Asus, Capcom, Philips, & Valve Terkena Kasus di Eropa
Beberapa perusahaan ternama dunia disebut dicurigai terlibat dalam “skandal” untuk produk-produk yang dijual di toko online di Eropa. Perusahaan-perusahaan itu terkena tudingan terlibat dalam beberapa kasus yang berbeda, yang terkait dengan penjualan produk di toko online. Asus, Bandai Namco, Capcom, Philips, Valve, dan ZeniMax masuk ke dalam daftar perusahaan yang dicurigai terlibat.

Asus & Philips Atur Harga Monitor
Komisi Uni Eropa menyelidiki Asus & Philips dalam dugaan pengaturan harga produk yang dijual di toko online. Kedua perusahaan tersebut, bersama beberapa perusahaan lain, disebut memaksa toko online untuk mengikuti harga yang mereka tetapkan. Hal itu disebut merusak tingkat kompetisi di Eropa, karena toko online disebut harus tunduk ke harga yang diberikan perusahaan-perusahaan itu.
Valve Blokir Game di Beberapa Negara
Sementara Valve dan beberapa produsen game disebut melakukan blokir untuk game-game yang dipasarkan sehingga tidak bisa diakses di beberapa negara. Hal ini membuat pengguna layanan Valve, Steam, yang tinggal di beberapa negara Uni Eropa tidak bisa membeli game yang dipasarkan di harga yang lebih murah di negara lain dalam Uni Eropa. Hal ini dianggap bertentangan dengan kebijakan Uni Eropa.
“Rusak Pasar” di Uni Eropa
Belum diketahui hukuman seperti apa yang akan diberikan oleh Uni Eropa ke perusahaan-perusahaan itu bila mereka dianggap bersalah. Uni Eropa sendiri memang ingin agar produk yang dijual di negara-negara anggota mereka tidak dibedakan satu sama lain. Perusahaan yang melanggar ketentuan itu bisa saja mendapatkan hukuman karena dianggap “merusak pasar” di Uni Eropa.












