Review Watercooling ID-Cooling Frostflow 240L

Reading time:
February 20, 2016

Spesifikasi Testbed + Software

ID-Cooling FrostFlow 240 52

Berikut spesifikasi testbed yang kami gunakan untuk menguji watercooling ID-Cooling Frostflow 240L ini:

  • Processor: Core i7-4790K [default: 4Ghz/4.2 GHz ( 4 Cores Turbo Boost ), 1.15 V]
  • Memory: Kingston HyperX DDR3 – 1600 Mhz 2x 4 GB (XMP)
  • Motherboard: Gigabyte Z87X-OC
  • Graphic Card: GTX 465
  • Casing: Corsair Carbide 400R
  • Storage: Kingston HyperX 3K 120 GB
  • Power Supply: PSU 1200 80+Gold
  • Operating System: Windows 7 Ultimate 64-Bit SP 1

Program yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 7000 MB.
  • Core Temp 1.0 RC3 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian.
  • CPU-Z 1.71.0 – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai sistem yang sedang berjalan.

Skenario Pengujian

Skenario pengujian kami sebagai berikut:

  • Memberikan Full Load kepada CPU selama +/- 16~20 Menit dan Idle Time +/- 10 Menit.

Dengan skenario pengujian ini, mari kita lihat performa dari watercooling ID-Cooling Frostflow 240L. Kami menjaga suhu ruangan berkisar antara 25,5 oC – 26,5oC.

*NB: Keadaan Idle adalah keadaan sistem didiamkan setelah mendapatkan load setelah pengujian.

Hasil Pengujian

ID-Cooling FrostFlow 240 52Suhu yang tercantum dalam grafik adalah suhu rata-rata dari seluruh core selama benchmark berlangsung dan idle time.

Hasil pengujian review frostflow 240LSama seperti pengujian perangkat cooling sebelumnya, pada pengujian kali inipun kami masih menggunakan prosesor Intel Core i7-4790K yang berjalan pada kecepatan standar tanpa di-overclock. Lalu, kami menggunakan aplikasi stress test LinX untuk memberikan beban kerja penuh pada prosesor ( Full-load )

Pada saat aplikasi stress test LinX berjalan memberikan beban kerja penuh ( full-load ) pada prosesor, Watercooling ID-Cooling Frostflow 240L ini berhasil menahan suhu prosesor pada 61 oC atau lebih dingin 26.5 oC dibandingkan dengan heatsink bawaan Intel, yang suhunya sudah berada di kisaran 87.5 oC.

Sedangkan pada saat prosesor dalam kondisi idle di desktop windows, watercooling ID-Cooling Frosftlow 240L ini mampu menekan suhu proses pada suhu 27.75 oC yang sudah bisa dibilang sudah mendekati suhu ambient ruangan.  Perlu diketahui, sebenarnya tidak mungkin suhu prosesor yang sedang menyala dapat menyamai suhu ambient ruangan. Hal yang terjadi di pengujian ini dikarenakan adanya perbedaan kalibrasi antara sensor thermometer suhu ambient ruang dan sensor pengukuran suhu yang ada pada sistem pengujian.

Pada pengujian tahap awal ini, tentunya kami masih menggunakan konfigurasi kecepatan fan “Auto”. Dengan konfigurasi auto ini, kedua fan radiator watercooling ini berputar pada kecepatan rendah, sehingga kamipun hampir tidak dapat mendengar suara yang dihasilkan kedua fan radiator ini. Sedangkan pada saat prosesor mendapatkan beban kerja penuh, fan radiator inipun berputar lebih cepat dan menghasilkan suara bising yang sudah cukup terdengar jelas di telinga, tetapi masih dapat ditolerir.

