Review ASUS ROG ZEPHYRUS (GX501): Super Kencang & Tipis

Reading time:
August 21, 2017

Konsumsi Daya

ASUS GX501 Power

Note: Total system power consumption (In Watts)

Battery Life

ASUS GX501 Battery 01 ASUS GX501 Battery 02

Setting: Windows Power Option – Balanced | Windows Brightness – 1/10 | Speaker Volume – 20 % | WiFi On (Except for Video Playback (WMP)) | Bluetooth Off

Melihat hasil pengujian baterai di atas, ASUS ROG ZEPHYRUS (GX501) tampaknya tidak dapat dipisahkan dari perangkat charger saat dibawa bepergian. Daya tahan baterai di skenario non-gaming tergolong singkat sekali. Absennya fitur NVIDIA Optimus tampaknya memiliki kontribusi pada hal ini. Graphics card discrete selalu dalam kondisi aktif yang menyebabkan baterai dengan cepat terkuras. Untunglah daya tahan baterai di skenario gaming masih tergolong cukup baik meskipun tetap membuat ASUS ROG ZEPHYRUS (GX501) kurang cocok digunakan bermain game dengan tenaga baterai mengingat singkatnya waktu.

Kesimpulan

Dalam kurung waktu kurang dari setahun, definisi performa untuk laptop gaming tipis mengalami perubahan drastis. Dahulu, GeForce GTX 1060 adalah varian graphics card paling kencang yang dapat ditemukan di laptop gaming tipis dengan ketebalan kurang dari 2 cm. Lahirnya teknologi NVIDIA Max-Q pun merubah segalanya dengan salah satu contoh nyata ASUS ROG ZEPHYRUS (GX501) dengan graphics card GeForce GTX 1080 with Max-Q Design. Spesifikasi clock GPU lebih rendah memang membuat varian Max-Q tidak sekencang versi standarnya. Walaupun begitu pengujian kami menunjukkan GTX 1080 with Max-Q Design di ROG ZEPHYRUS (GX501) menempati level performa di antara GTX 1080 dan GTX 1070. Level performa yang sulit dicapai sebelumnya oleh laptop gaming dengan ketebalan kurang dari 1,8 cm.

ASUS GX501 Rear Side

Memasangkan GeForce GTX 1080 with Max-Q Design dengan layar Full HD memang menjadi pilihan tepat. Resolusi layar tidak terlampau tinggi memastikan game dapat dijalankan pada frame rate setinggi mungkin dengan setting kualitas visual maksimal. Terlebih ASUS ROG ZEPHYRUS (GX501) menggunakan layar 120 Hz dengan teknologi NVIDIA G-SYNC. Kapasitas VRAM yang masif pun membuat GTX 1080 with Max-Q Design siap menangani game rakus memori yang ada saat ini atau yang akan datang. Tentu ROG ZEPHYRUS (GX501) juga siap menampilkan konten VR secara sempurna dengan menggunakan perangkat seperti HTC Vive ataupun Oculus Rift.

Performa komputasi harian ASUS ROG ZEPHYRUS (GX501) pun tidak perlu dipertanyakan keandalannya. Tidak hanya membuat GTX 1080 with Max-Q Design mampu mengerahkan performa secara keseluruhan, Core i7 7700HQ juga membuat ROG ZEPHYRUS (GX501) siap menangani komputasi kelas berat sekalipun. Melakukan rendering objek 3D, melakukan editing gambar/video kelas profesional, membuat animasi bukan menjadi kendala berarti untuk laptop gaming kelas premium. Memori/RAM DDR4 dengan kapasitas besar yang dipadukan storage SSD NVMe PCIe 3.0 x4 menjadi kunci penting lainnya dibalik tingginya performa ROG ZEPHYRUS (GX501) baik saat menjalankan game 3D atau aplikasi non-gaming lainnya.

 

 

 

ASUS GX501 ROG Eye v1

Menjaga temperatur prosesor dan graphics card di batas normal agar performa tetap maksimal memang menjadi tantangan tersendiri di laptop gaming setipis ini. Selain melengkapi ROG ZEPHYRUS (GX501) dengan sistem pendingin performa tinggi yang canggih, ASUS memiliki ide cerdik dengan merancang sisi belakang laptop akan mengangkat beberapa milimeter yang membuat pasokan udara dapat mengalir deras tanpa hambatan. Saat ini kami tidak dapat berbicara banyak mengenai performa sistem pendingin sampai menguji versi retail ROG ZEPHYRUS (GX501). Akan tetapi sepertinya tidak terlampau mengecewakan.

ASUS menawarkan ROG ZEPHYRUS (GX501) dengan SSD 512 GB di kisaran harga Rp 50.299.000,-. Jika laptop gaming tipis dengan performa super kencang adalah impian Anda selama ini dan harga tidak menjadi masalah, masukkan ROG ZEPHYRUS (GX501) di posisi atas daftar pilihan laptop gaming Anda. Laptop gaming ini memang masih memiliki sejumlah kekurangan seperti tata letak keyboard dan touchpad yang tidak biasa, mengecilnya ukuran tombol, serta daya tahan baterai sangat singkat bahkan di skenario non-gaming. Anda dapat mengabaikan sejumlah kekurangan itu dan mendapatkan sebuah laptop gaming kencang padat fitur yang dapat dibawa kemana saja dengan nyaman.

Kelebihan

(+) Bodi super tipis 1,79 cm

(+) Bobot ringan 2,2 kg

(+) Performa komputasi kencang dengan Core i7 7700HQ

(+) Performa gaming luar biasa dengan GTX 1080 with Max-Q Design

(+) Mengangkatnya sisi belakang laptop untuk pasokan masif udara masuk

(+) Kapasitas memori/RAM dan VRAM masif

(+) Layar IPS 120 Hz dengan NVIDIA G-SYNC.

(+) 512 GB SSD M.2 NVMe PCIe 3.0 x4

(+) Backlit keyboard

(+) Warna dan efek setiap tombol keyboard dapat diatur

(+) Empat port USB 3.1 Gen 1

(+) USB 3.1 Gen 2/Thunderbolt 3.0

(+) HDMI 2.0b

(+) Wi-Fi ac

(+) Bluetooth V4.2

(+) Irit daya listrik

(+) Ventilasi mengarah ke belakang

Kekurangan

(-) Daya tahan baterai singkat

(-) Hilangnya tombol PrintScreen

(-) Dibutuhkan adapatasi awal untuk keyboard

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 13, 2026 - 0

God of War Trilogy Remake Sedang Dalam Pengembangan

State of Play February 2026 umumkan God of War Trilogy…
February 13, 2026 - 0

Konami Reveal Castlevania: Belmont’s Curse, Kembali ke 2.5D Side Scrolling

Setelah sekian lamanya franchise ini tidak rilis game baru, akhirnya…
February 13, 2026 - 0

God of War Sons of Sparta Rilis Mendadak Setelah State of Play February 2026

God of War Sons of Sparta yang selama ini hanya…
February 13, 2026 - 0

Gameplay Silent Hill: Townfall Diperlihatkan Untuk Pertama Kalinya

Setelah bungkam semenjak diumumkan pada 2022, Konami akhirnya perlihatkan gameplay…