Melihat Kasus Fix Figure Sumanto dari Sisi Lain

Author
ToyKepo
Reading time:
March 21, 2016

Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) geram dengan beredarnya figur Sumanto, Ryan Jagal, dan Robot Gedek. Mungkin ini salah satu berita tentang dunia mainan Indonesia yang sedang hangat belakangan ini. Menurut berita yang kita kutip dari detik news, ketua KPAI mengatakan “Jika ini dibiarkan, di samping akan berdampak buruk bagi anak, juga berdampak pada citra buruk Indonesia di mata internasional,”. Intinya dari beberapa berita yang kami himpun, KPAI banyak mengatakan akan membahayakan untuk anak, karena karakter yang mereka buat adalah simbol kejahatan yang mereka lakukan. Bahkan pada berita terakhir yang kami dapat, Sumanto juga tidak rela dirinya dijadikan figur.

Figur Indo Psychos buatan Good Guys Never Win yang berisikan Sumanto, Ryan Jagal, dan Robot Gedek ini sebenarnya sudah lama beredar. Di mata kolektor mainan karakter-karakter ini unik dan memang dikemas seperti action figure vintage, dimana hanya menggunakan blister karton dan plastik.

GGNW01
Figure Sumanto buatan Good Guys Never Win (foto oleh Bakanki)

Lucunya bila kita lihat pada kemasan Indo Psychos ini sudah tertulis, bahwa figur ini hanya untuk 17 tahun keatas dan bukan konsumsi anak-anak di bawah umur tersebut.

GGNW03
Lambang Age 17+ yang tertera pada kemasan (foto oleh Bakanki)

Pada kemasan juga tertera kalau ini bukan mainan tapi figur koleksi. Bahkan tertulis dalam 3 bahasa berbeda untuk memperjelas pembeli.

GGNW02
Label “Bukan Mainan” dalam 3 bahasa pada kemasan (foto oleh Bakanki)

Dengan keterangan yang ada, memang jadi agak aneh bila KPAI mempermasalahkan hal ini, seakan-akan mereka tidak membaca terlebih dahulu, mengingat kemasan figur sudah memberikan peringatan yang jelas, apalagi figur-figur ini hanya dibuat dalam kuantitas yang terbatas (sekitar 300 buah). Bisa dibilang ini adalah Designer Toy yang mempunyai nilai seni yang cukup tinggi. Jumlah ini juga sangat sedikit dibanding penduduk Jakarta yang berjumlah lebih dari 12 juta jiwa. Bahkan jumlah anak-anak yang merokok jauh lebih tinggi ketimbang jumlah figur Indo Psychos ini, apakah tidak lebih baik mengurusi lebih lanjut bahaya yang sudah jelas ada?

Komik Ghosty's Comic yang menanggapi kasus ini
Komik Ghosty’s Comic yang menanggapi kasus ini

Esensi mengkoleksi figur adalah “mengingat” dan “menghargai karya seni”. Dimana sebuah figur bisa merepresentasikan sebuah karakter untuk diingat dari berbagai segi, juga bisa menjadi karya seni yang bisa dinikmati, dan mempunyai nilai jual. Menurut kami esensi “mengingat” karakter Indo Psycho ini adalah, supaya kita waspada bahwa di Indonesia pernah terjadi hal seperti ini. Jadi jangan pernah meremehkan kejahatan yang terjadi di sekitar kita. Esensi “menghargai karya seni” disini kami lihat dari kemasannya, karena figur-figur ini memang dijual tidak untuk dibuka, melainkan untuk dipajang bersama kemasannya, ini bahkan tertera juga pada kemasannya. Apabila KPAI mengatakan kalau mereka akan mencari figur-figur ini di mall-mall besar, maka ya silahkan pulang dengan tangan kosong, karena memang figur ini hanya dijual untuk kolektor.

Peringatan/saran untuk tidak membuka figur
Peringatan/saran untuk tidak membuka figur yang tertera pada kemasan (foto oleh Bakanki)

Saat ini semua akun media sosial Good Guys Never  Win juga sudah seperti lenyap ditelan bumi. Sampai saat ini pun, belum ada konfirmasi lagi dari pemiliknya. Selain figur Indo Psychos, mereka juga sudah membuat figur lain seperti Ahok dan figur perokok  yang sangat laku, bahkan di Battle of the Toys 2015 dan Jakarta Toys Fair 2016 kemarin dua figur ini habis terjual ketimbang figur yang lain. Dengan adanya kasus ini, figur-figur Good Guys Never Win diprediksi akan tambah naik dan semakin langka.

IMG-20150815-WA0004-picsay
Figur Living Legends Ahok yang kami dapatkan tahun lalu

Bercermin dari kasus penyetopan distribusi figur Angewomon yang terjadi di Amerika, sepertinya masyarakat Indonesia masih kurang dewasa dalam menerima figur untuk dewasa. Ini karena masih ada anggapan sebuah figur adalah konsumsi anak-anak dibawah umur. Tidak heran KPAI panik dan berusaha menghentikan peredaran figur Indo Psychos ini. Tapi menurut kami KPAI juga terlalu cepat mengambil kesimpulan, tanpa menelaah lebih jauh esensi dari figur-figur ini. Ya pikir saja, apabila anda sebagai orang tua membelikan figur Indo Psychos ini untuk anak anda…maka kami hanya akan cuma bilang “Apakah anda sudah teliti sebelum membeli? Orang tua macam apakah anda membelikan figur ini untuk anak anda?”

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…