Hasil Foto Smartphone Bergantung pada SoC/Prosesor

Reading time:
October 31, 2017
Hasil Foto Smartphone Bergantung pada SoC/Prosesor

Apa? Bukannya hasil foto itu tergantung pada image sensornya? Atau mungkin malah pada lensanya? Jawabannya adalah YA, tapi kedua hal itu bukan penentu mutlak hasil foto dari sebuah smartphone.

Hasil foto pada kamera smartphone (dan kamera digital lainnya) ditentukan oleh beberapa bagian ini:

  1. Lensa
  2. Sensor
  3. Prosesor pengolah gambar
  4. Algoritma pengaturan gambar yang dipilih/ditentukan oleh produsen

 

Lensa

Smartphone Camera Lens 2

Ya, ini adalah bagian penting. Jumlah komponen lensa umumnya mempengaruhi sejauh mana gambar bisa diterima dengan baik. Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan pada lensa:

  • Jumlah elemen lensa. Ini umumnya makin banyak makin baik. Biasanya jumlah elemen ini disebutkan dengan “P”. Ada yang 5P, 6P, dan seterusnya.
  • Aperture atau bukaan atau diafragma adalah parameter yang adanya di lensa juga. Makin besar maka akan makin banyak sinar yang bisa jatuh ke sensor. Ukurannya umumnya disebutkan dengan “f”. Perlu diperhatikan, makin kecil angkanya, makin besar bukaannya. Jadi, f/2.0 adalah lebih kecil dibandingkan f/1.7.
  • OIS atau Optical Image Stabilizer adalah bagian dari lensa yang (jika tersedia) membantu membuat foto yang lebih stabil saat kecepatan turun drastis dalam ruangan berpencahayaan rendah.

 

Sensor

Smartphone Camera Sensor

Image sensor adalah bagian yang menangkap cahaya dan mengubah hasil rekaan menjadi data mentah. Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Semakin besar ukuran per pixel akan makin baik
  • Jumlah pixel yang lebih banyak tidak selalu memastikan kualitas tertinggi. Sebab, jika ukuran tiap pixelnya kecil, kerusakan akan makin mudah terjadi.
  • Ukuran sensor yang besar akan membuat ukuran per pixel menjadi lebih besar, jika total jumlah pixelnya sama.
  • Kemampuan autofokus juga ditentukan oleh image sensor, meski dikendalikan oleh ISP.
  • Umumnya, kualitas tertinggi saat ini diperoleh dari image sensor buatan Sony dan Samsung.

 

Prosesor Pengolahan Gambar

Smartphone Camera ISP

Tidak, gambar tidak diproses dengan memanfaatkan prosesor utama. Itu akan membuat baterai menjadi boros sekali. ISP adlah prosesor khusus di dalam SoC yang bertanggung jawab untuk urusan ini. Sementara, untuk menyalurkan data hasilnya, DSP bekerja dengan konsumsi daya ekstra rendah. Prosesor-prosesor ini mengolah gambar mentah dari sensor menjadi gambar yang bisa kita lihat dan pahami dalam bentuk file gambar. Berikut adalah hal yang perlu diketahui:

  • Prosesor pengolahan gambar utama disebut ISP atau Image Signal Processor.
  • Prosesor ini bekerja sama dengan DSP (Digital Signal Processor) dalam proses “mencerna” gambar mentah menjadi gambar yang bisa dimanfaatkan.
  • Performa ISP dan DSP sangat mempengaruhi kualitas gambar yang bisa dihasilkan.
  • ISP dan DSP juga lah yang bertanggung jawab pada kualitas hasil video.
  • Kecepatan autofokus ditentukan oleh hasil pengolahan pada ISP
  • Efektivitas Electronic Image Stabilizer (EIS) pun ditentukan oleh pengendalian ISP
  • Resolusi gambar dan video maksimum, umumnya ditentukan oleh kemampuan ISP dan DSP.
  • Baik ISP dan DSP secara umum tersedia di dalam SoC (yang kerap disebut prosesor/chipset) pada sebuah smartphone.

 

Algoritma Pengaturan Gambar

Smartphone Camera Software

Lensa, sensor, ISP, DSP adalah komponen yang berpengaruh dalam pembuatan hasil foto. Di dalam sebuah dapur, gambar yang diambil bisa diibaratkan bahan mentahnya, sementara lensa, sensor, adalah alat masaknya. Lalu, siapa juru masak atau kokinya? ISP dan DSP bisa diibaratkan kokinya, karena ISP dan DSP inilah yang mengolah hasil fotonya. Tentunya, parameter-parameternya ditentukan oleh “buku resep masakan” yang merupakan algoritmanya.

