Hands-On Review Proyektor BenQ W1210ST
Penggunaan
Tidak berbeda dengan proyektor modern pada umumnya, kemudahan penggunaan menjadi salah satu fokus BenQ untuk W1210ST ini. Saat pertama kali diaktifkan, proyektor ini akan langsung menampilkan opsi pengaturan dasar untuk membantu penempatan proyektor terhadap bidang proyeksi. W1210ST ini menawarkan opsi proyeksi dari depan/belakang layar dan pemasangan di meja atau langit-langit. Selain itu, ada juga opsi pemilihan bahasa, dengan Bahasa Indonesia menjadi salah satu pilihan yang tersedia.

Proyektor ini hanya mendukung vertical keystone saja, jadi pengguna harus menempatkannya tegak lurus dari bidang proyeksi. Untuk pengaturan vertical keystone, pengguna bisa mengaksesnya dengan mudah melalui tombol atas/bawah di lingkaran navigasi. Sementara untuk pengaturan ketinggian proyeksi, pengguna harus mengaturnya secara manual melalui kaki depan proyektor.
Navigasi dan pengaturan di menu konfigurasi W1210ST ini dilakukan melalui tombol navigasi. Perlu diakui, susunan tombol navigasi seperti yang ditawarkan oleh W1210ST ini kami rasa sangat memudahkan pengguna. Tombol yang tersedia pun terasa tidak keras saat ditekan dan tidak menimbulkan suara yang mengganggu.
Brightness hingga 2200 ANSI Lumens yang ditawarkan oleh W1210ST ini bisa dikatakan sangat cocok untuk tujuan penggunaan proyektor ini. Saat kami mencoba menggunakan proyektor ini, W1210ST bisa menghasilkan proyeksi yang terlihat baik sekali, dengan tingkat kejelasan hasil proyeksi yang baik pula, baik di ruangan terang maupun ruangan gelap. Teknologi DLP untuk pemrosesan cahaya pun membuat proyektor ini bisa menghasilkan warna-warna yang baik.

Karena BenQ menyebutkan secara khusus bahwa proyektor ini cocok untuk gaming, kami mencoba menguji proyektor ini untuk memainkan beberapa game. Game yang kami pilih adalah game yang sangat butuh input lag yang rendah, seperti game balap GRID Autosport dan game FPS kompetitif CS: GO. Berdasarkan hasil pengujian kami, proyektor ini memang benar bisa menawarkan input lag yang rendah, sehingga tidak mengganggu input dari pengguna saat memainkan game-game yang membutuhkan presisi input tinggi.
BenQ menyebutkan bahwa mereka menghadirkan speaker 2x 10 W di proyektor ini, yang dilengkapi CinemaMaster Audio Enhancer. Speaker ini memang bisa menghasilkan suara dengan kualitas di atas rata-rata proyektor pada umumnya. Suara yang dihasilkan juga kencang dan tidak “pecah”, tetapi mungkin akan kurang sesuai dengan selera gamer, karena karakternya yang terlalu “open”.
Resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel) yang ditawarkan oleh proyektor ini sebagai resolusi native bisa dikatakan sudah cocok untuk kebutuhan gamer saat ini. Memang, resolusi itu disebut sudah mulai tertinggal karena dukungan untuk resolusi yang lebih tinggi, termasuk QHD dan 4K, sudah mulai ditawarkan, termasuk oleh console modern. Namun, gamer seharusnya akan puas menjalankan game di resolusi Full HD ini selama kualitas gambar yang dihasilkan terbilang baik.
Proyektor dari BenQ ini “hanya” mendukung refresh rate 60 Hz saja, belum bisa di atas itu. Saat ini, kebutuhan refresh rate di atas 60 Hz untuk gaming sudah mulai terlihat. Namun, hal itu bukan berarti proyektor ini tidak cocok untuk gaming.
Bicara soal kualitas hasil proyeksi, BenQ benar-benar sudah menyesuaikan W1210ST ini untuk kebutuhan gaming. Preset standar yang dijalankan oleh proyektor ini adalah “Game”, yang menurut kami memang bisa menggambarkan kebutuhan konfigurasi tampilan seorang gamer. Kami merasakan kualitas yang terbilang baik untuk hasil proyeksi saat memainkan game dengan preset “Game” dan “Game Bright” yang ditawarkan, walaupun masih belum sebaik monitor, tetapi sudah sangat memadai untuk game.
Picture Mode
W1210ST menawarkan 5 preset picture mode dan 1 preset manual untuk user. Lima picture mode yang ditawarkan adalah Game, Game Bright, Bright, Vivid, dan Cinema. Berikut ini adalah perbedaan dari hasil proyeksi kelima picture mode tersebut:
Catatan:
- Hasil di bawah didapatkan dengan memotret hasil proyeksi dengan kamera yang di-set ke pengaturan Manual, dengan konfigurasi yang sama untuk semua foto. Tampilan pada gambar di bawah belum tentu sama dengan tampilan saat Anda melihat langsung ke hasil proyeksi.
- Pengujian dilakukan dengan menggunakan setting default yang disertakan oleh BenQ. Sebelum melakukan pengujian, kami melakukan reset to factory default untuk mengembalikan semua konfigurasi ke nilai default.
- Kondisi ruangan saat pemotretan hasil proyeksi adalah gelap.
[tabs class=”yourcustomclass”]
[tab title=”Game” active=”active”]


