Microsoft Uji Coba Data Center di Dasar Laut

Reading time:
February 2, 2016

Melihat makin pentingnya data center untuk komputasi saat ini, Microsoft mencoba mengkreasikan data center yang berbeda dari yang biasa dibangun melalui Project Natick. Berdasarkan berbagai pertimbangan terkait apa saja yang dialami oleh data center yang ada saat ini, Microsoft mencoba untuk membangun data center di dasar laut. Bila proyek ini sukses, Microsoft menyebutkan akan ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan.

Project Natick Team
Tim Project Natick bersama dengan kapsul data center Leona Philpot

Sebagai awal dari proyek ini, tim dari Microsoft telah mencoba menjalankan sebuah data center skala kecil di dasar laut di wilayah California, Amerika Serikat. Data center ini dibangun dalam sebuah kapsul dengan panjang 10 meter dengan diameter 7 meter yang disebut sebagai Leona Philpot, seperti nama karakter dalam game Halo. Kapsul data center tersebut telah diuji coba selama 100 hari di dasar laut dan Microsoft telah mengabarkan bahwa uji coba ini menunjukkan hasil yang baik.

Berdasarkan apa yang dikemukakan Microsoft, data center di dasar laut akan memiliki keuntungan dari sisi pendinginan, karena bisa langsung memanfaatkan air laut sebagai media pendingin. Selain itu, dengan meletakkan data center di dasar laut yang dekat dengan pemukiman di daratan, data center bisa memberikan respon yang lebih baik bila dibandingkan data center di darat yang umumnya dibangun di tempat-tempat yang jauh dari pemukiman. Terakhir, Microsoft mengharapkan data center di dasar laut ini bisa dioperasikan dengan listrik dari sumber yang bisa diperbarui, seperti dari tenaga ombak.

Setelah uji coba dengan Leona Philpot ini, Microsoft merencanakan uji coba dengan kapsul data center berukuran 4 kali lebih besar untuk tahap selanjutnya dari Project Natick ini. Namun, masih menurut Microsoft, proyek ini sendri masih berada di tahap awal. Mereka belum bisa memprediksi kapan hasil dari proyek ini bisa diimplementasikan.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…