Hands-On de.Light: Lampu LED dengan Jaringan WiFi

Reading time:
March 18, 2017

Penggunaan

Kemudahan pemasangan tampaknya menjadi salah satu fokus XY Connect untuk perangkat ini. Pemasangan perangkat ini hingga bisa digunakan sepenuhnya bisa dilakukan dengan sangat mudah, di mana pemilik hanya perlu memasang lampu di tempatnya, memasang adapter di stop kontak listrik, serta menghubungkan kabel Ethernet dari router ke adapter. Setelah hal itu dilakukan, koneksi akan dibangun secara otomatis dan pengguna sudah bisa menggunakan WiFi yang ada di dalam lampu.

de.Light - 08

Informasi terkait SSID dan password WiFi untuk de.Light dicantumkan oleh XY Connect di kemasan produk. Pengguna juga bisa memanfaatkan QR Code yang ada di kemasan untuk koneksi cepat. Bila dibutuhkan, pengguna juga bisa mengubah SSID dan password WiFi dari de.Light ini.

de.Light - 11
Aplikasi Android untuk de.Light

Terdapat beberapa parameter operasi yang bisa diubah dari de.Light ini, dan hal itu bisa dilakukan baik dengan memanfaatkan aplikasi yang tersedia di Google Play Store untuk Android atau melalui web browser dari perangkat apapun. de.Light ini menawarkan dua mode operasi, yaitu gateway dan bridge. Untuk mode gateway, de.Light akan membangun jaringan lokal sendiri dan bertindak seperti sebuah router, sementara untuk mode bridge, de.Light akan meneruskan konfigurasi jaringan dari jaringan induknya.

de.Light - 13

Menariknya, di mode gateway, perangkat ini menawarkan opsi pengaturan yang mirip dengan sebuah router rumahan sederhana, lengkap dengan konfigurasi DHCP Server, VPN Passthrough, NAT, dan beberapa opsi konfigurasi lain. Satu hal yang menarik, XY Connect menawarkan juga opsi update firmware, mirip dengan yang umum ditawarkan di router, untuk de.Light ini. XY Connect menyebutkan bahwa update firmware bisa saja akan menghadirkan fungsi tambahan untuk de.Light di kemudian hari.

de.Light - 12

Terkait fitur lampu LED di de.Light, pengguna bisa mengatur tingkat brightness dari lampu, baik melalui aplikasi Android atau dari dashboard konfigurasi. Terdapat juga fitur untuk menjadwalkan kapan lampu akan menyala dan padam. Terdapat juga opsi untuk mengatur kapan lampu beroperasi di Day Mode dan Night Mode. Perbedaan kedua mode itu sendiri ada di tingkat brightness, di mana Day Mode akan menawarkan tingkat brightness di atas Night Mode.

Satu hal yang kami rasa agak sedikit mengganggu penggunaan sehari-hari dari de.Light adalah aplikasi Android yang tampaknya masih kurang stabil. Kami seringkali mendapatkan pesan kesalahan di mana aplikasi gagal mengirimkan konfigurasi ke de.Light. Selain itu, kami juga tidak menemukan konfigurasi untuk Day Mode dan Night Mode. Walaupun begitu, hal ini harusnya bisa diatasi dengan mudah melalui update aplikasi dan firmware.

Kesimpulan

(+)

  • Perangkat WiFi yang unik
  • Kemudahan instalasi & penggunaan
  • Lampu LED modular
  • Kontrol dari aplikasi Android
  • Penjadwalan waktu aktif lampu
  • Opsi konfigurasi terbilang lengkap
  • Pilihan mode operasi gateway atau bridge

(+/-)

  • Hanya mendukung WiFi 2.4 GHz, belum mendukung 5 GHz. Namun, dukungan untuk WiFi 802.11 n 300 Mbps yang ditawarkan oleh de.Light kami rasa masih bisa dikategorikan cukup baik.

(-)

  • Opsi warna terbatas (5000K & 3000K)
  • Kabel Ethernet yang disertakan terlalu pendek
  • Aplikasi Android masih kurang stabil
de.Light - 09
de.Light ketika menjalankan tugasnya, sebagai lampu dan pemancar sinyal WiFi.

de.Light dari XY Connect ini bisa dikatakan merupakan produk yang menarik untuk siapa saja yang ingin memperluas jangkauan WiFi di tempat tinggal atau kantor. Kemudahan pemasangan yang ditawarkan oleh de.Light, serta fungsinya yang lebih dari sekedar pemancar sinyal WiFi biasa menjadi pendukung daya tarik tersebut. Saat ini de.Light memang hanya tersedia dalam opsi warna yang terbatas. Namun, melihat desain dari produk yang satu ini, XY Connect seharusnya bisa meningkatkan lagi tawaran mereka di kemudian hari.

de.Light - 10
Kabel Ethernet di paket penjualan de.Light

Paket penjualan yang diberikan XY Connect untuk de.Light ini terlihat minimal sekali, tetapi memang itulah yang dibutuhkan de.Light untuk beroperasi. Satu hal yang mungkin akan dirasa sedikit menyulitkan bagi beberapa pengguna adalah kabel Ethernet di paket penjualan yang bisa jadi terlalu pendek. Kabel itu hanya memiliki panjang sekitar 80 cm, dan tentunya akan sulit menghubungkan router dengan adapter bila penempatan router cukup jauh dari stop kontak listrik.

de.Light - 14
Modul LED cadangan untuk de.Light

Tersedianya aplikasi Android untuk membantu kontrol lampu ini menjadi nilai positif tersendiri, terlebih lagi fungsi yang ditawarkan bukan hanya sekedar untuk kontrol lampu aktif atau tidak, tetapi juga untuk jadwal penggunaan lampu. Aplikasi ini kami rasa masih butuh disempurnakan lebih jauh lagi, karena kami sendiri mendapati beberapa ketidakstabilan di fungsi yang ada. Namun, ini sudah merupakan langkah positif bagi XY Connect untuk produk de.Light ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Bodi Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 Form Factor Clamshell.…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…