Sony Gabung Network Entertainment dan PlayStation Dalam Satu Unit Bisnis

Sony mengumumkan perombakan terbaru di perusahaan tersebut dimana Sony melakukan resuffle dua divisi perusahaan utamanya, yakni Network Entertainment dan PlayStation. Kedua divisi yang sebelumnya terpisah tersebut kini digabung dalam satu unit bisnis. Tujuan Sony sendiri melakukan merger tersebut adalah untuk meningkatkan layanannya kepada konsumen.
Sony Interactive Entertainment menjadi divisi baru yang memayungi Sony Computer Entertainment yang merupakan unit bisnis PlayStation dan Sony Network Entertainment International yang merupakan unit bisnis networking. Adapun divisi baru ini sendiri didedikasikan Sony untuk para pengguna PlayStation dan akan mulai efektif pada 1 April mendatang. Dengan divisi baru ini maka semua unit bisnis yang sebelumnya milik SCE dan SNEI akan dikombinasikan ke dalam Sony Interactive Entertainment dimana kantor baru akan berlokasi di San Mateo, California.
SCE sendiri didirikan pada tahun 1993 dengan meluncurkan konsol video game original PlayStation. Sedangkan SNEI didirikan pada 2010 dengan fokus pada layanan network seperti PlayStation Network yang menghadirkan game online dan hiburan lain melalui PlayStation Store. Sebelumnya kedua divisi tersebut merupakan divisi terpisah namun kini keduanya akan berfungsi menjadi satu.
Divisi baru ini akan meliputi operasional untuk hardware, software, konten dan layanan network. Untuk kepimpinan sendiri, kini Shawn Layden yang sebelumnya adalah bos SCE Amerika akan menjadi kepala studio global di Sony Interactive Entertainment. Sedangkan Shuhei Yoshida yang sebelumnya adalah bos Worldwide Studios akan melapor kepada Layden, yang melapor langsung ke kepala unit baru tersebut, Andrew House. Posisi Layden sendiri adalah sebagai pimpinan studio dan Yoshida sebagai presiden.
Dalam pernyataannya, Andrew House sebagai presiden dan CEO Sony Computer Entertainment dan group eksekutif yang menjabat di Network Entertainment Sony menyebutkan bahwa dengan mengintegrasikan kekuatan dari hardware, software, konten dan operasional network PlayStation, SIE akan menjadi entitas yang lebih kuat lagi, dengan tujuan yang lebih jelas untuk mempercepat pertumbuhan bisnis PlayStation. Bersama dengan partner bisnisnya, SIE akan mengembangkan layanan dan produk perintis yang akan berlanjut untuk menginspirasikan kepada imajinasi konsumen dan memimpin pasar. House berjanji akan bekerja keras untuk memaksimalkan nilai perusahaan dengan mengoordinasikan operasi bisnis global di San Mateo, Tokyo dan London dengan memanfaatkan keahlian lokal.
Divisi baru ini juga meliputi mempertahankan dan memperluas keterlibatan pengguna PlayStation, meningkatkan pendapatan rata-rata per bayar dari pengguna atau jika di game mobile lebih sering disebut sebagai ARPPU serta meningkatkan pendapatan tambahan. SIE memasang target untuk mendapatkan 1400 hingga 1600 milyar yen untuk penjualan dan 5 atau 6 persen dari margin pendapatan operasi untuk tahun fiskan yang berakhir pada Maret 2018 mendatang.














