Review Notebook Gaming: ASUS ROG G703VI
The Notebook


Sekilas, penampilan laptop ASUS ROG G703VI tampak sangat mirip dengan ROG GX800 baik dari segi desain bodi maupun komposisi warna. Walaupun begitu, area sisi belakang layar telah mengadopsi desain terbaru yang diwariskan dari ROG GX501 “Zephyrus” dengan elemen garis diagonal yang membagi rata dua area dan posisi logo ROG yang kini dipindahkan lebih ke sisi pinggir. Komposisi warna khas laptop ASUS ROG kelas atas tetap dipertahankan pada tipe ini yang memadukan warna titanium dan black matte dengan elemen copper pada sejumlah bagian. Membuatnya mudah dikenali sebagai laptop gaming ASUS ROG tanpa perlu melihat tulisan merk pada bodi.


Logo ROG pada sisi belakang layar memiliki permukaan memantul seperti cermin. Tentu saja logo ROG tersebut dirancang akan memancarkan cahaya saat laptop dalam kondisi menyala. Menariknya, cahaya yang dipancarkan dapat diatur warna dan efeknya dengan menggunakan aplikasi yang disediakan.


Ukuran bodi ASUS ROG G703VI ternyata tidak kalah masif seperti spesifikasi hardware yang ditawarkan. Untuk mengakomodasi layar 17,3 inci, laptop gaming ini menggunakan bodi dengan ukuran mencapai 42,5 x 31,9 cm. Tidak sampai disitu saja, bodi setebal 5,1 cm pun digunakan untuk memastikan laptop gaming ini dapat menggunakan sistem pendingin dengan performa terbaik di kelasnya. Dengan ukuran bodi semasif itu tidak aneh jika bobot laptop gaming ini mencapai 4,6 kg. Bersiaplah menanggung beban lebih dari 6,1 kg saat membawa laptop ini bepergian bersama unit power adapter.

ASUS tampaknya mengerti benar jika graphics card paling kencang dimuka bumi tidak akan sempurna tanpa layar yang mampu memaksimalkannya. Oleh karena itu tidak aneh jika ASUS ROG G703VI langsung dilengkapi layar dengan spesifikasi paling “mewah” saat ini. Sebut saja tingkat refresh rate 144 Hz yang menjamin animasi pergerakan dapat ditampilkan jauh lebih mulus dibandingkan layar konvensional 60 Hz. Layar pun dapat menampilkan sepenuhnya 144 gambar per detik saat game dijalankan pada tingkat frame rate 144 fps. Pada laptop gaming konvensional dengan layar 60 Hz, layar hanya dapat menampilkan 60 gambar per detik meskipun game mampu menghasilkan frame rate lebih dari 60 fps.

Istimewanya lagi, ASUS tidak melakukan kompromi dengan menggunakan panel TN pada layar 144 Hz mereka. Walaupun ASUS menyebutkan jika panel yang digunakan adalah IPS-Level (NTSC 95%), kami melihat jika kualitas tampilan ASUS ROG G703VI sama baiknya seperti pernah kami jumpai pada layar IPS. Penyebutan IPS-Level kemungkinan dilakukan untuk menghindari tuntutan dari pihak pemilik teknologi IPS karena layar laptop gaming ini tidak diproduksi oleh pihak tersebut. Permukaan layar diberi lapisan anti-glare sehingga tidak memiliki sifat memantul seperti cermin yang membuat pemakaian menjadi lebih nyaman. Layar LCD LED ukuran 17,3 inci tersebut memiliki tingkat resolusi Full HD/1920 x 1080 piksel yang menghasilkan tingkat kepadatan piksel mencapai 127 PPI.
Layar ASUS ROG G703VI pun semakin sempurna dengan dibenamkannya teknologi NVIDIA G-Sync. Pengalaman memainkan game pun semakin sempurna dengan menghilangnya gejala image tearing, input lag, dan stuttering. Refresh rate 144 Hz pun membuat “ruang gerak” teknologi NVIDIA G-Sync semakin luas dengan mampu ditanganinya frame rate hingga 144 fps.

