Hands-On Review TV Samsung QLED QA65Q9FN

Reading time:
August 10, 2018

Konsumsi Daya

Selama mencoba TV QLED Samsung QA65Q9FN ini, kami juga mencoba mengukur konsumsi dayanya ketika digunakan dalam berbagai mode penggunaan. Melihat ukuran TV ini yang cukup masif, dengan layar 65″, bisa dibayangkan bahwa konsumsi dayanya akan cukup tinggi. Benarkah? Kami menggunakan power meter untuk melihat konsumsi dayanya.

Samsung QLED QA65Q9FN 27
Angka seperti ini cukup sering terlihat saat kami menguji konsumsi daya TV ini.

Saat menggunakan TV untuk menampilkan konten dari sumber apapun, di mode Natural dan Dynamics, QA65Q9FN membutuhkan daya sekitar 235 Watt – 260 Watt untuk menampilkan konten, tergantung dari scene yang tengah ditampilkan, apakah lebih dominan gelap atau terang. Sementara, untuk scene yang sama, mode Standard membutuhkan daya sekitar 190 Watt – 230 Watt, dan Movie membutuhkan daya 165 Watt – 190 Watt. Angka ini memang terasa tinggi, tetapi melihat ukuran TV ini yang terbilang besar, konsumsi daya itu bisa dikatakan wajar.

Bila ingin konsumsi daya lebih rendah, tersedia beberapa fitur “Eco”, termasuk salah satunya adalah pengaturan brightness otomatis sesuai kondisi cahaya ambient. Berdasarkan pengukuran yang kami lakukan, saat pengaturan brightness otomatis aktif, terutama di mode Dynamics, konsumsi daya akan berkurang cukup besar di kondisi ruangan dengan cahaya normal. Hal ini terjadi karena TV secara otomatis mengatur tingkat brightness sesuai dengan kondisi pencahayaan ruangan, dengan brightness yang lebih rendah, sehingga berimbas ke daya yang dibutuhkan.

Samsung QLED QA65Q9FN 28

Kami juga melakukan pengukuran daya untuk satu hal lagi, yaitu untuk Magic Screen with Ambient Mode. Di mode ini, TV membutuhkan daya sekitar 80 Watt, terlepas dari jenis tampilan yang dipilih. Konsumsi daya sekitar 80 Watt ini masih di bawah janji sekitar 40% konsumsi daya normal TV QA65Q9FN. Patut diakui, dengan daya hanya sekitar 80 Watt untuk layar dengan ukuran 65″, Magic Screen with Ambient Mode ini akan menjadi opsi yang menarik untuk mempercantik tampilan ruangan, lebih dari sekadar layar hitam yang tidak menampilkan apapun, di ruang keluarga, setidaknya untuk penggunaan beberapa jam dalam satu hari.

Kesimpulan

Samsung QA65Q9FN 65 Inch 165cm Smart Ultra HD QLED TV angle 2 high

(+)

  • Kualitas tampilan yang memukau, sesuai dengan apa yang bisa diharapkan dari TV premium saat ini
  • Opsi pengaturan tampilan yang lengkap
  • 4x HDMI 2.0 + 3x USB 2.0 untuk input, terbilang lebih dari cukup
  • HDR yang terbilang memuaskan
  • Ambient Mode with Magic Screen
  • Kualitas speaker bawaan terbilang mumpuni
  • Dukungan SmartThings, termasuk kontrol dari smartphone
  • Konektivitas lengkap
  • Voice command

(+/-)

  • Konsumsi daya terbilang besar, tetapi melihat ukuran dari TV ini yang mencapai 65″, angka yang kami dapatkan masih terbilang wajar
  • User interface terbilang sederhana dan mudah digunakan, tetapi sedikit merepotkan karena tidak banyak opsi pengaturan cepat yang bisa diakses
  • Remote control nyaman digunakan untuk navigasi, tetapi tidak adanya tombol angka membuatnya relatif sulit digunakan untuk memilih channel
  • Tidak ada output audio standar, hanya optical, tetapi hal ini wajar mengingat kelas TV ini
  • Bezel tidak setipis yang terlihat saat TV tidak dinyalakan, tetapi tetap terasa tipis untuk ukuran layar 65″

(-)

  • Sering terjadi “lag” di menu
  • View angle masih agak terbatas
  • Kurang cocok untuk menonton TV analog, karena memang TV modern dengan ukuran besar seharusnya digunakan untuk menikmati konten dengan kualitas yang lebih tinggi
  • Sajian informasi di layar terbilang kurang

 

Samsung QLED QA65Q9FN 26

 

Apa yang ditawarkan Samsung di TV QLED 2018 untuk kelas premium ini, QA65Q9FN, bisa dikatakan bisa menunjukkan kelasnya sebagai sebuah Smart TV kelas atas. QLED yang semakin matang membuat TV ini bisa menampilkan kualitas tampilan yang memukau, mungkin akan bisa memenuhi ekspektasi hampir seluruh penggunanya. Sementara, untuk yang merasa kurang cocok dengan preset yang tersedia, opsi manual yang tersedia pun sangat melimpah, sehingga pengguna bisa menyesuaikan tampilan dengan preferensi masing-masing. HDR, dengan kualitas yang memuaskan, juga pastinya tersedia untuk pengalaman terbaik menikmati konten di TV ini, melengkapi tawaran resolusi 4K UHD-nya.