[/tab]
[tab title=”Game Bright”]


[/tab]
[tab title=”Bright”]


[/tab]
[tab title=”Vivid”]


[/tab]
[tab title=”Cinema”]


[/tab]
[/tabs]
Selain di preset Game dan Game Bright, BenQ mengatur konfigurasi “Fast Mode”, fitur yang mendukung input lag rendah, ke “Off”. Hal ini membuat input lag menjadi cukup terasa. BenQ tampaknya menganggap bahwa gamer akan menggunakan preset Game dan Game Bright untuk memainkan game, serta preset-preset lain untuk kebutuhan selain gaming, yang tidak terpengaruh oleh input lag. Bila pengguna ingin coba menggunakan preset Vivid, Bright, atau Cinema dengan “Fast Mode”, fitur itu bisa diaktifkan dengan mudah di menu konfigurasi yang tersedia.
Penggunaan di Ruangan Gelap/Terang
Catatan:
- Hasil di bawah didapatkan dengan memotret hasil proyeksi dengan kamera yang di-set ke pengaturan Manual, dengan konfigurasi yang sama untuk semua foto. Tampilan pada gambar di bawah belum tentu sama dengan tampilan saat Anda melihat langsung ke hasil proyeksi.
- Pengujian dilakukan dengan menggunakan setting default yang disertakan oleh BenQ. Sebelum melakukan pengujian, kami melakukan reset to factory default untuk mengembalikan semua konfigurasi ke nilai default.
- Preset Picture Mode yang digunakan adalah Game.
[tabs class=”yourcustomclass”]
[tab title=”Ruangan Terang” active=”active”]





[/tab]
[tab title=”Ruangan Gelap”]





[/tab]
[/tabs]
Ruangan terang membuat kualitas hasil proyeksi dari W1210ST sedikit berkurang. Hal ini wajar mengingat lampu yang digunakan hanya menawarkan brightness maksimal 2200 ANSI Lumens. Namun, tampilan hasil proyeksi di ruangan terang pun masih terlihat baik, dan saat kami mencoba memainkan game, tidak terlalu mengganggu kenikmatan mencicipi game dalam ukuran “layar” super besar yang ditawarkan oleh proyektor W1210ST ini. Sementara di ruangan gelap, hasil proyeksi benar-benar terlihat baik.
Konsumsi Daya
BenQ menyebutkan bahwa konsumsi daya dari lampu yang digunakan di W1210ST ini adalah sekitar 240 Watt. Kami mencoba melakukan pengurukuran konsumsi daya dengan menggunakan digital multimeter seperti yang biasa kami gunakan dalam pengujian. Hasilnya, proyektor ini secara keseluruhan mengkonsumsi daya 284 Watt – 290. Konsumsi daya yang lebih tinggi dari yang disebutkan untuk lampu proyektor terbilang wajar, karena komponen lain di dalam proyektor tentunya membutuhkan daya juga saat beroperasi.
Terkait konsumsi daya ini, angka sekitar 285 Watt mungkin akan dirasa tinggi untuk penggunaan di rumah. BenQ juga menyediakan mode ECO untuk proyektor ini, yang bisa menekan konsumsi daya menjadi lebih rendah. Berdasarkan pengujian kami, mode ECO ini membuat proyektor mengkonsumsi daya di kisaran 210 Watt. Angka itu juga masih tergolong tinggi untuk display yang digunakan di rumah, tetapi sudah jauh di bawah konsumsi daya tanpa mode ECO.














