Hands-On Review Router NetGear Nighthawk X6 (R8000)
Penggunaan

Ketika menghidupkan router Nighthawk X6 dan masuk ke menu konfigurasi, kami mendapati NetGear langsung menawarkan bantuan untuk konfigurasi cepat. Hal ini tentu saja akan sangat membantu pengguna yang belum terbiasa dengan pengaturan sebuah router di jaringan lokal. Namun, selain menawarkan bantuan untuk konfigurasi cepat, NetGear ternyata juga menawarkan hal lain, yaitu download aplikasi tambahan dan juga update ke firmware terbaru.


Aplikasi tambahan yang ditawarkan NetGear untuk didownload pengguna adalah NetGear Genie dan ReadySHARE Vault. Untuk aplikasi Genie, aplikasi tersebut akan membantu konfigurasi router dari PC. Sementara untuk ReadySHARE Vault, kami akan membahasnya di bagian lain artikel ini.

Sementara untuk update ke firmware terbaru, kami berkali-kali menemui kesulitan ketika router mencoba mendownload secara otomatis file update dari server NetGear. Kami selalu mendapatkan pesan kesalahan setelah router menampilkan informasi download firmware terbaru telah dimulai. Akhirnya, kami membatalkan tawaran update otomatis ini dan melakukan update secara manual dengan terlebih dahulu mendownload file dari situs resmi NetGear. Semoga saja masalah ini hanyalah masalah terkait koneksi Internet di tempat kami.
Setelah melewati tawaran bantuan, download aplikasi, dan update firmware, barulah router ini menampilkan user interface utama dari menu konfigurasi di dalamnya. User interface yang digunakan masih sama dengan yang kami jumpai di beberapa produk NetGear yang pernah singgah ke kantor kami. NetGear juga tetap membagi menu pengaturan ke dua kelompok, Basic dan Advanced, sesuai dengan tingkat kerumitan konfigurasi di dalamnya.


Terkait WiFi dari router ini, Nighthawk X6 masih belum mendukung MU-MIMO, salah satu standar baru yang mendorong WiFi AC ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, sebagai gantinya, pengguna mendapatkan dua band 5 GHz untuk WiFi AC. Sebagai sebuah router tri-band, Nighthawk X6 memiliki menu konfigurasi terpisah untuk ketiga band WiFi yang ada, yaitu satu band 2.4 GHz dan dua band 5 GHz. Pengguna bisa mengatur berbagai hal terkait masing-masing band, termasuk SSID dan metode keamanan, Guest Network, serta channel dan data rate maksimal yang hanya bisa diakses melalui kelompok konfigurasi Advanced.



NetGear juga melengkapi router ini dengan Smart Connect yang akan membantu pengguna yang tidak ingin repot harus menghubungkan perangkat mereka ke salah satu band WiFi. Fitur ini membuat router secara otomatis mengalokasikan salah satu band untuk perangkat yang terhubung sesuai dengan kebutuhan dari perangkat. Namun, agar fitur yang satu ini dapat bekerja, tentu saja perangkat yang terhubung harus telah mendukung band 5 GHz.

Router Nighthawk X6 ini hanya dilengkapi dengan dua mode operasi, yaitu Router dan Access Point. Terdapat satu menu di bagian Advanced yang memungkinkan pengguna mengaktifkan mode Access Point, sehingga Nighthawk X6 ini hanya akan menjadi sebuah wireless access point, tanpa melakukan routing untuk jaringan lokal. Sayangnya, untuk sebuah router kelas atas dengan tri-band, hanya tersedianya mode Router dan Access Point ini bisa dikatakan masih kurang, mengingat kemampuan dari router tersebut masih memungkinkan penggunaan dalam mode lain, termasuk wireless bridge.

