Review Notebook Gaming: ASUS ROG STRIX GL503VD

Reading time:
February 6, 2018

Konsumsi Daya

ASUS GL503VD Power
Standard Mode

Note: Total system power consumption (In Watts)

Konsumsi daya listrik ASUS ROG STRIX GL503VD mencatatkan angka tertinggi tidak lebih dari 125 Watt di pengujian kami yang memang tergolong wajar untuk spesifikasi seperti itu. Masih terdapat selisih cukup jauh sebelum menyentuh batas maksimal kemampuan power adapter yang mampu menyuplai hingga 150 Watt. Hal tersebut membuat komponen power adapter tidak perlu bekerja sangat keras untuk memenuhi kebutuhan listrik ASUS ROG STRIX GL503VD.

Battery Life

Setting: Windows Power Option – Balanced | Windows Brightness – 50% | Speaker Volume – 25 % | Airplane Mode – On (Video Playback) | WiFi On & Bluetooth Off (YouTube)

ASUS GL503VD Battery

Daya tahan baterai ASUS ROG STRIX GL503VD di skenario non-gaming tergolong memuaskan terlebih ia menggunakan baterai dengan kapasitas 64 Wh dan kami uji di tingkat kecerahan layar 50%. Perlu diperhatikan pengujian di atas menggambarkan daya tahan baterai untuk aktivitas yang dilakukan secara terus menerus tanpa henti. Untuk aktivitas yang dilakukan tidak secara terus menerus dengan memberikan jeda, daya tahan baterai seharusnya dapat bertahan lebih lama. Penggunaan sistem operasi dan aplikasi berbeda juga akan karakter penggunaan baterai akan berbeda.

Sementara daya tahan baterai ASUS ROG STRIX GL503VD di skenario gaming tergolong baik dengan torehan hampir menyentuh 70 menit saat fitur Battery Boost tidak aktif. Memang sangat wajar sebuah laptop gaming memiliki daya tahan baterai hanya sekitar satu jam (kurang-lebih) saat menjalankan game. Bahkan hasil tersebut tergolong memuaskan mengingat kami menggunakan tingkat kecerahan layar yang cukup tinggi.

Kesimpulan

Core i7 7700HQ – Performa komputasi prosesor yang populer digunakan di laptop gaming tersebut memang tidak perlu diragukan lagi. Dilengkapi delapan buah thread dengan kecepatan kerja 3,4 GHz saat empat core bekerja, Core i7 7700HQ siap menangani komputasi berat baik di skenario gaming ataupun non-gaming. Cocok sekali untuk mereka yang berkutat di dunia 3D-modellingediting kelas profesional untuk gambar/video/audio, pembuatan animasi, CAD, dan masih banyak lagi. Performa Core i7 7700HQ di ASUS ROG STRIX GL503VD pada dasarnya sudah tergolong kencang tetapi akan lebih optimal jika menggunakan konfigurasi dual channel memory dan juga SSD sebagai storage utama tempat sistem operasi. SSD juga akan membuat sistem menjadi lebih responsif sekaligus membuat proses loading aplikasi editing dan game menjadi lebih cepat meskipun sebelumnya sudah menggunakan SSHD.

ASUS GL503VD AURA Core 02

GTX 1050 – Kapasitas memori/VRAM sebesar 4 GB membuat GTX 1050 di ASUS ROG STRIX GL503VD terasa istimewa. Kapasitas sebesar itu membuatnya lebih siap saat menjalankan game dengan kebutuhan memori/VRAM lebih dari 2 GB. Tentu saja efektif tidaknya kapasitas memori/VRAM 4 GB pada GTX 1050 akan ditentukan oleh game apa yang akan menggunakannya. Adakalanya ditemukan sebuah game yang memakan kapasitas memori/VRAM lebih dari 2 GB tetapi ternyata tenaga GPU kurang kuat dalam menangani data sebesar itu yang menyebabkan rendahnya tingkat frame rate. Tentu saja adapula game yang yang memakan kapasitas memori/VRAM lebih dari 2 GB dan GPU masih kuat menangani data sebesar itu sehingga tingkat frame rate yang dihasilkan tetap tinggi sehingga game nyaman dimainkan.

Diposisikan sebagai graphics card kelas entry level dari lini GTX 10 Series, performa yang ditawarkan GeForce GTX 1050 memang masih tergolong mumpuni di game modern keluaran terbaru sekalipun. Untuk game dengan engine grafis yang ringan, GeForce GTX 1050 dapat menghadirkan tingkat frame rate tinggi di resolusi 1920×1080 piksel sambil tetap menghadirkan kualitas visual di tingkat maksimal. Sementara untuk game dengan engine grafis kelas berat, dibutuhkan penyesuaian setting resolusi dan kualitas grafis untuk mendapatkan kenyamanan secara maksimal. Di pengujian kami setting kualitas grafis Medium memberikan rasio yang baik antara tingkat kenyamanan bermain dan kualitas visual yang di dapatkan saat memainkan game. Penggunaan aplikasi GeForce Experience sangat kami anjurkan untuk Anda yang menginginkan pengalaman memainkan game terbaik tetapi tidak ingin direpotkan dengan setting yang rumit. Sementara adanya Extreme Mode membuat pemilik ASUS ROG STRIX GL503VD dapat dengan mudah memompa performa graphics card lebih tinggi lagi meskipun peningkatan yang diberikan tidak terlampau signifikan.

