Review: Gigabyte Z170-HD3 DDR3

Reading time:
January 13, 2016

The Board

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_5

Tema serba hitam dengan sedikit aksen kuning pada label penamaannya memang telah menjadi ciri khas motherboard Gigabyte Ultra Durable Series sejak motherboard 9 Series. Memang kombinasi ini cukup memberikan Ultra Durable Series dari Gigabyte penyegaran. Gigabyte Z170-HD3 DDR3 hadir dengan form factor ATX berdimensi 305mm x 199mm. Ya! memang sedikit lebih ramping ketimbang motherboard berform factor Full ATX, namun Anda tetap bisa menggunakan casing ATX pada motherboard ini bahkan pada casing ATX yang berukuran kecil.

Meski lebih ramping, kami tak melihat sedikitpun pengurangan fitur di motherboard ini. Layout motherboard ini juga cukup menarik, kami melihat Anda tak akan kesulitan memasangkan konektor kabel power supply ataupun konektor yang lainnya.

 

 

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_15 Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_13

Motherboard Z170-HD3 DDR3 ini hadir dengan 6-phase power design dan dibekali dengan heatsink untuk MOSFET yang besar dan kokoh. Sayang pemilihan push-pin untuk memasangkan heatsink tersebut membuatnya terlihat kurang kokoh menempel di motherboard. Menariknya, meski motherboard ini berukuran lebih ramping area di sekeliling soket CPU cukup luas dan akan memudahkan Anda saat memasangkan pendingin CPU pihak ketiga yang berukuran besar.

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_16

Terdapat empat slot DIMM DDR3 yang didampingi oleh satu buah VRM. Keempat slot memori ini juga mendukung memori DDR3-3200 atau DDR3L-1866. Tapi kami belum tahu efek jangka panjangnya terhadap kontroler memori-nya karena Intel menyebutkan jika platform Skylake hanya mendukung DDR3L.
Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_9

Untuk slot ekspansi, motherboard ini  memiliki slot ekspansi yang beragam dan jumlahnya cukup memadai untuk sebuah motherboard terjangkau. Terdapat dua slot PCI-E x16 Gen3 yang membuat Anda dapat menggunakan konfigurasi multi-graphic pada motherboard ini. Sayangnya motherboard Z170-HD3 DDR3 hanya mendapatkan sertifikat multi-graphic CrossFire dari AMD, bukan berarti SLI tak akan berjalan di motherboard ini. Untuk aksesoris tambahan terdapat dua slot PCI-E x1 Gen3 dan dua buah slot PCI x1 yang di sediakan oleh chip ASMedia ASM1083 yang merupakan kontroler PCI-E x1 to 32-bit PCI bridge. Tersedianya slot PCI x1 ini membuat hardware-hardware lawas berantar muka PCI tetap Anda bisa gunakan di motherboard ini. Bersanding di bawah bersama serangkaian slot ekspansi ini tertanam chipset Intel Z170 yang bekali heatsink yang menurut kami cukup kecil ukurannya.
Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_11

Untuk perangkat media penyimpanan, motherboard ini menyediakan tiga slot SATA Express yang posisinya terletak secara horisontal sehingga Anda akan mendapatkan kabel managemen yang baik karena kabel SATA yang horisontal dapat lebih mudah disembunyikan. Ketiganya disuguhkan oleh chipset Intel Z170 dan dapat dikonfersi menjadi enam buah SATA3 6Gbps dan mendukung RAID 0/1/5/10 serta Intel Rapid Storage Technology.

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_14

Selain itu, meskipun ini adalah motherboard terjangkau, Gigabyte tak lupa menyematkan slot PCI-E M.2 x4. Secara teori hal ini membuat Anda dapat menikmati kecepatan transfer data hingga 32Gbps serta mendukung SSD SATA, PCI-E, dan PCI-E NVMe M.2. Pada slot PCI-E M.2 ini Anda dapat memasangkan SSD PCI-E M.2 dengan ukuran mulai dari 42 mm hingga 80 mm.
Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_10

Di bagian bawah, Anda akan menemukan beragam header internal yang mungkin berguna bagi Anda. Terdapat satu dari  tiga 4-pin PWM fan headers, clear CMOS jumper, dua header USB 2.0, header TPM , header LPT, header COM port, dan  header front panel audio. Terdapat juga header front panel yang dibekali kode warna yangmana akan mempermudah Anda menghubungkan kabel-kabel front panel yang menjemukan tersebut. Di atasnya Anda akan menemukan dua buah chip BIOS. Ya, fitur Dual BIOS membuat Gigabyte menyediakan dua chip BIOS, satu untuk BIOS utama dan satu untuk backup.

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_12

Gigabyte juga menyematkan dua header USB 3.0 di sisi kanan motherboard ini. Hadirnya dua header ini membuat Anda akan mendapatkan total delapan buah USB 3.0 pada motherboard ini (empat header internal, dua di panel belakang). Satu hal yang tak akan Anda temukan pada motherboard ini adalah tombol onboard. Tapi menurut kami hal tersebut dirasa dapat dimaklum karena ini bukan motherboard yang ditujukan untuk kebutuhan khusus seperti overclock dimana biasanya tombol-tombol onboard akan mempermudah mereka.

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_6

Gigabyte Z170-HD3 DDR3 memiliki konektor yang cukup beragam pada panel belakangnya. Meski tak terdapat port DisplayPort untuk output video Integrated Graphic Processor (IGP), port D-Sub, DVI dan HDMI telah cukup untuk menghubungkan dengan banyak monitor LED di pasaran. Ada juga konektor PS/2 kombo yang mendukung keyboard dan mouse lawas Anda. Port USB yang tersedia juga sangat memadai untuk sebuah motherboard terjangkau. Terdapat dua port USB 2.0 dan empat port USB 3.0, namun sayangnya port USB 3.1 harus absen dari motherboard terjangkau ini. Terdapat juga port audio 7.1 yang ditangani oleh chip audio Realtek® ALC887 codec.

Gigabyte_Z170_HD3_DDR3_8

Motherboard ini memang memiliki sistem audio yang ditangani oleh chip audio Realtek® ALC887 codec yang notabennya bukan chip audio unggulan dari Realtek. Namun untuk menutupi kekurangannya tersebut, Gigabyte tetap membekali motherboard ini dengan kapasitor audio dari pabrikan Nippon. Gigabyte juga mengisolasi bagian audio yang ditandai dengan LED yang memilik efek berdenyut saat motherboard digunakan.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Bodi Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 Form Factor Clamshell.…
March 16, 2026 - 0

Review Acer Swift X 14 AI 2026: Tipis, Ringan, Kenceng Buat Gaming, Editing Video dan Desain 3D!

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Keseluruhan bodinya…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…