Xiaomi Tidak Berencana Lakukan IPO

Tidak dipungkiri vendor asal Tiongkok Xiaomi, memang tengah naik daun. Produk-produk smartphone yang dirilisnya selalu laris manis dan ditunggu konsumen di berbagai negara yang menjadi target pasarnya, dan membawa Xiaomi menjadi brand paling berharga di Tiongkok sekaligus menjadi vendor nomor satu di negara Tirai Bambu tersebut.
Hal ini tentunya membuat Xiaomi mandiri secara finansial mandiri dan tidak berencana untuk melakukan penggalangan dana atau melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana.
Hal ini disampaikan langsung oleh vice-president global Xiaomi, Hugo Barra, dalam sebuah wawancara dengan Reuters. Barra menjelaskan bahwa perusahaan tersebut tidak perlu mengumpulkan dana lebih banyak lagi dan tidak ada rencana untuk mengumpulkan dana lebih banyak lagi. Xiaomi tidak berencana untuk melakukan IPO, tegas Barra.
Pengumpulan dana terakhir yang dilakukan Xiaomi dari investor adalah pada bulan Desember 2014, menekankan dana ekuitas swasta termasuk All-Stars Investment dan DST Global, juga GIC Pte Ltd asal Singapura dengan pengumpulan dana investasi mencapai $1 milyar dandivaluasi sebesar $45 milyar.
Menjadi vendor nomor satu di negaranya, Tiongkok, Xiaomi sendiri saat ini merupakan vendor kelima terbesar di dunia. Xiaomi memiliki keunikan dalam cara penjualan produk-produk barunya secara online sehingga membuatnya banyak ditunggu konsumen. Meskipun begitu, tahun 2015 lalu target pengapalan global vendor ini meleset 12% dan berhasil menjual sebanyak 70 juta unit smartphone dalam satu tahun. Jumlah ini sangat besar jika dibandingkan dengan rival lokal lainnya, seperti Lenovo dan Huawei yang juga mencoba menggunakan sistem penjualan internet di Tiongkok namun tidak terlalu sukses.
Barra menjelaskan bahwa Xiaomi memperluas kapasitas produksinya di India dan bertujuan untuk membangun dua pabrik baru lagi bersama dengan Foxconn tahun ini sebagai tambahan dari pabrik yang sebelumnya sudah mereka bangun bersama untuk memproduksi ponsel secara lokal. Saat ini Xiaomi memproduksi sekitar 75% dari ponselnya di India dan dijualnya di sana dan berencana untuk meningkatnya hingga 100% dengan dibangunnya pabrik baru itu nanti.












