Mengenal Sejarah Action Figure
Dari artikel kita sebelumnya mengenai jenis-jenis collectible toys, kita tahu salah satu jenis mainannya adalah Action Figure. Kali ini kita akan membahas sejarah dan mengenal Action Figure lebih dalam lagi.
Action Figure pertama kali dikenalkan oleh Hasbro pada tahun 1964. Saat itu creative director Hasbro, Stan Weston dan Dan Levine, mengembangkan figure 12 inchi yang diinspirasi dari fim tahun 1945 berjudul “ The Story of G.I. Joe”. Figure ini dibuat dengan point artikulasi di tubuhnya agar bisa dipose sesuka hati. Karena keistimewaannya ini mainan ini dinamakan Action Figure.

Selain artikulasi, Action Figure G.I. Joe yang lebih ditujukan untuk anak laki-laki ini, juga menyediakan berbagai kostum army yang bisa disesuaikan dengan selera konsumen. Konsep ini diadaptasi dari boneka Barbie buatan Mattel, yang lebih popular di kalangan anak perempuan.

Action Figure G.I. Joe ini sangat populer pada era itu. Banyak perusahaan mainan yang membeli lisensi ini, untuk membuat lini sendiri atau pun mengembangkannya.
Pada tahun 1970an, Takara salah satu perusahaan mainan Jepang yang memegang lisensi ini, mengembangkan versi kecil dari Action Figure dengan ukuran sekitar 3 sampai 5 inchi. Mainan ini diberi nama Microman dan dirilis pada tahun 1974. Microman ini lalu di adaptasi ke Amerika dengan nama Micronauts oleh Mego.

Inovasi Microman membuat trend baru pada dunia mainan. Action Figure yang tadinya berukuran besar bisa diadaptasi menjadi relative lebih kecil. Mego yang pada saat itu memegang lisensi komik superhero Marvel dan DC, mengadaptasi Micronauts menjadi karakter-karakter super hero ini.

Tahun 1980-an adalah era emas kartun di TV. Action figure dari serial kartun He-man, Thundercats, dan Silverhawks, Teenage Mutant Ninja Turtles. Bertebaran di pasaran untuk memuaskan anak-anak pada era tersebut. Action Figure ini pun dilengkapi dengan berbagai macam aksesoris yang dijual terpisah.

Di era ini juga, kartun Jepang yang identik dengan robot yang dapat berubah seperti Transformers, mulai banyak dikenal. Takara yang melihat trend ini merilis lini Micro Change, dimana sebuah object bisa berubah menjadi robot. Di sisi lain Hasbro mengadaptasi Micro Change ini dengan lini Takara Diaclone yang menjadi lini Transformers yang kita kenal sekarang.

Pada era sekarang nama Action Figure sudah bukan milik Hasbro saja, sudah banyak perusahaan mainan yang mengembangkan dan merilis mainan dengan kategori Action Figures, sebut saja Bandai dengan SHF-nya, Good Smile Company dengan Figma, Hot Toys, Medicom, dan masih banyak lagi. Karakternya pun sudah semakin beragam, dari karakter animasi, film, sampai karakter video game. Perlu diingat perkembangan ini juga menggeser peran Action Figure yang tadinya hanya dipandang sebagai mainan anak-anak. Sekarang banyak Action Figure yang dibeli untuk dikoleksi oleh remaja dan orang dewasa.
Sumber: Wikipedia.com















