin geng mafia bernama “Winter Hill” di sudut kota Boston. Ia menjadi salah satu pemimpin preman yang paling ditakuti di kota kecil tersebut. Namun kelompok mafia di kota ini tidak hanya Winter Hill, ada pula kelompok-kelompok mafia yang berkeliaran di Boston.

Salah satu teman masa kecil Jimmy telah mendapatkan posisi sebagai anggota FBI.  John Connolly mendapat tugas untuk membasmi pergerakan mafia di Boston, namun ia tidak memiliki banyak informasi mengenai keberadaan para mafia tersebut. Akhirnya ia meminta bantuan Jimmy untuk mengungkap komplotan mafia lain, sedangkan Winter Hill mendapat keleluasaan dengan status sebagai informant FBI.

1

Bertolak belakang dengan sang kakak, Jimmy memiliki seorang adik bernama William Bulger yang bekerja sebagai politisi, yaitu sebagai senator di wilayah Massachusetts. Namun William sama sekali tak mempedulikan aksi sang kakak. Ia benar-benar tak mau ikut campur dengan kegiatan mafia yang dilakukan oleh saudara kandungnya tersebut.

Kesempatan ini dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh Jimmy untuk memperluas daerah kekuasaan Winter Hill. Winter Hill seolah mendapatkan perlindungan dari FBI untuk leluasa melancarkan aksi-aksi kriminalnya. Hingga akhirnya kekuasaan Winter Hill semakin meluas,dan Jimmy pun telah berubah dari penjahat kecil menjadi kelas kakap. Semua kejahatan dilakukannya bersama geng Winter Hall termasuk pembunuhan, perampokan, pengedaran obat-obatan terlarang, hingga menjual senjata. Sementara Connolly juga tak memiliki keberanian untuk mengungkap kejahatan yang dilakukan, Connolly takut namanya terseret karena ia ikut terlibat dalam beberapa aksi kriminal Winter Hall.

Sangat Kelam, Johnny Depp Pegang Kendali

5

Film drama kriminal ini  mengingatkan kita pada film The Iceman di tahun 2013 tentang pembunuh berdarah dingin Richard Kuklinski, namun BlackMass tampaknya memiliki effort lebih besar dengan membawa aktor seribu wajah Johnny Depp sehingga membuat film ini lebih dari sekedar film based on-true-story. Pendalaman karater yang diberikan oleh Depp dalam memainkan Jimmy ‘Whitey’ Bulger sebagai penjahat kakap, sangatlah total dan memunculkan kesan mengerikan. Kesan sadis bukan ditampilkan dari adegan yang banyak darah dimana-mana, melainkan dari akting yang dibawakan oleh Depp sendiri.

Jim Bulger berubah dari seorang penjahat jalanan Boston, menjadi krminial kelas atas bahkan mampu mengendalikan FBI. Jim Bugler digambarkan sebagai penjahat yang tak banyak menampilkan ekspresi kemarahan seperti menggebrak meja, memukul dan lain sebagainya. Sebaliknya ia lebih sering terdiam, tapi langsung bertindak mematikan.

3

Sebagaimana film ini hanya menceritakan sejarah dan kebrutalan geng Winter Hill yang dipimpin Jim Bulger, tak ada peran protagonis yang benar-benar ditampilkan dalam film. Namun di balik sisi kelam pribadi Jim Bulger, film ini juga sedikit membahas sisi hangat Jim Bugler sebagai seorang ayah dan kakak tertua dalam keluarganya.

Selain Bulger, tokoh dominan dalam kisah kelam ini adalah oknum FBI John Connolly. Diperankan oleh Joel Edgerton, Connolly lebih patut menjadi objek luapan emosi penonton dimana Conollly sebagai oknum FBI yang menghamba pada Jim Bulger hanya demi kelangsungan karir. Sedangkan sang adik, William Bulger punya kepribadian yang begitu tenang dan sangat kontras dibandingkan sang kakak. Benedict Cumberbatch tampak tak banyak menguras kemampuannya aktingnya untuk peran tersebut.

