Lenovo ThinkAgile dengan SDDC Bantu Hadirkan Infrastruktur IT Lebih Cepat
Lenovo, perusahaan PC kelas dunia ini baru-baru ini mengumumkan perluasan portofolio solusi ThinkAgile dengan inovasi teknologi Software-Defined Data Center (SDDC). Solusi ThinkAgile yang resmi diperkenalkan pada penghujung tahun 2017 lalu adalahadalah portfolio Integrated Appliances dan Systems yang mencakup server, penyimpanan, dan teknologi jaringan yang menjadikan infrastruktur IT lebih simpel dan mudah dikelola. Lenovo membangun ThinkAgile di atas platform ThinkSystem yang merupakan teknologi Data Center andalan perusahaan asal negara tirai bambu ini.

Di Indonesia teknologi telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengguna perangkat pintar paling banyak di dunia. Tidak aneh jika penyedia layanan IT dan Data Center pun menjamur di Indonesia terlebih dengan adanya dukungan dan regulasi dari pemerintah. Menurut survei yang dilakukan IDC terhadap para pemimpin teknologi, 72 persen responden kini berencana ataupun sudah melakukan apa yang disebut intelligent digital transformation yaitu transformasi digital yang berfokus pada kecerdasan dengan tujuan mendukung penerapan teknologi baru seperti machine learning, AI (Artificial Intelligence), Big Data, robotika, dan lain sebagainya.
Lenovo sebagai salah satu penyedia teknologi Data Center, mencoba membantu para penyedia layanan Data Center untuk meningkatkan infrastruktur mereka dalam mendukung Cloud baik privat maupun hybrid serta evolusi IT yang mampu memudahkan dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, Lenovo kini hadir dengan model infrastruktur Software-Defined yang mencakup teknologi seperti Hyperconverged, Software-Defined Storage, Software-Defined Networking, dan Network Function Virtualization (NFV), yang semuanya bernaung di bawah portfolio ThinkAgile. Dalam menciptakan solusi yang komprehensif ini, Lenovo bekerja sama dengan mitra strategis seperti Microsoft, Nutanix, VMWare dan Red Hat.

Portofolio ThinkAgile yang berbasis ThinkSystem dari Lenovo terdiri dari 14 server yang mudah dikonfigurasi untuk platform rack dan tower, mission critical, dense serta blade, dan juga desain sistem hyperscale yang baru. Semua penawaran terbaru Lenovo ini mampu menyederhanakan sistem secara keseluruhan, serta mendorong pemanfaatan layanan di data center yang berhubungan langsung dengan pertumbuhan bisnis. Sebagai tambahan, pelanggan dapat memilih beragam teknologi dan menyesuaikan skalabilitas dengan kebutuhan beban kerja, mencakup cloud, big data, analytics, serta database.
“Perluasan portfolio ThinkAgile ini merupakan bukti komitmen Lenovo untuk memenuhi kebutuhan para penyedia layanan Data Center dan enterprise di Indonesia. Selain menyediakan teknologi server berkinerja tinggi, portofolio ThinkAgile ini juga dikembangkan secara khusus untuk dapat bekerja secara lancar dengan sistem yang sudah ada, tanpa harus melakukan konfigurasi ulang data center, sehingga dapat meringankan beban pengelolaan dan peningkatan sistem,” dijelaskan oleh Dick Bahar, Country Manager, Data Center Group Lenovo Indonesia.