Beragam fitur pun disediakan Samsung, beberapa di antaranya masuk ke dalam set Q Picture, Q Style, dan Q Smart, menawarkan berbagai kegunaan yang menarik. Namun, bukan itu saja, terdapat juga fitur seperti Auto Volume dan Auto Equalizer untuk suara. Ada juga fitur tambahan untuk tampilan konten, seperti Motion Plus, untuk membuat sensasi framerate 60 fps di konten dengan framerate rendah, berlaku untuk konten game maupun video. Sayangnya, fitur ini mungkin tidak akan jadi favorit banyak orang, karena tampilan yang dihasilkan terkadang terlihat kurang natural, justru terlihat aneh di beberapa kejadian. Demikian dengan HDR+. Walaupun begitu, dari jajaran fitur yang ada, kami merasa banyak sekali fitur yang akan banyak digunakan oleh pengguna, termasuk yang menarik Ambient Mode with Magic Screen, voice command, serta koneksi dengan SmartThings.

Samsung menawarkan One Control Box dengan One Invisible Connection untuk TV QA65Q9FN ini, yang membuat TV ini tidak dipenuhi konektor, mengurangi kesan tidak rapi karena banyaknya kabel yang masuk ke TV. Semua kabel input dipusatkan ke One Control Box, yang menurut kami mengusung input yang mencukupi. Sementara koneksi ke TV hanya dilakukan dengan satu kabel saja, untuk data maupun daya.

Samsung QLED QA65Q9FN 23

Bicara soal daya, konsumsi daya dari TV ini memang terkesan cukup tinggi, tetapi masih wajar untuk ukurannya yang besar. Selain TV, tampilan konten sebesar 65″ seharusnya bisa didapatkan melalui proyektor, tetapi untuk kualitas tampilan yang ditawarkan, proyektor yang bisa mendekatinya umumnya membutuhkan daya yang lebih besar, bahkan mencapai 400 Watt berdasarkan yang pernah kami uji. Hal ini membuat penggunaan TV sebesar ini, dengan kualitas tinggi yang ditawarkan QA65Q9FN, menjadi lebih menarik.

User interface di TV ini terbilang sederhana, mudah dipahami, tetapi menurut kami masih belum sempurna. Kami masih mendapati beberapa kejadian di mana user interface terasa berat digerakkan, semacam efek ‘lag’, dan itu seharusnya tidak terjadi di TV dengan kelas setinggi QA65Q9FN ini. Selain itu, user interface ini masih belum menawarkan informasi yang lengkap terkait fitur apa saja yang tengah aktif. Selain itu, ada banyak opsi pengaturan yang mungkin akan sering diakses yang menurut kami masih cukup sulit dijangkau, membutuhkan banyak sekali langkah untuk mencapainya dari menu utama. Untungnya, remote yang ada di paket penjualan terbilang cukup nyaman untuk navigasi yang dibutuhkan.

Berbekal kualitas tampilannya yang terbilang sangat baik ini, TV ini akan sangat cocok untuk menikmati berbagai konten multimedia, dari berbagai sumber, baik hanya sekadar foto, video dalam berbagai format, hingga game. Ya, tim Jagat Play juga telah mencoba TV ini untuk game dan hasilnya terbilang memuaskan. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, TV ini menurut kami kurang cocok untuk siaran TV tradisional karena ukuran layar yang besar, resolusi yang tinggi, dan tampilan memukau yang mungkin akan tidak bisa dimaksimalkan oleh siaran TV tradisional, yang umumnya hadir dengan resolusi rendah. Kami akan lebih menyarankan konten dari Internet, atau setidaknya TV berlangganan, dengan resolusi yang relatif lebih tinggi, agar TV ini benar-benar bisa menunjukkan taringnya.

Kualitas yang ditawarkan oleh TV ini membuatnya cocok untuk Anda yang mencari TV berukuran besar yang bisa digunakan untuk menikmati konten bersama keluarga, yang juga bisa berfungsi ganda sebagai pemanis ruangan. Ditambah dengan janji “No Burn-In”, Anda akan mendapatkan masa pakai yang panjang dari TV ini. Saat ini, QLED memang masih belum benar-benar sempurna, tetapi di titik ini, tampilan layar sudah sangat baik sekali, dan itu seharusnya sudah sangat mencukupi untuk kebutuhan berbagai konten yang ada saat ini, bahkan di era yang akan segera datang, salah satunya dengan hadirnya dukungan HDR10+.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Bodi Lenovo Legion Pro 5 Gen 10 Form Factor Clamshell.…
March 16, 2026 - 0

Review Acer Swift X 14 AI 2026: Tipis, Ringan, Kenceng Buat Gaming, Editing Video dan Desain 3D!

Bodi Form Factor Clamshell atau laptop klasik Material Keseluruhan bodinya…
February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…