ID-Cooling FrostFlow 240 53Setelah selesai melakukan pengujian dengan konfigurasi kecepatan fan “Auto”, kami kembali menguji performa watercooling ID-Cooling Frosflow 240L ini dengan mengatur fan pendingin radiator pada kecepatan maksimum ( 2000 RPM). Alhasil kami hanya mendapatkan peningkatan performa pendinginan sebesar 1 osaja yang tentunya harus dibayar dengan suara bising tinggi yang dihasilkan oleh fan pendingin radiator yang sudah dibilang kurang nyaman digunakan di dalam ruangan sunyi yang tertutup. Dari hasil pengujian ini, tentunya kita mengetahui bawah fan pendingin bawaan ini sudah dapat mengoptimalkan performa pendinginan watercooling ID-Cooling Frostflow 240L dengan hanya menggunakan konfigurasi kecepatan fan “Auto” saja.

Kesimpulan

ID-Cooling FrostFlow 240 17Watercooling ID-Cooling Frostflow 240L ini memiliki performa yang tergolong cukup baik di kelas watercooling AIO yang menggunakan radiator berukuran 240mm. Selain itu, performa yang baik ini dapat dicapai berkat penggunaan fan pendingin bawaan watercooling ini yang sudah mampu mengoptimalkan performa pendinginan watercooling AIO ini. Sehingga pengguna watercooling ini tidak perlu lagi mengeluarkan dana ekstra untuk membeli fan pendingin yang lebih optimal, terkecuali jika pengguna watercooling ini ingin menggunakan fan pendingin yang dilengkapi lampu LED ataupun fan pendingin yang lebih silent.ID-Cooling FrostFlow 240 53

Tidak hanya performa saja, Frostflow 240L ini memiliki waterblock yang dilengkapi dengan 14 lampu LED berwarna merah yang akan menyala pada saat pompa waterblock ini menyala. Lampu LED ini akan menyala satu per satu dan bergerak searah jarum jam. Sedangkan untuk harga, Watercooling ID-Cooling Frostflow 240L ini dibanderol dengan harga 1,2 jutaan rupiah yang tergolong cukup kompetitif dan lebih terjangkau dibandingkan watercooling AIO merk ternama lainnya.

ID-Cooling FrostFlow 240 54Menariknya lagi, kami juga mendapatkan konfirmasi dari pihak distributor resmi watercooling ID-Cooling Frostflow 240L ini yang mengatakan bahwa mereka masih mengizinkan pengguna watercooling ini untuk melakukan modifikasi, seperti mengganti selang ataupun mengganti cairan coolant yang digunakan. Selama modifikasi yang dilakukan tidak merusak segel garansi yang berada di bagian waterblock, maka pihak distributor masih memberikan perlindungan garansi pada unit pompa watercooling ID-Cooling Frostflow 240L ini.

Kelebihan:

  • Desain waterblock prosesor yang dilengkapi dengan lampu LED
  • Fan bawaan mampu mengoptimalkan performa pendinginan dengan baik.
  • Dapat di-modifikasi tanpa mengorbankan / kehilangan garansi pada unit pompa

Kekurangan :

  • Fan bawaan memiliki kebisingan cukup tinggi pada saat berputar pada kecepatan tinggi

Informasi Produk

Harga: +/- Rp 1.250.000,00 (Kisaran Harga)
Distributor: Berlian Com

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 5, 2026 - 0

Kenaikan Harga Switch 2 Jadi Pertimbangan Nintendo

Nintendo akan pertimbangkan dengan matang sebelum menaikkan harga Switch 2…
February 5, 2026 - 0

Perusahaan Game Jepang Alami Penurunan Nilai Saham Massal

Pasar gaming Jepang ternyata ikut terdampak oleh penurunan nilai saham…
February 5, 2026 - 0

GTA 5 Telah Terjual Sebanyak 225 Juta Copy Hingga Saat Ini

Minat gamer akan GTA 5 ternyata masih belum padam, terbukti…
February 5, 2026 - 0

Electronic Arts Nikmati Peningkatan Keuntungan Berkat Battlefield 6

Kesuksesan penjualan Battlefield 6 menjadi pendorong keuntungan besar untuk Electronic…