Computex 2016: PNY Perkenalkan Jajaran SSD Terbaru

Author
Irham
Reading time:
June 3, 2016

Saat mengunjungi booth PNY di Computex 2016 Taipei, tim Jagat Review melihat beberapa produk terbaru yang diperkenalkan PNY. Salah satunya adalah PhantomX Series PCIe. Ini merupakan lini produk storage SSD terbaru dari PNY yang diklaim memiliki kualitas terbaik.

PNY-Computex-2016

PhantomX PCIe SSD memiliki interface M.2 2280 Gen. 3×4, 32Gb/s dengan pilihan kapasitas yang tersedia yaitu 120 GB, 240 GB, 480GB. SSD ini memiliki max Sequential Read 2550 MB/s dan Write sebesar 1390 MB/s. Untuk Max Random Read IOPS  sebesar 204,000 IOPS (4kb) dan Max Random Write IOPS (4Kb) sebesar 250,000 IOPS.

PhantomX-M.2-PCIe-SSD

Sedangkan untuk produk SSD lainnya adalah Optima RE, CS1311, Phantom-1 Series, dan  CS2211.Optima RE M.2 SSD memiliki interface SATA-III, 6 Gb/s, dengan ketebalan 7mm dan pilihan kapasitas yang tersedia mulai dari 128 GB, 256 GB dan 516 GB. Max Sequential Read yang dimilikinya yaitu mencapai 550 MB/s dan Write sebesar 400 MB/s. Sedangkan Max Random Read IOPS  sebesar 70,000 IOPS (4kb) dan Max Random Write IOPS (4Kb) sebesar 70,000 IOPS.

PNY-booth-Computex-2016

Phantom-1 memiliki interface SATA-III, 6 Gb/s, dengan ketebalan 7mm dan pilihan kapasitas 120 GB dan 960 GB. Max Sequential Read yang dimilikinya yaitu mencapai 550 MB/s dan Max Sequential Write sebesar 520 MB/s. Sedangkan Max Random Read IOPS  sebesar 97,000 IOPS (4kb) dan Max Random Write IOPS (4Kb) sebesar 90,000 IOPS.

SSD

CS1311 memiliki interface SATA-III, 6 Gb/s, dengan ketebalan 7mm pilihan kapasitas 120 GB, 240 GB dan 480 GB. Max Sequntial Read yang dimilikinya yaitu mencapai 550 MB/s dan Max Sequential Write sebesar 520 MB/s. Sedangkan Max Max Random Read IOPS  sebesar 90,000 IOPS(4kb) dan Max Random Write IOPS(4Kb) sebesar 90,000 IOPS.

PNY-SSD-computex-2016

CS2211 memiliki interface SATA-III, 6Gb/s, dengan ketebalan 7mm dan pilihan kapasitas 240 GB, 480 GB dan 960 GB. Max Sequntial Read yang dimilikinya yaitu mencapai 565 MB/s dan Write sebesar 540 MB/s. Sedangkan Max Random Read IOPS  sebesar 95,000 IOPS (4kb) dan Max Random Write IOPS (4Kb) sebesar 95,000 IOPS.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 22, 2026 - 0

Bocoran Steam Frame Ungkap Arsitektur Baterai Yang Digunakan

Bocoran dokumentasi FCC ungkap Steam Frame VR gunakan baterai AA…
June 22, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Hadirkan Lompatan Performa Besar untuk Nintendo Switch 2

Fitur baru yang dibawa oleh Unreal Engine 5.8 disebutkan mampu…
June 22, 2026 - 0

MSI Claw 8 EX AI+ Akan Dibanderol Dengan Harga Fantastis

Handheld baru MSI Claw 8 EX AI+ dipastikan akan miliki…
June 22, 2026 - 0

Alasan Utama Sony Kembali Rangkul Eksklusivitas Kini Terungkap

Ketika Sony mendadak putar balik dari kebijakan multiplatform, tidak sedikit…