Hands-On Review Router D-Link DIR-890L
Penggunaan

Begitu kami menghidupkan router DIR-890L ini dan masuk ke menu konfigurasi di dalamnya, kami langsung menemukan satu perbedaan besar antara router ini dengan beberapa produk D-Link lain yang pernah hadir ke lab. pengujian kami. D-Link menggunakan desain user interface baru untuk menu konfigurasi. User interface baru ini menggunakan warna dasar putih dan memberikan kesan sederhana. Cukup disayangkan, kesan sederhana ini sangat bertolak belakang dengan desain fisik unik yang diusung bodi router ini dan juga posisinya sebagai produk terbaik dari D-Link untuk saat ini.
DIR-890L mendukung tri-band, dua band 5 GHz dan satu band 2.4 GHz, dengan data rate total 3200 Mbps. Dua band 5 GHz yang ada masing-masing menawarkan data rate 1300 Mbps, dan satu band 2.4 GHz menawarkan data rate hingga 600 Mbps. Router ini belum menawarkan fitur MU-MIMO, tetapi hal itu seharusnya bisa sedikit dikompensasi dengan tersedianya dua band 5 GHz.

Seperti kebanyakan router modern lain, D-Link DIR-890L ini dilengkapi dengan fitur konfigurasi awal otomatis yang tentunya akan sangat membantu pengguna. Selain konfigurasi awal, router ini juga menawarkan kemudahan lain, yaitu dalam fitur Smart Connect. Fitur ini secara otomatis menempatkan perangkat yang menghubungkan diri dengan jaringan WiFi dari router ini ke dalam band yang sesuai dari tiga band yang tersedia. Pengguna yang tidak memiliki pengetahuan terkait WiFi tentunya akan mendapatkan kemudahan dari hadirnya fitur ini. Namun, untuk pengguna yang ingin melakukan konfigurasi secara manual, tersedia juga opsi untuk menonaktifkan fitur ini.



Ketika Smart Connect dinonaktifkan, pengguna bisa mengatur secara manual SSID untuk ketiga band yang tersedia. Terdapat juga opsi untuk membuka Guest Zone, WiFi khusus dengan berbagai batasan yang bisa diberikan untuk tamu yang berkunjung. Satu hal yang menarik, Smart Connect juga berlaku di Guest Zone. Ketika Smart Connect tidak aktif, pengguna akan mendapatkan pengaturan untuk tiga buah Guest Zone, satu untuk masing-masing band. Sayangnya, opsi pengaturan untuk Guest Zone ini sangatlah terbatas pada ijin akses Internet saja.

Router DIR-890L ini dilengkapi dengan dua mode operasi, yaitu Router Mode dan AP Mode. Anda bisa dengan mudah mengubah mode operasi dari router ini melalui menu yang tersedia. Hanya saja, untuk sebuah router tri-band, mode operasi yang ditawarkan oleh DIR-890L ini bisa dikatakan minim. Tidak terlihat opsi pemanfaatan dual-band 5 GHz lain, misalnya untuk wireless bridge antara 2 router dengan kapabilitas 5 GHz.


D-Link menghadirkan fitur yang disebut sebagai SharePort di router DIR-890L ini. Fitur ini merupakan paket fitur file sharing dari storage USB yang terpasang di router ke jaringan lokal. Pengguna bisa mengakses file-file di dalam storage yang terpasang melalui browser di PC atau smartphone Android dan iOS dengan memanfaatkan aplikasi khusus. Tersedia juga fitur DLNA Server untuk membagi file multimedia ke perangkat yang telah mendukung DLNA.
Serupa beberapa router keluaran baru mereka, DIR-890L ini juga dilengkapi dengan fitur myDLink, yang memungkinkan akses router dari luar jaringan lokal. Pengguna bisa melakukan pengaturan beberapa hal dan juga pemantauan kondisi jaringan lokal, dari smartphone Android atau iOS mereka. Selain itu, fitur ini juga bisa dikombinasikan dengan SharePort sehingga pengguna bisa mendapatkan sebuah personal cloud storage.
Satu hal yang cukup disayangkan, penempatan port USB 2.0 dan USB 3.0 di bagian belakang perangkat membuat pengguna akan mengalami kesulitan dalam memasang storage berbasis USB. Terlebih lagi, ukuran perangkat yang cukup besar dan bagian atas yang tidak rata akan menyulitkan penempatan storage berupa HDD eksternal, terutama bila pengguna menempatkan router ini di ruang yang cukup sempit. Tidak adanya penanda lokasi port USB 2.0 dan USB 3.0 juga akan sedikit merepotkan pengguna, misalnya untuk memasang HDD eksternal ke port USB 3.0.

