Hands-On Review: In-Ear Monitor HP H2310

Reading time:
November 10, 2017

Penggunaan

Unit HP H2310

Sesuai dengan definisi di atas, mini plug dengan desain ukuran 3.5 mm ini memiliki 4-pole yang salah satu pole difungsikan sebagai pengatur microphone. Pengaturan microphone ini ada pada unit in-line control sekaligus memuat pengatur volume dan menerima panggilan. Bagi yang terbiasa menekan tombol saat menerima panggila telepon, kini Anda harus terbiasa dengan sistem geser yang ada di unit kontrol ini. Selain untuk smarphone, H2310 amat mudah dipasangkan dengan MP3 player, notebook, maupun console. In-ear ini tidak memerlukan perangkat player canggih maupun amplifier tambahan.

Pemakaian menyenangkan, karena model in-ear membuat isolasi suara luar secara pasif berkat adanya eartips silicon yang cukup nyaman. Anda akan memperoleh dua pasang tambahan berukuran S dan M. Jika kurang suka dengan eartips, Anda bisa melakukan penggantian dengan mudah karena bersifat universal. H2310 menganut beda panjang kabel sebelah kanan untuk penggunaan yang lebih rapi, meski untuk saat ini banyak pengguna menginginkan pemakaian dari arah depan karena lebih mudah.

Karakter Suara

Respon pertama yang diberikan saat menggunakan in-ear biasanya adalah kedap, lalu mulai menganalisa bunyi seperti nada bawah, menengah dan tinggi. HP H2310 termasuk in-ear yang memberikan kesan suara menyenangkan dan pas diperuntukkan bagi musik berirama santai seperti pop. Alunan suara cukup halus, terutama untuk sektor vokal penyanyi ditambah dengan bunyi nada rendah yang sedikit mendominasi. Pengguna bisa menggunakan HP H2310 dalam tempo waktu yang lama karena tidak ditemui bunyi yang melengking tajam.

Konstruksi unit

Bagian utama dari musik pop biasanya adalah kekuatan lirik dimana vokal menjadi andalan. HP H2310 mampu menyajikan vokal dengan jelas dengan letak bayangan stereo yang pas. Namun untuk mendapatkan tingkat kejelasan yang lebih lagi, in-ear ini tidak mampu mewujudkannya. Untuk in-ear dengan rentang harga USD 20, rasanya tidak laik jika menginginkan resolusi yang terlalu dramatis.

Sektor nada rendah atau bass juga menjadi faktor yang membuat orang suka terhadap musik. Pada kemasannya, HP mengklaim bahwa produknya ini memiliki booming bass. Jika dijelaskan lebih lanjut, bass di HP H2310 memang cukup besar dan mampu mengisi suasana mengiringi alunan vokal tanpa terlalu mendominasi. Namun bass tidak memberikan kualitas yang padat sehingga terkesan kurang fokus. Nada bass juga tidak bisa terlalu rendah seperti layaknya subwoofer. Nada tinggi sedikit kurang terangkat membuat kesan suara yang disajikan kurang terbuka. Baiknya dengan nada tinggi yang berkurang, hampir semua musik menjadi nyaman didengar. Kurangnya, Anda akan kesulitan untuk membedakan suara instrumen secara lebih jelas.

Musik yang direproduksi akan menjadi lebih mirip dengan recording jika perangkat yang dimainkan memiliki resolusi tinggi, tak terkecuali in-ear. Kami masih kesulitan untuk mendengarkan separasi atau pembedaan instrumen, letak sumber bunyi hingga gambaran stereo. Bisa dibilang H2310 masih belum memiliki resolusi yang cukup baik untuk menggambarkan musik. Memang dilihat dari spesifikasi dan desain, H2310 tidak ditujukan bagi mereka yang menginginkan kepresisian hasil recording layaknya in-ear monitor profesional, tapi penikmat musik praktis yang diputar melalui perangkat mobile, khususnya smartphone.

Kesimpulan

HP cukup hati-hati dalam mengeluarkan produk audionya, termasuk in-ear H2310 ini. Masuk sebagai in-ear dengan segmen entry-level, tidak membuat HP meninggalkan dalam hal kualitas suara, terbukti H2310 bisa masuk untuk beberapa genre musik dan selera popular di Indonesia. Dengan banderol seharga USD 20, in-ear ini meski tidak memiliki fitur segudang, tapi tepat guna untuk dipakai sebagai teman dalam perjalanan, khususnya bagi pengguna smartphone Android dan iOS.

Secara kualitas, in-ear memiliki kelebihan tersendiri dibanding earbud, yakni mampu memblok suara dari luar secara alami. Bunyi yang dihasilkan mudah dinikmati karena memiliki bass yang empuk dan vokal yang cukup kentara. Anda bisa memasangkan dengan player apapun seperti smartphone untuk mendengarkan sumber musik online seperti Spotify ataupun offline player dengan sumber file musik MP3 320khz. Kami tidak merekomendasikan bagi meraka yang menginginkan in-ear dengan suara yang super detail.

Kelebihan 

  • Desain in-ear efektif isolasi noise luar
  • Kabel flat yang tidak mudah kusut
  • Tersedia volume control dan microphone
  • Karakter suara bass dan vokal
  • Tersedia eartips S, M, L

Kekurangan

  • Suara treble kurang
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 28, 2026 - 0

Review ASUS ROG Flow Z13-KJP (2026): Tablet dengan RAM 128 GB untuk AI & Gaming Berat

Bodi ASUS ROG Flow Z13-KJP Form Factor Detachable Laptop Jadi…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…

Gaming

April 3, 2026 - 0

Shift Up Resmi Akuisisi Studio Milik Shinji Mikami, Unbound

Kreator Stellar Blade, Shift Up, resmi akuisisi penuh studio Unbound…
April 3, 2026 - 0

ARC Raiders Perbaiki Masalah “Late Spawn” Melalui Update Flashpoint

Setelah sekian lama menjadi keluhan pemain, ARC Raiders akhirnya perbaiki…
April 3, 2026 - 0

Rumor: Steam Deck 2 Diklaim Rilis 2028 Oleh Tech Insider

Valve dikabarkan menargetkan rilis Steam Deck 2 pada 2028, tetapi…
April 2, 2026 - 0

Patent Kontroversial Pokemon Milik Nintendo Ditolak Kantor Patent Amerika

Setelah cukup lama diproses, patent kontroversial Nintendo terkait summon monster…