Untuk sektor konektivitas, pada sisi kiri ASUS ROG G703VI dapat ditemukan konektor 1X RJ45 (Gigabit Ethernet), 1X Type-C USB 3.1 Gen 2/Thunderbolt 3 (40 Gbps), 1X USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), 1X microphone jack, dan 1X headphone microphone combo jack.


Sementara pada sisi kanan dapat ditemukan memory card reader, 2X USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), dan lubang kensington security lock.

Sedangkan pada sisi belakang dapat dijumpai 1X USB 3.1 Gen 1 (5 Gbps), 1X HDMI 2.0b, 1X mini Display Port 1.4, dan 1X DC-IN. Ketersediaan konektori HDMI, Display Port, dan Thunderbolt 3, pengguna dapat menjalankan konfigurasi NVIDIA Surround dengan tiga monitor pada laptop ini.

Keyboard ASUS ROG G703 terasa begitu nyaman sekaligus menyenangkan saat digunakan. Tombol terasa kokoh tetapi tetap empuk saat ditekan dengan jarak penekanan tombol sejauh 2,5 mm. Tidak ada yang aneh dengan tata letak dan ukuran tombol membuat mudah melakukan adaptasi. Tombol numpad tampak diberikan jarak lebar dengan keyboard utama.
Keyboard mendukung teknologi n-key rollover dan anti ghosting yang memastikan input sempurna selama permainan paling intens sekalipun. Permukaan sisi atas tombol disebutkan memiliki cekungan sedalam 0,3 mm sehingga jari tidak mudah bergeser saat ada pada tombol tersebut. Walaupun begitu saat tombol disentuh, kami tidak merasakan adanya cekungan dengan jari kami.
Dengan tebal bodi mencapai 5,1 cm, posisi tangan akan naik cukup jauh dari atas permukaan meja saat menggunakan ASUS ROG G703VI. Oleh karena itu untuk kenyamanan maksimal selama penggunaan, sebaiknya posisikan laptop berada di tengah meja sehingga siku tangan dapat bertumpu pada meja. Hindari menempatkan laptop dekat dengan pinggir meja karena akan membuat lengan menumpu sisi pinggir laptop yang akan menyebabkan rasa tidak nyaman dalam waktu lama.

ASUS memberikan warna putih pada sisi pinggir tombol ASDW sehingga mudah dibedakan dari tombol lainnya. Tombol huruf W juga diberikan tonjolan kecil sehingga pengguna dapat langsung mengenalinya hanya dengan meraba.

Tombol panah pada keyboard ASUS ROG G703VI digeser satu baris ke bawah sehingga ukuran tombol dapat dibuat dalam ukuran normal yang besar. Sayangnya tombol panah atas masih berbaur dengan tombol numpad menyebabkan masih adanya resiko salah tekan. Terlihat pula tombol Ctrl kanan memiliki ukuran sama seperti tombol Shift di atasnya yang membuatnya terasa tidak biasa.

Tombol Power On/Off dengan bentuk unik menyerupai trapesium.

ASUS ROG G703VI menyediakan tombol khusus untuk fungsi Volume Down, Volume Up, Microphone On/Off, mengakses aplikasi Aura Core, menghubungkan kontroler XBOX, mengakses aplikasi XSplit|Gamecaster, dan mengaktifkan utility ROG Gaming Center. Yap! Pengguna memang dapat menghubungkan langsung kontroler XBOX mereka dengan ASUS ROG G703VI karena di dalamnya laptop ini telah ditanamkan receiver kontroler XBOX.

Tren keyboard RGB tentu saja hadir di laptop gaming ASUS ROG G703VI. Lampu backlit pada keyboard tidak hanya memudahkan pengguna mengenali tombol dalam kondisi gelap tetapi juga membuat penampilan laptop ini lebih meriah. Terlebih dengan adanya empat area keyboard yang dapat diatur warnanya secara terpisah atau dapat juga satu warna untuk seluruh area.

Terdapat sembilan pilihan efek cahaya yang dapat dipilih sesuai dengan selera.

Touchpad ASUS ROG G703VI dilengkapi tombol khusus untuk fungsi klik kiri dan kanan membuat pengoperasian terasa lebih nyaman. Sayang sekali posisi touchpad masih tidak sejajar lurus dengan tombol spacebar membuat kenyamanan mengetik sedikit berkurang.

