Dell Hybrid Cloud – Solusi Dinamis System Cloud Masa Depan

Reading time:
May 26, 2016

Mungkin Anda sudah sering mendengar istilah cloud yang banyak diperbincangkan sebagai solusi komputasi berbasis Internet yang dapat membagi dan memproses data ke perangkat-perangkat lain yang terhubung padanya. Namun, pernahkah Anda mendengar tentang Hybrid Cloud? Hybrid Cloud adalah gabungan antara dua platform cloud yang kita kenal, yaitu private cloud dan public cloud. Gabungan keduanya dapat bersinergi membagi beban kerja sesuai dengan kebutuhan pengguna.

dell 3

Platform Hybrid Cloud bisa diadopsi sebagai mesin proses utama dari sebuah sistem pengolah Big Data yang kini tengah banyak dibutuhkan. Di sini, pengguna dapat dengan mudah menggunakan storage dari Hybrid Cloud untuk melakukan akumulasi data dari bisnis yang ada, menganalisa data penjualan, dan banyak lainnya. Data tersebut pun dapat dianalisa langsung dan digunakan di public cloud yang tersedia. Karena sifatnya yang fleksibel, solusi Hybrid Cloud pastinya mempunyai efisienitas tinggi dan banyak mengurangi cost pengguna untuk adopsi cloud.

Bekerjasama dengan produsen software ternama dunia, Microsoft, salah satu produsen hardware ternama, Dell, mengumumkan solusi Hybrid Cloud pertama di dunia yang mengintegrasikan Dell Server, Storage dan Networking mengunakan cloud platform mumpuni besutan Microsoft. Acara pengumuman itu dilangsungkan di kantor Dell Indonesia, di daerah MH Thamrin, Jakarta. Platform ini memang dibuat untuk mengatasi berbagai tantangan adopsi cloud yang kian kompleks, efisienitas biaya, dan juga kontrol yang jauh lebih mudah.

“Tantangan yang dihadapi sebagian besar pelanggan dalam perjalanan cloud mereka sangat jelas, dimana menurut mereka prosesnya terlalu kompleks, resiko serta biaya yang tinggi dan ckntrol yang tidak transparan. Dengan mengkombinasikan konsitensi fitur unik Microsoft Azure dari cloud public ke private, pelanggan akan memiliki kemampuan pengaturan control terbaik,” begitu yang diungkap Erwin Yusran yang menjabat Country Business Manager, Enterprise Group, Dell Indonesia.

Dell 4

Dell Hybrid Cloud menyediakan layanan private cloud ke lokasi berikut dengan akses cloud yang menggunakan Microsoft Azure yang sudah terkenal keandalannya, baik dari segi keamanan maupun kompabilitas dengan berbagai platform yang banyak digunakan. Akses ke public cloud pun dapat dilakukan hanya dalam waktu kurang dari 3 jam. Dengan platform ini, pengguna dapat meminimalisir waktu downtime dengan sistem pembaharuan terpadu yang non-disruptive, otomatisasi total, dependency-aware dan juga smart-sequenced. Terintegrasinya fitur Office 365 dengan New Dell Administrator di mana Admin TI dapat mudah melakukan pekerjaan mereka lebih fleksibel. Fitur virtualisasi terbaru, Dell Foglight 8.3 memudahkan kontrol monitor server dalam satu layar. Dengan keunggulan ini, pelanggan secara visual dapat menghubungkan beban kerja virtual ke lingkungan server secara real time.

Dell 6

“Pelanggan mengiginkan proses transisi ke cloud yang sederhana dan juga cepat. Dengan ini, kami dari Microsoft, bersama dengan Dell, memperluas kerjasama dengan tujuan menghilangkan sebagian besar hambatan tradisional Hybrid Cloud. Dengan CPS standar yang merupakan inti dari Dell Hybrid Cloud, sistem untuk Microsoft Azure dan time value yang cepat, kami menawarkan solusi terbaik dibandingkan sistem terintegrasi lainnya yang ada dipasaran saat ini,” begitu komentar Aries Triwahyudi yang menjabat Cloud Business Group Head, Microsoft Indonesia.

Karena efisienitasnya, tak heran solusi portofolio ini pun sudah banyak diadopsi banyak industri, di antaranya industri kesehatan, di mana Hybrid Cloud dari Dell dan Microsoft dapat dengan mudah membantu mengelola lebih dari 10 miliar gambar dan 100 juta penelitian medis. Hal ini banyak membantu sistem TI kesehatan yang kompleks serta menjawab berbagai tantangan, dan pastinya banyak membantu sumber daya manusia terutama bagi ratusan dokter.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…