Direct Release: Cisco Annual Security Report Mengungkapkan Penurunan Keyakinan Defender atau Pelindung dan Peningkatan Dampak dari Serangan Industrial

Reading time:
January 21, 2016
cybersecurity2015

Sejumlah bisnis membuat langkah dalam memajukan postur keamanan saat menghadapi serangan terus menerus yang menyalahgunakan peluang yang muncul akibat penuaan infrastruktur dan kebocoran data melalui extension browser               

JAKARTA, 21 Januari, 2016 – Cisco® Annual Security Report 2016, yang meneliti ancaman intelijen dan tren cybersecurity, baru saja diluncurkan dan salah satu temuannya mengungkapkan bahwa hanya 45 persen dari organisasi di seluruh dunia yang memiliki keyakinan penuh atas postur keamanan mereka terutama karena saat ini serangan cyber sudah semakin canggih, berani, dan tangguh.

Ketika pimpinan perusahaan meragukan kekuatan keamanan mereka, 92 persen dari mereka mengakui bahwa pembuat regulasi maupun para investor berharap perusahaan mampu menangani  risiko serangan cybersecurity. Oleh karena itu, para pemimpin ini meningkatkanlangkah-langkah pencegahan untuk mengamankan masa depan organisasi mereka, terutama seiring dengan proses digitalisasi dari operasi mereka.

Laporan ini menggarisbawahi tantangan yang dihadapi bisnis akibat perkembangan pesat serangan cyber. Para hacker semakin seringmemanfaatkan sumber legal dalam melancarkan operasi yang efektif demi mendapatkan keuntungan. Selain itu, serangan langsung pelaku kriminal cyber, hanya dengan memanfaatkan ransomware, mampu mengantongi $34.000.000 per tahun, per operasi. Pelaku pun terus beroperasi tanpa mampu dibatasi ruang geraknya oleh regulasi.

Para pelaku bisnis melakukan perlawanan terhadap tantangan keamanan yang menghalangi kemampuan mereka untuk mendeteksi, mengurangi, dan memulihkan diri dari serangan cyber yang dilakukan oleh masyarakat umum maupun profesional. Infrastruktur yang semakin tua serta praktek dan struktur organisasi yang usang membahayakan mereka.

Penelitian ini meningkatkan kesadaran global untuk menciptakan kolaborasi yang lebih besar dan investasi dalam proses, teknologi, sertasumber daya manusia dalam rangka berlindung dari musuh yang handal.

Temuan Penelitian Teratas

  • Menurunnya kepercayaan diri, meningkatkan transparansi: Berdasarkan survei, kurang dari separuh dari pelaku bisnis memiliki keyakinan tinggi atas kemampuan mereka dalam menentukan ruang lingkup network compromise dan remediasi atau pemulihan akibat kerusakan. Akan tetapi, mayoritas eksekutif keuangan dan bisnis sepakat bahwa regulator serta investor berharap perusahaan akan memberikan transparansi yang lebih besar berkaitan dengan risiko cybersecurity di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian perusahaan terhadap keamanan cyber semakin meningkat.
  • Infrastruktur yang Semakin Tua: Dari tahun 2014 hingga 2015, jumlah organisasi yang mengaku bahwa infrastruktur keamanan mereka telah ter-update menurun sebanyak 10 persen. Survei menemukan bahwa 92 persen dari perangkat yang digunakan untuk mengakses Internet berjalan dengan kerentanan yang telah diketahui. Tiga puluh satu persen dari seluruh perangkat yang telah dianalisis tidak lagi didukung atau dikelola oleh vendornya.
  • UKM berpotensi sebagai titik lemah: Seiring semakin banyak perusahaan melihat lebih dekat pada supply chain mereka dan kemitraan usaha kecil, mereka menemukan bahwa organisasi ini menggunakan proses dan alat pertahanan ancaman lebih sedikit. Misalnya, dari 2014 hingga 2015 jumlah UKM yang menggunakan keamanan web turun lebih dari 10 persen. Hal ini menunjukkan potensi risiko terhadap perusahaan yang dikarenakan oleh kelemahan struktural.
  • Outsourcing meningkat: Sebagai bagian dari tren untuk mengatasi kekurangan sumber daya, perusahaan dari berbagai ukuran menyadari keuntungan dari menggunakan jasa outsourcing untuk mengimbangi portofolio keamanan mereka. Ini meliputi konsultasi, audit keamanan, dan respon insiden. UKM, yang seringkali kekurangan sumber daya untuk postur keamanan yang efektif, tengah memperbaiki pendekatan keamanan mereka, sebagian dengan cara outsourcing. Angka penggunaan outsourcing ini meningkat hingga 23 persen pada tahun 2015, lebih tinggi dari tahun sebelumnya sebesar 14 persen.
  • Pergeseran aktivitas server: Pelaku kriminal cyber telah beralih ke compromised server atau server yang telah dibobol, seperti server yang digunakan WordPress, demi mendukung serangan mereka dengan memanfaatkan platform media sosial untuk tujuan jahat. Sebagai gambaran, jumlah domain WordPress yang digunakan oleh pelaku kriminal cyber tumbuh sebanyak 221 persen dari Februari hingga Oktober 2015.
  • Kebocoran data berbasis Browser: Walaupun sering dipandang sebagai ancaman tingkat rendah oleh tim keamanan, extension browser berbahaya berpotensi untuk menjadi sumber kebocoran data yang telah membuat lebih dari 85 persen perusahaan merasakan dampaknya. Adware, malvertising, dan bahkan situs umum atau kolom obituari telah menyebabkan terjadinya pelanggaran keamanan pada mereka yang tidak memperbarui perangkat lunak secara teratur.
  • DNS blind spot: Hampir 92 persen dari malware yang telah diketahui jahat ditemukan menggunakan DNS sebagai kemampuan utama mereka. Ini seringkali menjadi “blind spot” keamanan mengingat tim keamanan dan ahli DNS biasanya bekerja dalam kelompok IT yang berbeda dalam perusahaan dan jarang berinteraksi.
  • Waktu deteksi lebih cepat: Estimasi industri dalam hal waktu deteksi sebuah tindak kriminal cyber masih sulit untuk diterima, yaitu antara 100 hingga 200 hari. Cisco telah jauh mengurangi angka ini dari 46 jam menjadi 17,5 jam, sejak Cisco Midyear Security Report 2015 dirilis. Mengurangi waktu deteksi telah terbukti meminimalisir kerusakan akibat serangan cyber, menurunkan risiko dan dampak terhadap pelanggan dan infrastruktur di seluruh dunia.
  • Kepercayaan itu penting: Dengan meningkatnya organisasi yang mengadopsi strategi digitalisasi untuk operasi yang mereka lakukan; volume data gabungan; perangkat; sensor maupun layanan, kebutuhan baru pun muncul berkaitan dengan transparansi, kepercayaan, dan akuntabilitas untuk pelanggan.

 

Untuk salinan lengkap dari laporan Cisco Annual Security Research 2016, dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang rekomendasi Cisco atas  apa yang bisa dilakukan pelaku bisnis dalam mengatasi risiko yang ada, klik di sini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…
October 29, 2026 - 0

Capcom Matikan Server Street Fighter V Demi Atasi Masalah Keamanan

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di…