Review ZenWatch 2: Smartwatch Android Wear Paling Murah di Indonesia

Reading time:
May 13, 2016
Review ZenWatch 2: Smartwatch Android Wear Paling Murah di Indonesia

Perkenalkan, ini dia ASUS ZenWatch 2. Smartwatch buatan ASUS ini adalah generasi kedua dari jajaran smartwatch ASUS yang menggunakan Android Wear. Ciri yang sangat khas dari ZenWatch sejak awal adalah bentuknya kotak dan (yang paling penting) harganya yang sangat murah untuk sebuah smartwatch sejati.

ASUS-ZenWatch-2-screenshots (1)
Ya, sama dengan beberapa smartwatch kelas atas lainnya, ZenWatch 2 juga menggunakan Android Wear yang dukungan aplikasinya sangat luas.

Menggunakan Android Wear

Sama dengan Moto 360 2nd Gen, Huawei Watch, dan Sony SmartWatch 3, smartwatch buatan ASUS ini pun menggunakan OS Android Wear. Hal ini membuatnya memiliki dukungan aplikasi yang sangat luas dan fitur yang berlimpah. Ingat, Anda membutuhkan sebuah smartphone (berbasis Android atau IOS) untuk menjalankan smartwatch ini. Karena, hampir semua smartwatch Android Wear yang ada sekarang pada dasarnya adalah perpanjangan tangan dari smartphone Anda. Konektivitas antara smartpphone dilakukan via Bluetooth, tapi pairing dilakukan via app Android Wear yang bisa ditemukan di dalam Google Play store. Untuk lebih jelasnya mengenai fitur-fitur dasar Android Wear ini dapat dibaca dalam artikel kami mengenai smartwatch Android Wear.

ASUS-ZenWatch-2-varian

Varian

Berdasarkan ketersediaan di ASUS Store Indonesia, ada 3 varian ASUS ZenWatch 2 yang tersedia di Indonesia. Dua versi pria yang berukuran besar (diagonal 1,63 inci, layar 320×320 pixel) dan 1 versi wanita yang berukuran lebih kecil (diagonal 1,45 inci, layar 280×280 pixel). Kedua versi pria menggunakan tali jam dari kulit. Untuk versi dengan bodi silver menggunakan tali jam coklat, sementara yang berwarna “hitam metalik” menggunakan tali biru tua. Sementara itu versi wanita menggunakan warna silver dengan tali jam dari bahan metal juga. Oleh sebab itu, tidak heran jika versi pria keduanya dipatok dengan harga lebih murah (Rp 2.499.000) dibandingkan versi wanita (2.999.000). Untuk pengujian kali ini, kami menggunakan versi pria dengan bodi hitam metalik dan tali jam biru tua.

 

ASUS-ZenWatch-2-Box (1)
Ya kotaknya memang sederhana. Apakah kemampuannya sederhana juga?

ASUS-ZenWatch-2-Box (4)

Smartwatch dan paket penjualan

ZenWatch 2 adalah smartwatch yang unik karena harganya yang sangat terjangkau. Di dalam paket penjualannya tersedia sebuah charger, kabel charger, dan unit jam. Sederhana saja, bukan? Paket penjualannya pun berbentuk sebuah kotak biasa, berukuran kecil. Akan tetapi, menarik tidaknya sebuah produk, seharusnya bukan dinilai dari kotaknya, bukan?

ASUS-ZenWatch-2-Box (3) ASUS-ZenWatch-2-Box (2)

ZenWatch 2 adalah smartwatch yang menggunakan bentuk kotak. Bentuk ini memang belum menjadi favorit untuk smartwatch Android Wear. Kebanyakan smartwatch Android Wear yang laku di pasaran adalah yang berbentuk bundar. Akan tetapi, keunggulan bentuk kotak ini umumnya adalah harga yang terjangkau karena tingkat kerumitan produksi yang cenderung lebih sederhana.

