Review Film The Good Dinosaur

Di pelajaran sekolah, mungkin Anda pernah diberitahu bahwa jutaan tahun lalu sebelum dihuni oleh manusia, Bumi ini dihuni oleh berbagai hewan raksasa yang kerap disebut sebagai “dinosaurus”. Namun karena berbagai bencana dan salah satunya meteor yang jatuh ke planet ini, maka dinosaurus pun telah punah dan kini menjadi fosil bersejarah. Tapi, bagaimana jika seandainya meteor tersebut ternyata tidak jadi jatuh ke Bumi dan membumihanguskan spesies dinosaurus ini?
The Good Dinosaur mengisahkan bagaimana ratusan juta tahun lalu, alih-alih jatuh ke Bumi ternyata meteor tersebut hanya “numpang lewat”, sehingga spesies dinosaurus pun masih hidup bahkan jutaan tahun berikutnya. Yang cukup unik, di film ini dinosaurus seolah digambarkan sebagai “manusia” yang memiliki keluarga serta memiliki pekerjaan seperti misalnya seorang pemilik pertanian.

Terdapat Henry dan Ida, pasangan dinosaurus jenis Apatosaurus yang memiliki sebuah pertanian dan dikaruniai tiga anak dinosaurus yang bernama Libby, Buck, dan Arlo. Berbeda dengan dua kakaknya, Arlo memiliki sifat penakut. Untuk bisa mengatasi rasa takut tersebut, sang ayah pun kemudian memberikan semangat sekaligus pekerjaan kepada Arlo untuk menjaga lumbung jagung mereka yang kerap dicuri oleh maling yang tidak diketahui asal-usulnya. Dalam penjagaannya, Arlo berhasil menangkap maling tersebut yang ternyata adalah seorang anak manusia gua. Tidak tega, Arlo pun membebaskannya sehingga ayahnya menyuruh Arlo untuk memburunya bersama, tetapi sebuah petaka jatuh karenanya.
Setelah petaka tersebut, Arlo menemukan kembali si maling dan mengejarnya, hanya untuk jatuh ke sungai dan pergi mengalir jauh dari rumahnya. Dalam upaya untuk bisa kembali ke rumah, Arlo pun akhirnya terpaksa bertualang bersama si manusia gua, Spot, serta menemukan beragam jenis dinosaurus lain yang baik maupun jahat. Mampukan Arlo dan Spot bisa menemukan kembali rumah mereka?
Kualitas Animasi Tinggi, Plot Cerita Biasa Saja

Disney Pixar sudah tidak diragukan lagi kemampuannya untuk bisa menampilkan segi visual memukau. Sepanjang film, penonton disuguhkan beragam pemandangan indah, mulai dari gunung, lembah, peraian, hingga padang rumput. Seolah, beragam pemandangan tersebut adalah nyata ada di dunia aslinya. Setiap pemandangan dan visual lainnya memiliki detil yang tidak kalah baiknya, penonton bisa melihat seperti apa kulit serta sisik yang dimiliki oleh Arlo, begitu juga bercak-bercak yang terdapat dalam muka Spot. Dalam film ini, nampaknya Disney Pixar seperti hendak memamerkan kemampuan dan keahlian mereka dalam mengemas segi visual dan animasi.

Animasi tingkat tinggi, sayangnya plot kisah terasa begitu standar cenderung biasa saja. Memang, penyampaian pesan dan emosi dalam film ini disederhanakan karena target penontonnya memang lebih kuat untuk anak-anak. Walau begitu, seperti kebanyakan film anak-anak, premis “yang baik mengalahkan yang jahat” atau “percaya diri untuk bisa menghadapi tantangan” terasa sangat kuat di sini sehingga film terasa tidak jauh berbeda dengan film anak-anak lainnya karena plot kisah sejenis ini kelewat umum digunakan. Walau begitu The Good Dinosaur sendiri masih bisa dinikmati oleh orang dewasa sekalipun karena penyampaian pesan yang sederhana tersebut. Tidak ada salahnya untuk mengajak buah hati Anda untuk menonton The Good Dinosaur bersama-sama, mengingat pesan yang disampaikan juga cukup berguna sebagai bahan pembelajaran anak-anak.

Tanggal rilis: 26 November 2015
Genre: Animasi
Durasi: 100 menit
Sutradara: Peter Sohn
Pengisi suara: Raymond Ochoa, Jack Bright, Sam Elliott, Anna Paquin, A. J. Buckley, Jeffrey Wright, Frances McDormand, Steve Zahn
Studio: Walt Disney Pictures, Pixar Animation Studios














