5 Pengguna iPhone Ingin Tuntut Apple Terkait “Error 53”
Karena dianggap tidak memberikan informasi yang akurat terkait “Error 53” di sistem operasi iOS, Apple terancam tuntutan oleh pengguna iPhone. Tuntutan tersebut dilayangkan di Amerika Serikat oleh 5 orang yang mendapati produk iPhone 6, 6 Plus, 6S, dan 6S Plus mereka mengalami Error 53 dan tidak lagi bisa digunakan setelah melakukan update sistem operasi. Pihak yang mengajukan tuntutan ini juga ingin agar kasus dibuka dalam bentuk class action sehingga pengguna iPhone lain yang mengalami masalah serupa bisa turut meramaikan kasus ini.

Error 53 yang dialami 5 pengguna iPhone keluaran baru ini terjadi setelah mereka mengganti tombol Home di perangkat mereka di luar tempat servis resmi Apple, dan melakukan update sistem operasi. Saat proses update berlangsung, proses disebut terhenti dan perangkat menampilkan Error 53. Setelah itu, perangkat tidak lagi bisa digunakan.
Kelima orang yang mengajukan tuntutan pada Apple kecewa perusahaan tersebut tidak menginformasikan secara jelas apa itu Error 53 dan apa yang bisa menjadi penyebabnya. Apple sendiri disebut baru mulai menjelaskan apa itu Error 53 setelah beberapa kasus muncul ke permukaan. Atas hal itulah, kelima orang ini memutuskan untuk maju melawan Apple.
Pihak Apple sendiri menyebutkan bahwa Error 53 ini merupakan mekanisme proteksi yang akan aktif bila sistem operasi mendeteksi adanya komponen yang tidak sesuai standar digunakan di perangkat iPhone, termasuk tombol Home dengan fitur Touch ID di iPhone 6, 6 Plus, 6S, dan 6S Plus. Hal ini tampaknya dimaksudkan agar pengguna terlindung dari kemungkinan membeli produk dengan fitur Touch ID yang telah dimanipulasi. Selain itu, disebutkan juga bahwa penggantian layar juga berpotensi memicu munculnya error ini.













