Amerika Larang Samsung Jual Piranti Lama

Author
Cerira
Reading time:
January 21, 2016
Samsungs-Galaxy-Nexus-smartphones

Perseteruan seputar hak paten antara Samsung dan Apple nampaknya belum berakhir. Di negara Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara asal Apple, Samsung baru saja dikenakan sanksi baru dimana perusahaan asal Korea Selatan tersebut dilarang untuk menjual piranti seri lama milik mereka di negara Paman Sam tersebut.

Belum lama inipengadilan Amerika Serikat menemukan bukti sejumlah pelanggaran paten yang dilakukan Samsung terkait dengan tiga hak paten milik Apple, yakni quick link, slide-to-unlock, dan automatic word correction . Samsung kemudian diberi sanksi denda dan harus membayar uang sekitar $548 juta kepada Apple atas pelanggaran yang dituduhkan.

Dan kini hakim distrik Amerika Serikat, Lucy Koh, yang selama ini berurusan kasus  perseteruan hak paten antara kedua raksasa teknologi tersebut selama beberapa tahun belakangan ini membuat keputusan baru, yakni pelarangan permanen bagi Samsung untuk menjual piranti lamanya tersebut di Amerika Serikat.

Adapun piranti-piranti yang dilarang untuk dijual di Amerika Serikat tersebut sebagian besar merupakan piranti yang sudah tidak tersedia seperti Samsung Admire, Galaxy Nexus, Galaxy Note, Note 2, Galaxy S2, Galaxy S2 Epic 4G Touch, Galaxy S2 Skyrocket, Galaxy S3 dan Samsung Stratosphere. Nampaknya di piranti-piranti tersebut merupakan piranti Samsung yang ditengarai ditemui adanya pelanggaran hak paten milik Apple.

Sebelumnya hakim Lucy Koh pernah menolak untuk melarang penjualan piranti Samsung seperti yang diminta oleh Apple, dan memilih untuk memberi Apple kompensasi lebih dari $1 milyar sebagai ganti rugi kerusakan. Fakta bahwa mayoritas dari piranti-pirant i yang dilarang untuk dijual tersebut merupakan piranti lama yang sudah tidak dijual lagi, nampaknya ini hanya akan mempengaruhi sedikit terhadap bisnis smartphone Samsung di Amerika Serikat.

Samsung sendiri menyatakan kekecewaannya pada keputusan tersebut namun mengatakan bahwa itu tidak akan terlalu mempengaruhi konsumennya di Amerika. Dalam penyataannya, Samsung menyatakan bahwa ini hanya contoh lain dari Apple yang menyalahgunakan sistem hukum untuk menciptakan preseden hukum yang buruk yang bisa membahayakan pilihan konsumen untuk generasi yang akan datang.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 19, 2026 - 0

God of War: Sons of Sparta Dapatkan Skor Metacritics Terendah di Franchise Itu

God of War: Sons of Sparta ternyata menemui nasib yang…
February 19, 2026 - 0

Replaced Kembali Ditunda Tanggal Rilisnya

Game indie metroidvania 2.5D Replaced kembali umumkan penundaan rilis, kali…
February 19, 2026 - 0

Pemain Rainbow Six Siege Diteror Exploit Yang Tutup Layar Dengan Gambar

Pemain Rainbow Six Siege kembali menjadi korban dari exploit, yang…
February 19, 2026 - 0

Website Resmi Highguard Down Pasca Restrukturisasi Wildlight Entertainment

Setelah restrukturisasi yang terjadi di badan studio Wildlight Entertainment, website…