Qualcomm Snapdragon 820: Prosesor Smartphone Terbaik?
SoC
Prosesor modern sudah bukan seperti prosesor masa lalu. Saat ini, kata “prosesor” umumnya mengacu ke arah SoC atau System on Chip. Jadi, dapur pacu smartphone, tablet dan komputer ini umumnya sudah merupakan gabungan antara prosesor dan komponen-komponen lainnya. Komponen lain tersebut umumnya adalah sistem grafis, sistem audio, dan pengendali memori. Untuk smarpthone/tablet bahkan modul modem, GPS, pengolah gambar, Bluetooth, WiFi, bisa digabung menjadi satu dalam SoC. Salah satu produsen SoC terkemuka saat ini adalah Qualcomm.

Qualcomm terkenal sebagai produsen SoC smartphone kelas atas. Berawal dari core prosesor kencang, sistem grafis kelas atas, dan dilengkapi dengan modem, modul GPS, dan beragam modul konektivitas kelas atas lainnya, SoC Qualcomm untuk smartphone sudah terkenal sebagai “otak” dari beragam smartphone dan tablet kelas atas.
Sony Xperia Arc (2009) yang terkenal dengan performa dan kemampuan kameranya adalah salah satu smartphone yang mendefinisikan arti “kelas atas” di kalangan smarpthone Android, menggunakan SoC Qualcomm. Hingga saat ini Sony tetap menggunakan SoC Qualcomm untuk semua smartphone kelas teratasnya. Nyaris semua smartphone dan phablet Samsung kelas teratas memanfaatkan SoC Qualcomm, terutama yang menggunakan konektivitas 4G/LTE. LG G2, G3, dan G4 yang terkenal sebagai smartphone kelas atas pun memanfaatkan SoC Qualcomm teratas.
Custom Core Qualcomm: Ciri Khas yang Unik
Keunikan SoC Qualcomm berawal dari custom core mereka. Memanfaatkan arsitektur ARM, Qualcomm adalah salah satu dari segelintir produsen SoC yang diijinkan untuk merancang sendiri sisi prosesor dari SoC-nya. Produsen yang tidak memiliki ijin tersebut akan “terpaksa” menggunakan prosesor ARM Cortex yang dirancang oleh ARM sendiri, sebagai pemegang lisensi teknologi. Hal ini yang membuat produsen SoC seperti MediaTek dan Samsung (Exynos) menggunakan ARM Cortex di dalam SoC-nya.
Custom core Qualcomm seperti Krait pada Snapdragon 600 dan 800, memiliki keunggulan yang mampu mengatasi limitasi dari sistem big.LITTLE yang digunakan ARM sendiri. Sebuah core Krait mampu bekerja dengan kecepatan rendah untuk menghemat daya dan meningkatkan performa sangat jauh saat dibutuhkan. Hal tersebut belum dapat dicapai oleh ARM Cortex hingga saat ini.
Selain kemampuan scaling tersebut, SoC Qualcomm pun dilengkapi dengan modem dan modul konektivitas yang selalu terkini dan tercanggih. Hal ini yang membuat banyak produsen smartphone “terpaksa” menggunakan SoC Qualcomm seperti Snapdragon untuk smarphone terbaik mereka.

Snapdragon 800 Series:
SoC Snapdragon kelas teratas saat ini adalah Snapdragon seri 800. SoC ini adalah yang terbanyak digunakan oleh smartphone dantablet kelas atas. Performa tinggi dan kelengkapan tercanggih adalah keunggulan utamanya.
Snapdragon 800, 801, 805: Penguasa Smartphone Kelas Atas
Snapdragon 800 hadir dengan core bernama Krait. Memanfaatkan proses fabrikasi 28nm pertama untuk jajaran prosesor Qualcomm, Krait menawarkan performa tertinggi untuk prosesor 32-bit di masanya. Modul WiFi ac, GPS akurat, dan modem 4G/LTE tersertifikasi membuat jajaran SoC Snapdragon 800, 801, dan 805 mudah ditemui dalam jajaran smartphone kelas teratas. Mungkin satu-satunya yang membuat jajaran SoC ini pudar masa jayanya adalah datangnya Android 5.0 (Lollipop) yang memperkenalkan dukungan 64-bit. Trend 64-bit membuat Qualcomm harus menggantikan SoC kondang ini dengan seri yang lebih baru, dan tentunya mendukung OS 64-bit.