2

Benedict Cumberbatch,  seperti yang biasa kita lihat di kebanyakan film yang ia mainkan dengan pakaian rapih dan berdasi. Karakternya lebih tenang dengan kesibukan politik jika dibanding sang kakak yang notabene adalah mafia dengan penampilan yang nyentrik.

Plot di film ini terbilang berjalan secara perlahan. Dengan durasi yang dimainkan, nampaknya sang sutradara sengaja mengajak penonton untuk mengenal dari karakter Bulger secara menyeluruh. Bagaimana Bulger yang awalnya hanya penjahat kecil di kota boston yang masih memiliki empati sebagai masyrakat, lalu kemudian beberapa hal seperti kematian putra dan ibu kandungnya, telah merubah Bulger menjadi sangat bengis bak psikopat brutal yang haus darah. Perubahan kepribadian Bulger juga disebabkan oleh FBI yang tidak bertindak tegas atas perilaku genk Winter Hill yang dipimpin Bulger karena adanya persekongkolan Connolly dan Bulger.

Adegan pembunuhan hanya sekedar penembakan atau pemukulan. Tak ada yang terlihat berlebih dengan cipratan darah. Bahkan tak lebih seram jika dibandingkan dengan film Depp bersama Tim Burton di Sweeney Todd. Tapi karena film ini merupakan film yang diangkat dari kisah nyata, penonton akan lebih mudah merasakan ketegangan dan kesadisan dari Jimmy Bulger dengan ekpresi pembunuh berdarah dingin ini.

4

Sinematografi film yang menggambarkan era tahun 70an juga sangat krusial mendukung untuk penggambaran nuansa yang mencekam. Suasana kelam dengan lokasi kota kecil boston dengan gang-gang beton sebagai background persaingan genk mafia  di film Black Mass. Berbeda dengan kebanyakan film mafia lain, di film BlackMass tidak menampilkan sensualitas dengan pemeran-pemeran wanita liar. Tapi bukan berarti film ini bisa dinikmati oleh semua umur, karena adegan kekerasan masih sangat bertensi tinggi.

Diantara serbuan film baru di bulan September, sepertinya Black Mass akan tetap jadi pilihan utama khususnya untuk penonton kalangan dewasa. Tak dipungkiri akting dari Johnny Depp pastinya jadi lirikan pertama orang-orang untuk menyaksikan film ini. Beberapa aktor lain yang turut berperan diantaranya Kevin Bacon, Dakota Johnson, Jesse Plemons, Peter Sarsgaard, dan Corey Soll. Black Mass tayang mulai 18 September 2015.

 

Video Trailer:

 

Tanggal Rilis: 18 September 2015

Durasi: 122 Menit

Sutradara: Scott Copper

 

Genre: Criminal, Story

Pemain: Johnny Depp, Joel Edgerton, Benedict Cumberbatch, Kevin Bacon, Jesse Plemons, Corey Stoll, Peter Sarsgaard & Dakota Johnson

Studio: Cross Creek Entertainment, Warner Bros Pictures

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…
September 7, 2026 - 0

Podcast: Axioo Pakai “ODM Sampah”? ini Penjelasannya!

Harga RAM naik. Harga SSD naik. Nilai tukar Dolar naik.…
September 4, 2026 - 0

Review Acer Swift Air 14 AI: Laptop Kekinian Harusnya Begini!

Ini adalah laptop thin and light 2026 yang sangat kami…

Gaming

September 29, 2026 - 0

Turtle Beach Umumkan Keyboard Gaming Vulcan II XP Air Dengan Gesture Sensor

Turtle Beach hadirkan keyboard gaming Vulcan II XP Air yang…
September 28, 2026 - 0

Pasar PC Gaming Tumbuh Pesat di Jepang Dalam 4 Tahun Terakhir

Pasar PC gaming di Jepang melonjak sebanyak lebih dari dua…
September 28, 2026 - 0

ASUS ROG Xbox Ally X20 OLED Umumkan Tanggal Rilis & Harga Resminya

ASUS akhirnya umumkan secara resmi harga dan tanggal rilis untuk…
September 28, 2026 - 0

Meta Hadirkan Tools Berbasis AI Untuk Bangun Game Dari Text Prompts

Meta luncurkan Horizon Create dan Studio, tools AI yang bantu…