ASUS-ZenWatch-2 (1)
Perlengkapan pun sederhana. Jam, charger, dan kabelnya. Pastikan Anda tidak menghilangkan kabel ini. Karena konektornya unik dan umum ditemui di pasaran.

 

Di sisi kanan jam ini terlihat sebuah tombol yang membuat jam ini tampil seperti jam normal. Tombol ini berfungsi untuk mengembalikan menu ke menu utama. Jika ditekan lama, tombol ini akan berfungsi sebagai tombol ON/OFF.

ASUS-ZenWatch-2-detail (1)
ASUS memperhatikan detail seperti tombol yang berfungsi untuk tombol kombinasi yang umumnya dipakai untuk kembali ke tampilan awal ini.

 

Bodi smartwatch yang kami uji ini terbuat dari metal. Kebetulan kami menguji varian dengan warna bodi gunmetal (metalik, kehitaman). Tali jam standar yang tersedia adalah yang berwarna biru tua dengan tekstur garis-garis di atasnya. Tali jam ini dilengkapi dengan quick-release yang membuat Anda mudah membukanya.

ASUS-ZenWatch-2-detail (2)
“Tali jam” yang dipakai lumayan stylish. Tapi ada kemungkinan tidak semua orang akan cocok dengannya.

 

Merasa kurang cocok dengan tali yang tersedia? Anda bisa mencari tali jam berukuran lebar 22mm dan mengganti tali jam ZenWatch 2 ini dengan mudah sekali. Pastikan saja Anda juga membeli kedua pin pengikat di sisi bodi jam. Sebab, pin quick-release dari tali jam bawaannya tidak bisa dilepaskan.

ASUS-ZenWatch-2-detail (6)
Sisi belakang terbuat dari bahan plastik. Konektor charger ada di bagian bawah bodi. Sementara itu quick release terlihat digunakan utuk tali jam ini.

 

Di sisi bawah jam ini, Anda bisa melihat ada 3 titik tembaga. Ini adalah titik pengisian baterai. Di sisi belakang ini perhatian kami tertuju pada bentuk pungung ZenWatch 2. Dengan bentuk yang cembung, kami ragu, apakah jam ini akan nyaman digunakan. Saat penggunaan, di awal kami merasakan bahwa bentuk punggung yang cembung ini membuat jam ‘duduk’ dengan aneh di tangan kami. Jika lingkar lengan Anda kurang besar, kami akan sangat menyarankan untuk mengambil jam yang berukuran lebih kecil. Sebab, cembungnya punggung jam ini membuat jam terasa sangat besar.

Lucunya, setelah penggunaan beberapa minggu, kami mulai menghargai bentuk cembung dari punggung jam ini. Jika di awal terasa aneh, setelah beberapa hari Anda akan merasa terbiasa. Keuntungan dari bentuk ini adalah kontak terhadap pergelangan yang tidak terlalu banyak. Ini membuat pergelangan tidak terasa gerah dan keringat tidak terkumpul di bawah jam.

ASUS-ZenWatch-2 (3)
Ya, di awal kami juga merasa kurang nyaman dengan sisi belakang jam yang cembung ini.
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…

Gaming

October 26, 2026 - 0

Genshin Impact 7.2 Hour of Ruin Satukan 7 Nation di Teyvat

Genshin Impact Version 7.2 Hour of Ruin bawa konflik yang…
October 26, 2026 - 0

Shadow of the Tomb Raider Rilis Mendadak di Switch 2

Shadow of the Tomb Raider: Definitive Edition rilis mendadak di…
October 26, 2026 - 0

Assassin’s Creed Black Flag Resynced Akhirnya Dapat New Game+

Setelah cukup lama diminta oleh pemainnya, Ubisoft akhirnya berikan mode…
October 26, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Libatkan Microsoft untuk Atasi Stutter Shader di Game PC

Unreal Engine 5.8 merangkul Microsoft untuk hadirkan Advanced Shader Delivery…