ASUS GL503VD Bottom Side

Cooling Performance – Performa sistem pendingin ASUS ROG STRIX GL503VD menunjukkan hasil relatif memuaskan di skenario pengujian kami terlebih mengingat laptop gaming ini memiliki ketebalan bodi hanya 2,3 cm saja. Mode Overboost untuk kecepatan kipas pun terbukti sukses membantu menurunkan temperatur kerja prosesor dan graphics card pada batas aman yang membuat performa kedua komponen tersebut tetap optimal setiap saat. Walaupun begitu, kecepatan kipas Auto sangat tidak disarankan untuk digunakan pada skenario gaming mengingat temperatur kerja prosesor sukses melewati angka 90 °C yang menjadi zona dimana mekanisme temperature throttling akan mulai beraksi. Untunglah tidak terjadi gejala ketidakstabilan pada kondisi tersebut dan game masih dapat dimainkan dengan lancar.

Power Consumption & Battery – Penggunaan daya listrik ASUS ROG STRIX GL503VD tergolong irit meskipun tergolong wajar dengan konfigurasi hardware seperti itu. Konsumsi daya listrik pun berada lumayan jauh dari kemampuan maksimal charger sehingga komponen tersebut tidak perlu berada pada kondisi load paling tinggi secara terus menerus. Daya tahan baterai pun tergolong panjang mengingat kapasitas baterai dan komponen-komponen yang digunakan oleh ASUS ROG STRIX GL503VD. Penempatan baterai yang jauh dari prosesor dan graphics card pun membuat baterai aman dari resiko buruk akibat paparan panas tinggi.

ASUS GL503VD Notebook

Overall – Laptop gaming ASUS ROG STRIX GL503VD dijual pada kisaran harga Rp. 15.799.000,- dengan menyertakan sistem operasi Windows 10. Untuk Anda yang mencari laptop gaming atau sistem performa tinggi yang mudah dibawah kemana saja dengan anggaran 15-16 juta rupiah, ASUS ROG STRIX GL503VD akan menjadi pilihan menarik yang patut dipertimbangkan. Harga yang ditawarkan masih tergolong wajar serta masuk akal untuk spesifikasi hardware sekaligus fitur yang di dapatkan dan adanya sistem operasi dari Microsoft. Laptop gaming ini juga datang dengan sejumlah keunggulan seperti kemudahan upgrade komponen memori/RAM sekaligus storage, bodi tipis di kelas harganya, layar IPS, keyboard dengan backlit RGB yang dapat dikostumisasi warna sekaligus efeknya, 4X USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps) untuk transfer data besar dengan cepat, konektivitas Wi-Fi ac, dan lainnya. Penampilan baru yang lebih fresh juga menjadi salah satu daya tarik lainnya dari ASUS ROG STRIX GL503VD.

Kelebihan

(+) Desain bodi terbaru membuat tampilan lebih fresh

(+) Siap untuk komputasi berat dengan Core i7 7700HQ

(+) Kinerja gaming memuaskan di kelasnya

(+) Mode Extreme untuk performa graphics card lebih tinggi

(+) Kapasitas memori/VRAM 4 GB

(+) Temperatur kerja GTX 1050 rendah

(+) Mode Overboost untuk kecepatan kipas

(+) Dukungan kapasitas memori/RAM hingga 32 GB

(+) Layar IPS

(+) Tersedia slot M.2 PCIe 3.0 x4

(+) Keyboard dengan lampu backlit yang dapat dikostumisasi warna dan efeknya

(+) Tombol ASDW dibedakan sehingga mudah dikenali

(+) Empat port USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps)

(+) Konektor USB Type-C

(+) HDMI

(+) Mini Display Port

(+) Wi-Fi ac

(+) Bluetooth V4.2

(+) Irit daya listrik

(+) Ventilasi mengarah ke belakang

(+) Sebagian area keyboard dan palmrest bebas paparan panas tinggi saat menjalankan game

(+) Kemudahan upgrade komponen memori/RAM dan storage dengan melepas satu baut dan penutup

(+) Utility pendukung melimpah

Kekurangan

(-) Sejumlah area bodi mudah ditinggali jejak bekas sentuhan

(-) Temperatur prosesor tinggi di skenario gaming dengan kecepatan kipas Auto

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…
January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…

Gaming

February 21, 2026 - 0

Studio Game Xbox Tak Kena Restrukturisasi Pasca Pergantian Pimpinan

Pimpinan Xbox menjawab kekhawatiran akan terjadinya PHK di studio game…
February 21, 2026 - 0

Xbox Mendadak Ganti Pimpinan, Phil Spencer Pensiun & Sarah Bond Keluar

Tampuk pimpinan tertinggi Xbox mendadak guncang, dengan pensiunnya CEO &…
February 21, 2026 - 0

Ubisoft Kembangkan 2 Game Far Cry & Beberapa Game Assassin’s Creed Baru

Pimpinan Ubisoft konfirmasi adanya pengembangan 2 game Far Cry baru…
February 21, 2026 - 0

PlayStation 5 Raih Penjualan Hardware Tertinggi di Amerika Per Januari 2026

Persaingan antara console PlayStation 5 dan Nintendo Switch 2 untuk…