Hands-On Review NAS Synology DS218+ & HDD Seagate IronWolf 12 TB
Penggunaan Sebagai NAS
Kembali DiskStation Manager (DSM) menjadi andalan Synology untuk menyambut pengguna DS218+ ini. Sistem operasi ini memang konsisten digunakan oleh Synology di produk-produk NAS mereka, untuk semua kelas, sehingga bila seseorang sudah sekali saja menggunakan NAS Synology, mereka akan dengan mudah beralih ke NAS Synology yang lain. Tentu saja, Synology melakukan penyesuaian untuk DSM yang ada di jajaran NAS mereka, sehingga fitur di DSM yang ada di satu nas bisa saja berbeda dengan yang ada di DSM di tipe NAS lain.

Kemudahan penggunaan masih menjadi hal yang ditawarkan di DSM di DS218+ ini. Oleh karena itu, saat pertama kali digunakan, Synology menawarkan bantuan untuk konfigurasi awal NAS, dengan memanfaatkan aplikasi Synology Assistant, untuk menghubungkan NAS ke jaringan lokal. Selain itu, Synology juga secara otomatis mengatur storage yang terpasang, dengan memanfaatkan mode Synology Hybrid RAID.

Synology Hybrid RAID sendiri disebut oleh Synology sebagai manajemen RAID secara otomatis, yang akan sangat cocok digunakan oleh pengguna awam yang ingin memanfaatkan storage di dalam NAS mereka secara optimal. Mode ini memang akan sangat membantu, karena tanpa pengetahuan dasar pun, seseorang akan bisa mendapatkan NAS dengan kapabilitas redundansi, yang memungkinkan data tidak langsung hilang begitu saja bila ada satu storage di DS218+ ini mati. Namun, untuk pengguna yang sudah mengenal betul konfigurasi dari NAS, tersedia juga opsi untuk konfigurasi manual, yaitu JBOD, RAID 0, dan RAID 1.

Synology DS218+ ini mendukung file system Btrfs, sebuah file system yang menawarkan kapabilitas perlindungan data yang lebih baik dari yang umum digunakan sebelumnya, ext4. Memanfaatkan file system baru ini, DS218+ bisa menawarkan self healing untuk data yang tersimpan, sehingga data tidak mudah rusak karena berbagai hal. Selain itu, Btrfs ini juga mendukung Flexible Shared Folder, di mana setiap shared folder bisa diatur kuotanya, mendukung kontrol yang lebih baik untuk penggunaan NAS di lingkungan perusahaan.

Masih terkait fungsi utamanya sebagai media penyimpanan, DS218+ juga dilengkapi Cloud Station Suite, yang memungkinkan pengguna NAS dari Synology ini untuk melakukan sinkronasi file dari perangkat yang mereka gunakan, seperti PC, ke shared folder di NAS. Bahkan, untuk keperluan replikasi data, fitur ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan sinkronasi antara NAS Synology. Terakhir, tetapi tidak kalah penting, fitur QuickConnect memungkinkan pengguna memanfaatkan NAS DS218+ ini selayaknya sebuah private cloud storage, di mana ini dari NAS ini bisa diakses dengan aman dari mana saja selama NAS dan pengguna terhubung ke Internet, tanpa harus melalui konfigurasi manual yang merepotkan.
Fitur Tambahan
Tentu saja, sebagai imbas dari penggunaan DSM, ditambah dengan statusnya sebagai NAS yang menawarkan performa tinggi, DS218+ ini mampu menawarkan banyak sekali fitur tambahan. Salah satu yang sangat diunggulkan oleh Synology adalah Video Station, di mana NAS ini bisa beroperasi sebagai multimedia server. Menariknya, karena menggunakan prosesor dengan dukungan kemampuan transcoding yang mumpuni, Synology menyebutkan DS218+ pun bisa menangani file-file 4K UHD, melakukan streaming file multimedia dengan resolusi tinggi itu ke perangkat lain yang tidak bisa memutar file 4K UHD secara native, melalui DS Video. Memang, prosesor Celeron J3355 yang digunakan NAS ini sudah mendukung Intel Quick Sync, yang memang mendukung transcoding cepat untuk file multimedia. Selain Video Station, untuk multimedia, NAS ini juga mendukung iTunes Server, Photo Station, Plex Media Server, serta Logitech Media Server.

Beberapa fitur lain yang sebelumnya juga bisa digunakan di DSM, melalui Add-On Package, juga bisa dijumpai di DS218+, seperti Download Station, Mail Server dan Mail Station, serta beberapa package yang bisa membuat NAS ini berfungsi seperti sebuah local web server, seperti phpMyAdmin, MariaDB, juga berbagai package seperti PHP. Java, Perl, dan lain sebagainya. Tersedia juga package Chat yang memungkinkan NAS ini berfungsi sebagai sebuah server kecil untuk instant messaging di jaringan lokal.
Kemampuan untuk menjalankan virtual machine juga tersedia di NAS DS218+ dengan batas hanya 2 virtual machine saja. Hadirnya dukungan untuk virtual machine ini tentu saja akan jadi nilai lebih bagi DS218+ bila digunakan di lingkungan yang membutuhkannya. Misalnya, di kalangan developer aplikasi. Terlebih lagi, package yang mendukung berbagai bahasa pemrograman yang umum digunakan saat ini pun juga tersedia.
Sementara untuk di perkantoran, NAS ini juga memiliki dukungan untuk collaboration work, melalui package Office. Package ini memungkinkan beberapa orang sekaligus mengakses satu file Spreadsheet yang ada di dalam NAS, untuk mendukung pekerjaan. Selain itu, ada juga dukungan beberapa fitur backup yang sangat berguna untuk perkantoran. Terakhir, untuk surveillance, NAS ini juga mendukung hingga 25 buah IP Cam, melalui Surveillance Station, dengan dua lisensi gratis.

Sebagian besar package yang didukung DS218+ ini sebenarnya juga didukung oleh NAS Synology lain dari tingkat yang sama. Namun, sebagai NAS performa tinggi, DS218+ memiliki keunggulan tersendiri dalam hal kapasitas user yang didukung package. Misalnya, untuk Chat, NAS ini mendukung hingga 1000 user, sementara NAS Synology dari tingkat yang sama, tetapi bukan dikategorikan sebagai NAS performa tinggi, hanya mendukung hingga 10 user saja.