Seperti perangkat router kelas atas lain, Nighthawk X6 telah dilengkapi dengan port USB 3.0, serta port USB 2.0, untuk memasang storage, dan membagi penggunaan storage tersebut ke jaringan lokal, yang bagi NetGear dikenal sebagai ReadySHARE USB. Untuk fitur pemanfaatan storage, NetGear menawarkan fitur tambahan, yaitu ReadySHARE Vault, yang merupakan sebuah fitur backup otomatis file-file dari PC di jaringan lokal ke storage yang terpasang. Selain kedua hal itu, tersedia juga ReadySHARE Printer yang memungkinkan pengguna membagi penggunaan satu printer ke perangkat-perangkat di jaringan lokal, termasuk juga dengan dukungan pencetakan nirkabel.
Selain ketiga fitur ReadySHARE di atas, NetGear juga menyediakan fitur local server untuk file-file multimedia, DLNA. Melalui fitur ini, pengguna bisa mengakses file-file multimedia di dalam storage yang terpasang dari berbagai perangkat di jaringan lokal. Selain DLNA, router ini juga mendukung Apple iTunes.

Selama kami gunakan beberapa hari untuk mengatur jaringan lokal di salah satu bagian kantor kami, kami tidak mendapati router ini menghasilkan panas berlebih yang berimbas pada menurunnya performa dari router ini. Secara umum, router ini bisa dikatakan memuaskan dari segi performa. Hanya saja, sebagai router kelas atas, Nighthawk X6 ini masih belum dilengkapi fitur melimpah yang membuat penggunanya bisa mendapatkan lebih dari sekedar sebuah router “biasa” di dalam perangkat ini.
Kesimpulan

(+) Tri-band (2x 5 GHZ & 1x 2.4 GHz) dengan data rate hingga 3200 Mbps
(+) Antena eksternal
(+) Port USB 3.0
(+) Tombol WiFi on/off dan WPS mudah dijangkau
(+) Lampu indikator bisa diatur (on/off) melalui switch di bodi router
(+) Pembagian kategori Basic dan Advanced di dashboard
(+) FItur konfigurasi otomatis, Smart Connect, dan Guest Network
(+) QoS dengan dukungan Speed Test
(+) Help & Documentation
(+) ReadySHARE Vault & ReadySHARE Printer
(+) Tidak ada masalah kestabilan
(-) Paket penjualan minim
(-) Antena eksternal tidak bisa dilepas dan pergerakannya terbatas
(-) Port USB 2.0 dan USB 3.0 di bagian belakang sulit dijangkau
(-) Tidak ada penanda lokasi port dan tombol di bagian belakang router
(-) Posisi pemasangan di tembok terbalik
(-) User interface terlihat kaku
(-) Mode operasi terbatas hanya router dan access point
(-) Tidak ada tombol ‘eject’ fisik maupun digital untuk port USB
(-) Minim fitur tambahan

Sebagai salah satu router kelas atas dari NetGear, Nighthawk X6 (R8000) menawarkan kemampuan tinggi dalam wujud dukungan untuk tri-band WiFi dengan total data rate mencapai 3200 Mbps. Apa yang ditawarkan NetGear dalam router ini bisa dikatakan setara dengan yang ditawarkan oleh berbagai produsen router lain untuk produk kelas atas mereka. Namun, satu yang cukup disayangkan, perangkat ini tidak disertai dengan fitur lengkap yang akan memudahkan penggunanya.
Selain tri-band WiFi, hal lain yang menjadi keunggulan dari router ini adalah ReadySHARE, fitur berbagi penggunaan port USB 3.0 dan USB 2.0 andalan NetGear. Terutama untuk ReadySHARE Vault, pengguna akan mendapatkan mesin backup yang cukup bisa diandalkan di jaringan lokal dalam wujud router ini. Namun, Anda tetap harus menambahkan storage eksternal berbasis USB terlebih dahulu ke router ini.
Router ini hanya menawarkan mode router dan access point saja. Hal ini mungkin akan sedikit mengurangi fungsionalitas dari router ini, mengingat pemanfaatan dual-band 5 GHz yang dimilikinya menjadi terbatas hanya untuk koneksi WiFi ke perangkat lain saja. Tambahan mode operasi lain yang benar-benar mengedepankan tersedianya dua band 6 GHz tentu saja akan patut diapresiasi.
Secara umum, bila Anda membutuhkan router yang menawarkan data rate tinggi, serta perangkat yang bisa mengakomodasi kebutuhan backup data-data penting di jaringan lokal, tetapi tidak terlalu membutuhkan fitur-fitur ekstra lain, Nighthawk X6 ini sangat layak untuk Anda pertimbangkan.















