Hands-On Review TV Samsung QLED QA65Q9FN

Reading time:
August 10, 2018

Spesifikasi

Sebagai TV premium dengan ukuran layar besar yang hadir di tahun 2018, QA65Q9FN tentu saja menawarkan resolusi tinggi, lebih dari sekadar Full HD yang marak digunakan beberapa tahun lalu. Ya, QA65Q9FN  hadir dengan menawarkan dukungan resolusi 4K UHD (3840 x 2160 piksel). Tentu saja, sebagai bagian dari lini TV QLED 2018, QA65Q9FN ini hadir dengan teknologi QLED, dengan memanfaatkan Quantum Dot untuk menghadirkan peningkatan kualitas tampilan di layar LCD.

QuantumDotGood Main 4
Quantum Dot ~ inti dari panel QLED

Satu hal yang perlu diketahui, QLED bukan memancarkan cahaya sendiri, melainkan membutuhkan sumber cahaya lain. Oleh karena itu, Samsung menggunakan LED sebagai sumber cahaya untuk lini TV QLED mereka. Untuk lini Q9F, seperti QA65Q9FN yang kami coba kali ini, LED yang digunakan adalah full-array direct backlight unit yang berarti array LED diposisikan di belakang panel. Ini akan menghasilkan tampilan yang lebih tajam, mengurangi efek bloom, dan bila dikombinasikan dengan Quantum Dot, akan menawarkan efisiensi yang baik dalam reproduksi warna, serta warna hitam yang lebih dalam.

QA65Q9FN ini disebut Samsung menawarkan 100% color volume sesuai dengan standar DCI-P3. DCI-P3 sendiri merupakan standar color space yang banyak digunakan untuk konten multimedia profesional, karena sesuai dengan kebutuhan dari pihak-pihak yang terkait dengan bidang perfilman profesional di AS. Sebelumnya, TV QLED 2017 dari Samsung juga sudah menawarkan color volume 100% DCI-P3 ini, tetapi di QLED 2018, dengan bekal kemampuan reproduksi warna yang lebih baik, Samsung mengklaim bahwa warna yang ditampilkan akan memiliki akurasi yang lebih baik dari sebelumnya. DCI-P3 sendiri disebut memiliki color gamut 25% lebih luas dari standar sRGB yang banyak digunakan saat ini.

DCI P3

TV QA65Q9FN ini dibekali dengan refresh rate hingga 120 Hz. Memang, angka ini belumlah setinggi apa yang bisa didapatkan dari sebuah monitor, terlebih monitor gaming, tetapi bisa dikatakan sudah memadai untuk sebuah TV. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, refresh rate 120 Hz tersebut tidak bisa dicapai di resolusi 4K UHD, karena keterbatasan interkoneksi, dalam hal ini HDMI 2.0 yang digunakan. 120 Hz di resolusi 4K UHD memang membutuhkan bandwidth di atas dari yang bisa didapatkan dari HDMI 2.0, sehingga di TV ini, refresh rate 120 Hz hanya bisa digunakan di resolusi seperti Full HD atau QHD.

Samsung QA65Q9FN 65 Inch 165cm Smart 4K Ultra HD QLED TV Top View high

Masih dari sisi refresh rate, monitor ini dibekali Samsung dengan dukungan VRR (Variable Refresh Rate), yaitu FreeSync, dengan rentang 48 Hz ~ 120 Hz. Selain di PC dengan GPU AMD Radeon yang mendukung FreeSync, fitur ini juga bisa digunakan bersama dengan Xbox One X, console yang memang telah mendukung VRR. Penggunaan VRR/FreeSync di TV ini akan membantu mengurangi kemungkinan terjadinya efek screen tearing yang mengganggu, seperti saat memainkan game.

Samsung QA65Q9FN 65 Inch 165cm Smart Ultra HD QLED TV angle 2 high

Tampilan HDR juga didukung oleh TV QLED 2018 dari Samsung, termasuk QA65Q9FN. Untuk lini Q9F, Samsung menjanjikan dukungan untuk HDR 2000 (HDR dengan brightness tinggi, hingga 2000 nits). Bahkan, jajaran TV QLED 2018 juga telah mendukung HDR10+, di mana engine di TV bisa melakukan penyesuaian tone dan gamut sesuai dengan statistik di rentang tertentu dalam bagian-bagian sebuah video, bukan di keseluruhan video. Jadi, dengan dukungan HDR10+, TV bukan sekadar memanfaatkan informasi di metadata suatu konten untuk penyesuaian tone dan gamut, tetapi melakukan analisis tertentu, sehingga tone dan gamut akan diatur sesuai dengan kebutuhan di scene yang ada, menghasilkan tampilan natural ala HDR yang terlihat lebih natural lagi. Namun, agar HDR10+ ini bekerja sempurna, konten yang sudah mendukung HDR10+ pun akan dibutuhkan.

Remote Control

Beralih ke remote control. Samsung menawarkan remote yang mereka sebut sebagai OneRemote. Sesuai namanya, remote tersebut dapat digunakan untuk mengontrol beberapa perangkat sekaligus, selain TV QLED, seperti DVD/BluRay Player, sistem home theater, dan set-top box yang terhubung ke TV. Namun, tentu saja, perangkat lain tersebut juga harus merupakan produk Samsung sendiri, atau setidaknya dari perusahaan yang sudah bekerja sama dengan Samsung terkait OneRemote ini, misalnya Xbox One.

Samsung QLED QA65Q9FN 14

OneRemote di paket TV QA65Q9FN ini memiliki desain elegan dan minimalis. Tidak banyak tombol yang ada di remote tersebut, tidak seperti remote TV pada umumnya yang dipenuhi tombol angka untuk memilih channel siaran televisi. Sebagai gantinya, Samsung lebih banyak menghadirkan kontrol on-screen dengan didukung tombol navigasi yang ada di remote. Memang, di awal, kontrol seperti ini akan membingungkan, terutama untuk yang tidak terbiasa menggunakan Smart TV. Namun, setelah beberapa saat, kontrol ini akan terasa mudah digunakan.

Samsung QLED QA65Q9FN 15

Satu hal yang menarik, remote ini juga dibekali dengan fitur voice command memanfaatkan Bixby, asisten digital milik Samsung. Pengguna bisa “meminta” Bixby untuk menampilkan konten dari berbagai aplikasi yang tersedia di TV QLED, seperti Netflix, YouTube, dan Spotify. Selain itu, fitur pencarian di Internet seperti yang ditawarkan Bixby di smartphone pun juga tersedia. Namun, untuk wilayah Asia Tenggara, fitur ini masih di dalam tahap pengembangan.

Samsung QLED QA65Q9FN 16
Tampilan saat voice command siap digunakan.

Remote ini sendiri mengambil daya dari dua buah baterai AAA, seperti remote perangkat elektronik pada umumnya. Bodi dari remote ini dibalut dengan warna perak metalik. Menurut kami, tombol-tombol yang ada di remote ini terbilang cukup kecil, tetapi tetap mudah ditekan. Satu hal yang harus diperhatikan, tombol volume dan channel di remote ini sebenarnya menawarkan tiga fungsi terpisah, karena tombol itu bisa digerakkan ke atas-bawah untuk meningkatkan/mengecilkan volume suara atau melakukan pemilihan channel, serta ditekan untuk mengaktifkan fitur “mute” untuk suara atau “channel select“.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Bodi Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 Form Factor Clamshell.…
March 16, 2026 - 0

Review Acer Swift X 14 AI 2026: Tipis, Ringan, Kenceng Buat Gaming, Editing Video dan Desain 3D!

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Keseluruhan bodinya…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…