  • Makin baik algoritmanya, akan makin baik kualitas fotonya.
  • Algoritma ini yang menentukan sejauh mana proses pengolahan gambar dilakukan dan apa saja yang dilakukan dalam kondisi tertentu.
  • Makin rumit algoritma (biasanya untuk menghasilkan foto yang lebih baik), eksekusinya akan sangat bergantung pada ISP dan DSP pada SoC.
  • ISP dan DSP yang kuat akan sangat membantu produsen untuk menggunakan algoritma rumit untuk menghasilkan foto yang baik.

 

Pada keseharian, ISP dan DSP menjadi alat pengendali kualitas gambar, autofokus dan image stabilizer. Tentunya dengan parameter yang ditentukan dalam algoritma yang ditetapkan oleh produsen kamera/smartphone. Oleh sebab itu, kemampuan ISP dan DSP yang baik akan sangat mempengaruhi kualitas hasil foto.

Smartphone Camera ISP Spectra

Mari kita ambil contoh dari SoC Qualcomm kelas menengah dan atas. Di kelas atas, Qualcomm sudah menyediakan ISP khusus yang diberi nama Spectra, diperkenalkan sejak Snapdragon 820 diluncurkan. Spectra ISP ini memiliki kemampuan untuk mengolah gambar secara natural dan cepat.

  • Skin tone atau gradasi warna kulit dirender dengan 2 ISP 14-bit.
  • Perpaduan dua sensor dan kecepatan AF ekstra tinggi pun bisa dikendalikannya.
  • Konsumsi daya rendah
  • Kemampuan menghasilkan file RAW yang bisa dengan cepat ditransfer ke DSP.
  • Mampu mengolah gambar hingga 25 megapixel dengan sangat cepat.
  • Simulasi Optical Zoom dengan mengandalkan perhitungan GPU

Hasil yang diperoleh adalah kemampuan autofokus cepat dan kualitas foto kelas atas, bahkan dalam kondisi gelap sekalipun.

Qualcomm Snapdragon 625

Sementara itu, mari kita lihat apa yang ditawarkan ISP modern kelas menengah. Kita dapat menemuinya dalam SoC seperti Snapdragon 625. SoC ini sudah dilengkapi dengan dual ISP untuk pengolahan gambar dengan cepat. Penggabungan dua gambar monokrom dan berwarna pun bisa dilakukan dengan sangat cepat. Sementara itu, untuk penggunaan satu sensor, akurasinya sudah dijanjikan lebih tinggi. Selain itu, dengan teknologi ISP-DSP yang tersedia, Snapdragon 625 sudah bisa merekam video hingga resolusi 4K dan foto hingga 24 megapixel.

Zenfone 4 Selfie Pro
Zenfone 4 Selfie Pro: smartphone dengan Snapdragon 625 yang menawarkan fitur dual-camera (di kamera selfie)

 

Contoh Hasil Foto dengan SoC Snapdragon 625

Mengambil dari hasil pengujian terdahulu pada ASUS Zenfone 4 Selfie Pro, bisa kita lihat bahwa kualitas foto yang dihasilkan sudah tergolong tinggi. Sementara itu, video 4K bisa dihasilkan dengan smartphone di harga menengah ini. Detail tinggi pada kondisi low-light ini dihasilkan bukan sekadar dari sensor yang baik saja, tapi karena hasil olahan ISP-DSP yang baik pula.

P 20171023 180727 vHDR Auto
P 20171023 171824 vHDR Auto
P 20171023 160032 vHDR On
P 20171023 155716 vHDR On
P 20171023 153142 vHDR Auto HP

 

IMG 20171024 115246
Pengolahan ISP yang baik membuat Zenfone 4 Selfie Pro sanggup menyuguhkan detail tinggi dari foto dalam kondisi “low-light” ini.

 

Kesimpulan

Teknologi pada fotografi digital tidak lah sesederhana penggunaan sensor yang baik saja. ISP-DSP yang baik serta algoritma matang dibutuhkan untuk menghasilkan foto dan video yang berkualitas tinggi. Semua ini, umumnya tersedia di dalam SoC. Tentunya, kemampuan sang fotografer pun menentukan hasil akhirnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 20, 2026 - 0

Windrose Tembus Penjualan 1 Juta Copy & Peak Player Lebih Dari 220 Ribu

Game survival bajak laut Windrose tembus penjualan 1 juta copy…
April 20, 2026 - 0

007 First Light Tampilkan Trailer Opening Cinematic Ala Film James Bond

IO Interactive merilis trailer yang tampilkan opening cinematic 007 First…
April 20, 2026 - 0

Dragon Ball Xenoverse 3 Resmi Diumumkan Via Trailer Baru

Setelah satu dekade, Bandai Namco akhirnya mengumumkan Dragon Ball Xenoverse…
April 20, 2026 - 0

Film Gears of War dari Netflix Berikan Update Positif

Sutradara David Leitch memastikan proyek film Gears of War di…