Meningkatkan Kinerja Notebook Platform Intel dengan Mengganti Storage
Loading Windows 10
Kami melakukan perhitungan waktu mulai dari awal kami menekan tombol power hingga layar menampilkan windows 10 secara sempurna, kami hitung dalam hitungan detik.

Loading Adobe PhotoShop CC
Kami melakukan perhitungan waktu mulai dari awal meng-klik icon Adobe PhotoShop cc hingga layar menampilkan aplikasi Adobe PhotoShop secara sempurna, kami hitung dalam hitungan detik.

Loading BattleField 4

BattleField 4 FPS
Kami menggunakan Misi Singapore pada game BattleField 4 ini, dimana ketika Anda memulai misi ini, Anda akan dibawa melihat cut since game dimana system akan melakukan loading game sampai game itu langsung dapat di mainkan tanpa harus melihat secara keseluruhan cut since yang di berikan.

3DMark Fire Strike – GPU Score

3DMark Fire Strike – Score

Daya Tahan Battery
Pada tes ini, kami memutar sebuah film berdurasi 15 menit dalam format MP4 resolusi 720P yang kami putar terus menerus pada settingan power management balance dan hasilnya di log dengan sebuah aplikasi sehingga kami dapat menghitung durasi hidup dari notebook tersebut.

Kesimpulan
Di PCMark8, hampir semua tes mendapatkan peningkatan hasil ketika menggunakan SSD, baik itu di tes Home, Creative, Work dan Storage. Pada tes Storage dapat terlihat bagaimana perbedaan yang cukup jauh antara sebuah SSHD dengan SSD dan M2.SSD. Perbedaan angka ini cukup memberikan gambaran secepat apa sebuah storage SSD atau M2.SSD dibandingkan sebuah hard disk/SSHD. Dengan hasil tersebut, dapat dipastikan bahwa sistem Anda akan lebih responsif dibandingkan sebelumnya.
Penggantian storage ke SSD tidak akan meningkatkan kinerja CPU, hal ini dapat Anda lihat pada benchmark menggunakan Cinebench R15 yang memang diperuntukkan untuk mengukur kinerja CPU. Walaupun tidak meningkatkan kinerja CPU, SSD akan membantu memasok data lebih cepat ketika dibutuhkan untuk suatu proses. Ini bisa saja berimbas pada hasil proses yang selesai lebih cepat, terutama untuk pekerjaan dengan file-file besar, seperti video editing.
Pada benchmark 3DMark yang lebih condong kepada kinerja GPU, terlihat bahwa peningkatan kinerja yang didapatkan tidaklah signifikan. Penggantian storage tidak terlalu mempengaruhi kinerja pengolahan grafis, kecuali sistem akan lebih cepat dalam memanggil data yang ingin di proses pada GPU dan CPU.
Test loading Windows 10, Adobe PhotoShop CC dan game Battlefield 4 menunjukkan bahwa peningkatan terjadi ketika Anda menggunakan SSHD ke SSD maupun ke M2.SSD. Pada SSHD loading akan semakin cepat ketika Anda sering membuka aplikasi atau game sebelumnya, karena bisa jadi file-file penunjangnya sudah tersimpan di dalam cache SSHD tersebut. Perbedaan untuk pertama kali loading dengan Anda membuka untuk kedua kalinya, pada loading Windows 10 sekitar 20 detik, Photoshop CC sekitar 10 detik dan pada Battlefield 4 sekitar 30 detik.
Hal yang paling menarik dari penggantian strorage pada sebuah notebook adalah daya tahan battery meningkat cukup signifikan ketika Anda berpindah dari SSHD ke M2.SSD, daya tahan hidup meningkat 1 jam dari sebelumnya. Perbedan daya tahan hidup pada SSHD ke SSD tidaklah terpaut terlalu jauh. Hal ini terjadi karena perbedaan konsumsi daya yang di perlukan oleh sebuah M2.SSD sangatlah kecil, Anda dapat melihat pada label ketiga storage tersebut pada gambar di bawah ini. Dari angka yang di dapat dalam label terlihat sekali bahwa sebuah M2.SSD hanya memerlukan daya 3.3V 1A dan sebuah SSHD memerlukan daya +5V 0.7A dan sebuah SSD memerlukan daya +5V 1A. Ini akan berimbas pada makin hematnya penggunaan daya baterai notebook.


















