Review PowerColor Devil R9 390X
PowerColor Devil R9 390X

Performa PowerColor Devil R9 390X PCS+
Secara keseluruhan performa Devil R9 390X dari PowerColor memang tak bisa terlampau jauh meninggalkan versi reference, mengingat perbedaan clock GPU dan VRAM yang memang hanya 100 MHz. Hanya saja, hadirnya sistem pendingin Hybrid yang digunakan graphic card Devil Series ini mampu menahan panas GPU Grenada XT (Rebrand dari Hawaii XT) jauh lebih baik dibandingkan versi reference. Berkat sistem pendingin tersebut suhu graphic card ini relatif stabil di angka tidak melebihi 52 °C saat full-load. Hasil ini bahkan jauh lebih baik dari PowerColor R9 390X PCS+ yang memiliki suhu full-load di angka 80 °C. Namun untuk urusan konsumsi daya, meningkatnya clock speed membuat peningkatan konsumsi di graphic card ini juga cukup drastis, mencapai 458 Watt saat full-load.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, Devil R9 390X ini menawarkan performa yang cukup baik, serta pengguna komponen berkualitas tinggi dan sistem pendingin hibrida yang menawarkan suhu kerja yang minimal akan menjamin durabilitas graphic card ini sehingga Anda akan merasa aman berlama-lama bermain game. Bahkan kami rasa cukup sayang jika Anda memiliki kartu grafis ini tapi tak pernah mencicipi bermain game dengan resolusi 4K berdetil tinggi. Jadi untuk Anda yang ingin mencari graphic card yang dapat memainkan game AAA dengan resolusi 4K, ini adalah graphic card ber-GPU AMD terbaik yang dapat Anda temukan.
Kelebihan:
- Sistem pendingin hibrida membuat suhu terjaga.
- Desain menarik.
- Performa memuaskan.
- Hening.
- Graphic card ini relatif pendek.
Kekurangan:
- Peningkatan clock speed terlalu rendah (mengingat telah menggunakan sistem pendingin carian).
- Desain Devil Series yang tak terlalu terasa.
- Butuh tempat untuk mounting radiator 12 cm.
- Konsumsi daya tinggi.
- Konektor HDMI dan DP terlalu sedikit.
