Snapdragon 808 dan 810: Kelas atas, Tapi…
Dalam rangka memenuhi permintaan pasar dan pesatnya perkembangan teknologi, Qualcomm memperkenalkan Snapdragon 810 dan 808. Kedua SoC kelas atas ini memiliki kemampuan menjalankan OS 64-bit. Sama dengan SoC seri 800 terdahulu, kedua SoC kelas atas ini juga dilengkapi dengan semua fitur-fitur teratas dan terkini. Produsen smartphone kembali menggunakan SoC seri 800an ini untuk produk teratas mereka. Akan tetapi, kali ini kondisinya berubah.
Qualcomm menghadapi persaingan yang berat saat memasarkan Snapdragon 808 dan 810. Pesaingnya sudah mulai menerima sertifikasi untuk modem 4G/LTE. Ini membuat MediaTek dan Samsung bisa menjadi pilihan produsen smartphone 4G/LTE kelas atas. Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir, Qualcomm menggunakan core prosesor yang bukan dibuatnya sendiri. Snapdragon 808 dan 810 menggunakan core dari ARM Cortex dengan teknologi big.LITTLE. Performa SoC ini tidak sesuai dengan yang diharapkan banyak pihak. Samsung Exynos mampu melampaui performanya, sementara isu overheating bermunculan, terutama untuk seri 810 (8 core). Meski tetap tergolong kelas atas, jelas bahwa keduaSoC ini tidak terlalu sukses menjadi kebanggaan Qualcomm.

Snapdragon 820: Menjanjikan Kembalinya Sang Raja
Qualcomm telah mengumumkan Snadragon 820. SoC yang belum digunakan oleh produsen manapun saat tulisan ini dibuat, menjanjikan hadirnya kembali masa jaya SoC Qualcomm. Berdasarkan spesifkasi awalnya, Qualcomm akan menghadirkan custom core terbaru mereka, Kryo. Hal ini membuat Qualcomm tidak perlu menggunakan 6-8 core seperti sebelumnya. Rencananya Snadragon 820 akan kembali menggunakan 4 core saja. Keempat core ini dijanjikan bisa berhemat daya hingga rendah sekali, sekaligus mengerjakan pekerjaan berat dengan cepat saat dibutuhkan.
- Kryo CPU: 2X Lebih Kencang, 14nm
- RAM: LPDDR4 1866 Dual-channel
- DSP Hexagon 680: Lebih irit, sensor selalu siaga
- X12 LTE: Upload dan Download lebih kencang, CAT12
- GPU Adreno 530: 40% Lebih kencang dibandingkan Adreno 430
- Spectra Camera ISP: Hingga 25 megapixel dan image 14-bit
- Advanced WiFi: 802.11ad dan 2×2 MU-MIMO
- LTE-U: Kombinasi mobile broadband dan WiFi
- Quick Charge 3.0: 4X lebih cepat dibandingkan charger biasa

Sejauh mana janji Qualcomm ini akan terpenuhi, tentu sangat bergantung pada produk akhirnya. Dalam rangka penampilan pertama Snapdragon 820 di Asia (sebuah acara khusus di Beijing, China), team Jagatreview akan segera menghadirkan liputan lengkap seputar SoC baru ini. Rencananya, kami akan menyuguhkan teknologi arsitektur hingga benchmark-nya! Jadi nantikan artikel berikutnya ya.












