Review VGA Card NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti & GTX 1050
GeForce GTX 1050 Series Card


NVIDIA sendiri telah memastikan tak akan ada versi Founders Edition pada lini GTX 1050 Series mereka kali ini. Jadi pada pembahasan kali ini, sample yang kami gunakan untuk menguji performa NVIDIA GeForce GTX 1050 Series ini datang dari NVIDIA dan beberapa partner NVIDIA yaitu, ASUS dengan Expedition GTX 1050 Ti, serta Galax dengan GTX 1050 Ti OC. Dari empat graphic card yang kami terima (3 buah GTX 1050 Ti dan 1 buah GTX 1050) terdapat dua graphic card yang datang dengan spesifikasi default NVIDIA, yaitu ASUS Expedition GXT 1050 Ti dan GTX 1050. Sedangkan dua lainnya (Galax GTX 1050 Ti OC dan GTX 1050 Ti OC) datang dengan spesifikasi yang telah di-overclock dari pabrikan.
Spesifikasi GeForce GTX 1050 Series


Dapat dilihat pada tabel di atas, hanya Galax GTX 1050 Ti OC dan GTX 1050 Ti OC yang datang dengan spesifikasi ter-overclock dari pabrikan. Menariknya, baik Galax GTX 1050 Ti OC dan GTX 1050 Ti OC datang dengan GPU yang Base Clock maupun Boost Clock yang sama. Keduanya memiliki Base Clock 1303 Mhz dan Boost Clock-nya mencapai 1417 MHz. Menariknya Meski memiliki Base dan Boost Clock yang sama, GTX 1050 Ti OC memiliki maksimal Boost Clock yang lebih tinggi ketimbang GTX 1050 Ti miliki Galax, yaitu berada di angka 1733 MHz berbanding dengan 1721 MHz miliki Galax. Selain kecepatan GPU, kedua brand tersebut tak mengubah setting lainnya. Tak ada peningkatan kecepatan memori maupun penambahan konektor daya eksternal pada kedua graphic card tersebut.
Baik Graphics card berbasiskan GTX 1050 Ti maupun GTX 1050 (non-Ti) menyediakan konektor display yang sama dan Anda tak akan menemukan konektor display analog lagi pada kedua graphic card ini. Berikut konektor yang tersedia:
- 1x DVI-D (bukan DVI-I)
- 1x Display Port 1.3/1,4 Ready
- 1x HDMI 2.0b
Ditujukan sebagai graphic card terjangkau, ketidakhadiran konetor display analog mungkin akan cukup disayangkan bagi para pengguna yang masih menggunakan monitor berkonektor D-Sub. Tapi yang perlu mereka lakukan hanyalah mencari adapter ke konektor yang mereka butuhkan yang bisa mereka banyak dapat temukan di pasaran dengan harga yang relatif terjangkau.
Dari keempat graphic card versi custom ini, tak ada satupun yang menggunakan konektor daya eksternal tambahan untuk graphic card mereka, sekalipun itu graphic card GTX 1050 Ti milik Galax.
Platform Pengujian NVIDIA GeForce GTX 1050 Series
- Prosesor: Intel Core i7 5960X @4.0 GHz 1.25 V
- Motherboard: ASUS Sabertooth X99
- Graphics Card: AMD Radeon R9 300, NVIDIA GeForce GTX 900/GTX 700
- Memory: 4x 4GB Kingston Fury DDR4 (@2133 MHz)

- Storage: 2x Kingston HyperX Fury 240 GB

- Power Supply: Corsair AX1200

- CPU Cooler: Corsair H100

- Casing: Corsair 500R

- Display: ASUS MG24U Monitor 4K @3480 x 2160 pixels
- Input: Generic Keyboard and Mouse
- OS: Windows 10 64-bit
- Driver:
Crimson: 16.3 I 16.3.1 | 16.7.2 | 16.8.1(Untuk RX 460)
Forceware: 375.57
Penasaran dengan performa dari graphic card terbaru NVIDIA di kelas Mainstream ini? Mari kita lihat performa benchmark sinstetiknya di halaman berikutnya!















