Digital Artha Media Beberkan Tren Fintech di Tahun 2018

Author
Irham
Reading time:
December 22, 2017

Bank Indonesia memprediksi total transaksi fintech hingga akhir tahun akan mencapai US$ 18,65 miliar. Berdasarkan dari sumber asosiasi Fintech Indonesia dan OJK, tren fintech di tahun 2017 didominasi dengan aktivitas Payment dan Lending. Payment tentunya tetap menjadi faktor utama pembentuk tren di perkembangan fintech, karena bertransaksi adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh semua orang. Sementera bisnis lending atau peminjaman juga menyumbang angka yang cukup besar, dilihat dari angka peminjaman yang diakomodir oleh pemerintah baru mencapai sekitar 60%. Sehingga perkembangan fintech dalam aktivitas kredit atau peminjaman juga sangat besar.

Fintech

Digital Artha Media (DAM), perusahaan yang hadir sebagai enabler fintech memprediksi beberapa tren baru untuk perkembangan fintech di tahun 2018. DAM memprediksi  peningkatan bisnis fintech akan berkembang lebih banyak pada transisi dan sinergi bank dengan teknologi fintech.

Mau tak mau, indsutri perbankan akan mengkuti tren fintech,  karena fintech juga dianggap sebagai salah satu solusi yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi untuk bertransaksi non-tunai. Terutama di daerah-daerah terpencil, masih banyak orang yang belum memiliki akun bank. Fintech diharapkan bisa menjadi alternatif, karena kemudahannya dalam proses registrasi yang tentunya lebih mudah dibandingkan registrasi akun bank.

Adanya tren automated personalisation menggunakan Artificial Intelegent, juga akan menjadi kekuatan dalam perkembangan fintech.  Bank akan menggunakan kekuatan fintech, untuk memberikan penawaran yang tepat bagi semua orang. Dengan mengetahui kebiasaan-kebiasaan orang saat beraktivitas di dunia digital, seperti bersosial media, belanja ecommerce dan lain sebagainya, tentunya bank akan lebih mudah memberikan penawaran yang pas dengan profil setiap orang.

Tren lainnya,  investasi di bidang fintech juga menjadi  potensi yang sangat menjanjikan. Asia disebut-sebut sebagai rumah investasi fintech terbesar. Asia yang notabene kebanyakan adalah negara berkembang mulai menyadari pentingnya transaksi non-tunai, termasuk juga Indonesia. Tentunya ini akan membuka kesempatan lapangan investasi bagi industri-industri yang bermain di bidang finansial. Menurut Kamar Dagang Indonesia (KADIN), investasi fintech di tahun 2018 diprediksi akan menembus angka Rp 105,6 triliun.

Fintech

Salah satu trend fintech sepanjang tahun 2017 adalah kemunculan transaksi mobile, terutama yang terkait dengan consumer purchase. Perusahaan fintech mengintegrasikan teknologi ini ke dalam aplikasi sehingga mengoptimalkan penawaran melalui platform selular. Trend ini pun akan terus berlanjut di tahun 2018 nanti.

DAM (Digital Artha Media) sebagai fintech enabler sendiri memiliki strategi di tahun 2018 mendatang untuk membangun ekosistem fintech lebih luas lagi. Ekosistem fintech ini sendiri  dapat didorong dengan peranan tak hanya perusahaan fintech tetapi juga dari sisi customer, teknologi dan market.

Sosialisasi pentingnya fintech ke sisi customer akan memudahkan fintech berkembang lebih pesat. Bila fintech mulai digunakan, dan menjadi tren nantinya tentu akan diikuti meningkatnya penggunaan teknologi fintech di pasaran. Semakin banyak yang menyediakan transaksi menggunakan fintech dipasaran, fintech akan lebih cepat popular.

DAM sendiri saat ini telah menjadi fintech enabler di beberapa layanan. Termasuk diantaranya adalah Mandiri E Cash, mandiri e-cash, indiepay, indieprint, dan wagon. Di tahun 2018, penetrasi fintech yang akan dilakukan masih pada segmen urban tau kota-kota besar. Penetrasi di kota besar sangat penting, karena nantinya di daerah-daerah akan mengikuti tren yang berkembang tersebut.

Disisi lain keamanan, privasi, dan kepercayaan akan terus menjadi tantangan. Namun uniknya keamanan  dan kepercayaan dari konsumen kini tidak lagi terpaku pada besarnya suatu brand. Keamanan dan kepercayaan justru lebih banyak tumbuh  dari testimoni pelanggan lain yang  kemudian berkembang dari mulut ke mulut.

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…
October 29, 2026 - 0

Capcom Matikan Server Street Fighter V Demi Atasi Masalah Keamanan

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di…
October 28, 2026 - 0

ASUS Luncurkan TUF Gaming Radeon RX 9070 XT Onimusha Special Edition

ASUS hadirkan kartu grafis TUF Gaming Radeon RX 9070 XT…