User interface baru dari D-Link ini juga mengusung fitur QoS (Quality of Service) baru yang mudah digunakan. Pengguna bisa mengatur prioritas penggunaan resource jaringan untuk perangkat-perangkat yang terhubung dengan menggunakan sistem drag-and-drop. Daftar perangkat akan muncul di halaman pengaturan dan pengguna bisa menariknya langsung ke kolom-kolom yang tersedia. Sayangnya, jumlah kolom prioritas tidak bisa diubah sesuai kebutuhan pengguna.

Beberapa fitur keamanan yang umum dijumpai di router kelas rumahan juga tersedia di router ini. D-Link menyediakan fitur Firewall sederhana dan Website Filter yang terbilang mudah digunakan. D-Link juga menyediakan fitur update firmware secara otomatis.
Sebagai sebuah router kelas atas, pengguna tentu saja mengharapkan D-Link menyertakan banyak fitur tambahan di router DIR-890L ini. Cukup disayangkan, D-Link ternyata tidak melakukan hal tersebut. Fitur-fitur yang disertakan terbilang cukup standar untuk sebuah router kelas atas. Fitur-fitur tersebut bahkan dengan mudah ditemukan di berbagai produk router dari kelas di bawahnya, baik dari D-Link maupun merek-merek lain.

Selama pengujian router yang satu ini menampilkan kestabilan dan jangkauan yang baik. Ketika digunakan secara terus menerus, router ini memang menghasilkan suhu panas yang cukup tinggi, tetapi masih bisa dikatakan berada dalam batas wajar. Kami juga tidak merasakan adanya gangguan performa yang disebabkan oleh panas tersebut.
Kesimpulan
(+) Desain unik & menarik
(+) Tri-band (2x 5 GHZ & 1x 2.4 GHz) dengan data rate hingga 3200 Mbps
(+) Antena eksternal
(+) Port USB 3.0
(+) User interface baru yang memudahkan konfigurasi
(+) FItur konfigurasi otomatis, Smart Connect, dan Guest Zone
(+) Share Port dan integrasi dengan myDLink
(+) Pengaturan QoS dengan tampilan menarik
(+) Tidak ada masalah kestabilan perangkat
(-) Antena eksternal tidak bisa dilepas
(-) Dimensi terlalu besar
(-) Tombol di bagian belakang sulit dijangkau
(-) Tidak ada penanda lokasi port dan tombol di bagian belakang router
(-) Bahan bodi membuatnya mudah terlihat kotor oleh bekas minyak di tangan
(-) Tidak ada informasi bantuan di menu konfigurasi
(-) Mode operasi terbatas hanya router dan access point
(-) Port USB 2.0 dan USB 3.0 sulit dijangkau
(-) Tidak ada tombol ‘eject’ untuk perangkat USB, baik secara fisik maupun virtual
(-) Minim fitur tambahan

Router kelas atas dari D-Link ini menawarkan performa tinggi, dengan tri-band dan data rate mencapai 3200 Mbps. Hanya saja, untuk fitur, router ini bisa dikatakan sangat kurang. Bila Anda memang tidak membutuhkan fitur tambahan, seperti fitur pendukung download file dari dalam router, atau dukungan untuk USB Modem, Anda mungkin akan menyukai router DIR-890L ini.
Ukuran besar dari router ini, serta desain yang diusungnya, membuatnya memiliki kesan gagah, unik, nan menarik. Namun, dari sisi penempatan dan penggunaan, ukuran besar dan desain tersebut justru menghadirkan sedikit masalah, terutama bila pengguna sering mengakses port dan tombol yang ada di belakang router. Untuk memastilkan pengalaman penggunaan terbaik dari router ini, sangat disarankan untuk menempatkannya di tempat terbuka dengan ruang yang cukup lebar di sekitarnya.
User interface baru yang disertakan oleh D-Link, walaupun kurang mencerminkan garangnya performa dari router DIR-890L ini, cukup nyaman digunakan dan menawarkan kemudahan konfigurasi ke pengguna. Sedikit kekurangan di user interface baru ini adalah tidak adanya informasi bantuan untuk penjelasan opsi-opsi konfigurasi yang ada. Hal ini mungkin akan sedikit merepotkan pengguna yang belum terbiasa dengan istilah-istilah jaringan dan penamaan fitur yang ada.
Secara keseluruhan, DIR-890L ini tetaplah sebuah router yang menarik, dengan kestabilan yang baik dan juga jangkauan yang luas.















