Review Sennheiser Momentum On Ear: Desain Portable, Suara Jempolan

Author
Irham
Reading time:
October 11, 2015

Using Experience

Kami menguji headphone Sennheiser Momentum On Ear untuk merasakan pengalaman dalam mendengarkan musik, baik dari kenyamanan penggunaan maupun kualitas suara yang diberikan. Untuk hal pertama, kami akan membahas mengenai kenyamanan penggunaan dari Sennheiser Momentum On Ear. Headphone ini memiliki headband yang terbuat dari material metal stainless, yang memilki daya pegas yang cukup kuat untuk menekan cup headphone ke telinga pengguna. Ini tentunya memberikan kesan kokoh saat headphone dikenakan. Selain itu, dengan posisi earcup yang menekan ke daun telinga, suara yang dihasilkan juga lebih kedap sehingga detail suara dari dalam driver tidak terganggu oleh bising dari luar. Namun untuk penggunaan dalam waktu yang cukup lama hingga diatas 2 jam, nampaknya headphone ini membuat pengguna sedikit merasa pegal. Tetapi secara umum, baik dari ukuran dan beban perangkat telah cukup sesuai. Tidak terlalu ringan ataupun
berat.

112
Pengujian produk

Kami mencoba  beberapa jenis lagu untuk menguji kualitas suara dari headphone Momentum On Ear tersebut. Dan yang kami rasakan, karakter suara dari headphone ini cukup memiliki dominasi pada frekuensi bass. Ini berkat desain dari headphone dengan model on ear, headband yang menekan driver ke telinga menghasilkan suara bass yang berat menjadi begitu menonjol.

Terutama saat kami mendengarkan musik dengan genre EDM. Salah satu track yang kami coba yaitu lagu dari Zedd – Addicted to Memory (FLAC 44KHz, 1073 Kbps). Pukulan beat terdengar sangat menghentak dan seperti mengisi ke seluruh kepala. Dentuman bass merambat dengan dalam, membuat kita seolah sedang mendengarkan musik di dalam ruang studio dengan sound system subwoffer.

Namun di samping suara bass yang dominan, Sennheiser Momentum On Ear juga tetap memiliki detail yang sangat baik di frekuensi lain. Pada frekuensi yang tinggi, suara yang dihasilkan tidak pecah, dan semua terasa begitu jernih. Sehingga saat mendengarkan musik akustik, pengguna juga bisa dengan nyaman menikmati alunan petikan gitar. Untuk musik dengan instrumen manual (bukan tekno) seperti ini, pengguna akan mendapatkan kesan ‘real’ yang sangat baik.

Memutar musik menggunakan smartphone Android
Memutar musik menggunakan smartphone Android

Dengan model On-ear, dimana posisi driver dan housing headphone menekan ke telinga pengguna , pada headphone kebanyakan umumnya akan kurang memberikan spatial sound yang baik. Tapi di headphone Momentum On Ear Sennheiser ini, pelebaran stereo rupanya tetap optimal. Biasanya dengan driver yang menekan ke telinga pengguna, ambience musik akan kurang dinamis dan seperti berkumpul di tengah. Sementara pada headphone on ear berikut ini, kesan stereo yang megah tetap bisa dinikmati dengan baik.

132
Remote button pada kabel

Fitur remote pada kable juga bekerja dengan optimal, yaitu berfungsi untuk kontrol device saat melakukan panggilan suara, mengatur volume dan juga navigasi trek musik. Remote yang terletak pada kabel perangkat ini terbilang memiliki kompatibilitas yang baik pada semua perangkat smartphone terutama pada perangkat smartphone Android seperti Samsung, Sony, LG hingga Xiaomi.

 

Kesimpulan

10

 

Sennheiser Momentum On Ear, sesuai namanya sangat memberikan momentum atau hentakan yang hebat di telinga pengguna. Terutama untuk urusan bass, headphone ini terbilangcukup sempurna. Coba saat mendengarkan musik bergenre R&B atau EDM, frekuensi bass yang memenuhi pendengaran akan memuaskan Anda. Frekuensi lain juga tetap dengan detail terbaik, sehingga mendengarkan jenis musik apapun tetap nyaman ditelinga.

Selain kualitas suara yang jempolan, desain lipat dari headphone ini memiliki portabilitas yang tinggi. Di hadirkan dengan kemasan yang elegan, membuat pengguna mudah membawanya berpergian dan tentunya juga penuh gaya.

Produk ini dibanderol dengan harga 3,6 juta rupiah. Produk ini hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu Black, Silver dan Ivory.

 

Kelebihan:

– Desain lipat untuk portabilitas

– Kualitas suara sangat baik, Bass dominan, namun tetap detil di frekuensi lain

Kekurangan:

– Penggunaan dalam waktu lama akan membuat telinga terasa pegal

Spec:

Impedance: 18 Ω

Audio transmission range: 16–22,000 Hz

Load rating: 200 mW

Ear coupling: Supraaural

Cable length: 1.4 m

Weight: 160 g (including remote)

Sound pressure level (SPL): 112 dB at 1 kHz (1 kHz/1 Vrms)

Total harmonic distortion (TDC): < 0.5% at 1 kHz (1 kHz, 100 dB SPL)

Contact pressure: approx. 3.2 N

Jack plug: 3.5 mm with angled plug

Transducer principal: Dynamic, closed

Harga: 3,6 juta

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…

Gaming

April 1, 2026 - 0

Tanggal Rilis Lords of the Fallen 2 Tak Sengaja Terungkap

Akibat terlalu bersemangat, tanggal rilis Lords of the Fallen 2…
April 1, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Kuasai Pasar Inggris Berkat Pokemon Pokopia

Nintendo Switch 2 perlihatkan dominasi di Inggris dengan lebih dari…
April 1, 2026 - 0

Disney Diklaim Tertarik Untuk Membeli Epic Games

Senior Executives di Disney dikabarkan tertarik untuk membeli Epic Games,…
April 1, 2026 - 0

Rumor: Warhorse Studios Diklaim Kembangkan Game LOTR Baru

Kreator dari salah satu RPG terbaik Kingdom Come: Deliverance, Warhorse…