Lampu indikator aktivitas laptop ditempatkan pada sisi depan.

Untuk sebuah laptop gaming yang membutuhkan performa pendinginan terbaik, jumlah lubang ventilasi ternyata tidak sebanyak yang kami bayangkan. Walaupun begitu, ASUS menempatkan jalur udara masuk secara tepat seperti di bawah kipas serta pada komponen vital ditempatkan.


Seperti kami jumpai pada ROG G503 Series, terdapat “pintu” khusus untuk mengakses komponen memori/RAM dan storage. Tidak perlu lagi membuka seluruh penutup sisi bawah laptop yang biasanya sulit untuk dibuka saat ingin meng upgrade dua komponen tersebut.


Untuk membuka panel tersebut pengguna cukup melepas satu baut yang disembunyikan di bawah segel karet dan panel tersebut akan terangkat sedikit dengan sendirinya.


Untuk pasar Indonesia, ASUS ROG G703VI dilengkapi dua SSD M.2 PCIe 3.0 x4 dari Samsung yang dikonfigurasi RAID 0 sebagai tempat sistem operasi. SSD dilengkapi lempengan logam yang berfungsi layaknya heatsink.


ASUS ROG G703VI menyediakan pula slot M.2 ketiga yang tampaknya hanya mendukung SSD M.2 SATA III 6 Gbps. Untuk secondary storage, ASUS ROG G703VI menggunakan HDD 2,5 inci SATA III 6 Gbps dengan ukuran 1 TB dan kecepatan 7200 RPM dari Hitachi.

ASUS ROG G703VI dilengkapi empat slot memori/RAM SO-DIMM tipe DDR4 (1,2 Volt) dengan skema penempatan dua slot untuk masing-masing sisi motherboard. Hal tersebut menandakan laptop ini mendukung kapasitas maksimal 64 GB. Untunglah laptop ini datang dengan dua keping memori/RAM @16 GB sehingga untuk mendapatkan kapasitas maksimal pengguna cukup menambahkan dua keping memori/RAM dengan kapasitas yang sama.

Komponen internal ASUS ROG G703VI. Tampak sistem pendingin dilengkapi delapan buah heatpipe yang mengalirkan panas dari prosesor dan graphics card ke empat area pelepasan panas. Baseplate prosesor dan graphics card tidak dihubungkan oleh heatpipe yang sehingga panas dari komponen satu tidak memanaskan komponen lainnya. Tampak pula komponen basplate tidak hanya mendinginkan komponen prosesor dan graphics card tetapi juga komponen VRM keduanya sekaligus chip VRAM GDDR5X. Komponen PCH/chipset pun tidak luput diberikan komponen heatsink.
Jika kebanyakan laptop menggunakan kipas 5 Volt maka ASUS ROG G703VI telah menggunakan kipas 12 Volt yang menawarkan kecepatan 20% lebih tinggi dan tingkat aliran udara 41% lebih baik. Komponen kipas juga dilengkapi teknologi anti debu dengan penambahan sebuah “terowongan” untuk menangkap sekaligus membuang debu. Mengurangi penumpukan debu pada kipas sehingga memperpanjang umur kipas.

Sirip-sirip heatsink pun dibuat dengan ketebalan hanya 0.1 mm sehingga ASUS dapat memampatkan sirip-sirip heatsink sebanyak mungkin pada area yang terbatas. Alhasil area pelepasan panas menjadi lebih luas dimana ASUS mengklaim terjadi penambahan sekitar 16%.


ASUS ROG G703VI dilengkapi empat buah speaker, dua ditempatkan pada layar (tweeter) dan dua pada sisi depan (woofer). ASUS melengkapi laptop ini dengan chip DAC dari ESS Sabre yang mampu menghasilkan keluaran suara dengan tingkat sampling rate hingga 384 kHz/32-bit.

Perangkat catu daya ASUS ROG G703VI mampu menyuplai daya listrik ke laptop hingga 330 Watt. Tentu saja dengan kemampuan seperti itu tidak aneh jika bobotnya lebih dari 1,4 kg.

















