Apple Bingung Cari Metode Peretasan iPhone 5c oleh US DOJ
Apple tampaknya tengah bingung mencari tahu apa yang dilakukan FBI, Department of Justice Amerika Serikat, dan “pihak ketiga” yang membantu mereka meretas iPhone 5c milik pelaku penembakan di San Bernardino, California. Beberapa hari lalu, DOJ AS memang menyatakan bahwa data penting telah berhasil diambil dari dalam iPhone 5c tersebut. Tentunya, karena tanpa campur tangan Apple, pengambilan data itu dilakukan dengan cara meretas sistem keamanan di iOS.

Tanpa informasi yang memadai, Apple tentunya tidak bisa menutup celah yang digunakan dalam peretasan iPhone 5c itu. Bila celah tidak ditutup, potensi bahaya tentu saja terbuka, terutama bila celah tersebut ditemukan terlebih dahulu oleh pelaku cyber crime. Sayangnya, pihak yang menemukan celah itu tampaknya belum berniat untuk memberi tahu Apple celah apa yang bisa dimanfaatkan.
Di iOS, Apple memang telah mengimplementasikan banyak mekanisme pengaman. Namun, tampaknya tidak semua mekanisme tersebut aktif di iPhone 5c milik pelaku penembakan. Hal itu tentu saja sedikit membuat beban kerja tim yang meretas iPhone 5c tersebut menjadi sedikit berkurang.
Bulan Febuari 2016 lalu, Apple memang mendapatkan tuntutan karena menolak untuk membantu membuka data yang tersimpan di dalam iPhone 5c milik pelaku penembakan. Namun, sebelum tuntutan disidangkan, FBI dan DOJ AS terlebih dahulu menemukan cara membuka data tersebut. Oleh karena itu, mereka membatalkan tuntutan terhadap Apple.















