Review RAM HyperX Predator RGB DDR4-3200 32GB Kit (4x 8GB)

Reading time:
December 12, 2018

Galeri HyperX Predator RGB DDR4-3200 32GB Kit (4x 8GB):

Packaging yang ditawarkan HyperX Predator RGB ini terlihat sangat sederhana. Box penjualan ini berbasikan warna hitam merah. Di bagian depan hanya terdapat logo HyperX, nama produk (HyperX Predator RGB), kit model, dan cut-out window untuk menampilkan modul memori.

IMAG2018

Di bagian belakang box hanya terdapat label informasi serial number.

IMAG2019 IMAG2025

Membuka Box HyperX Predator RGB ini, 4 modul HyperX Predator RGB ini hadir dengan 2 blister pack. Masing-masing blister berisi 2 buah modul HyperX Predator RGB. Paket penjualan yang disertakan oleh HyperX adalah selembar manual installation guide dan sticker HyperX yang berukuran cukup besar.

IMAG2027 IMAG2032 IMAG2031 IMAG2033

Modul memori HyperX Predator RGB datang dengan heatsink aluminum bewarna hitam. Secara penampilan, kami langsung merasa bahwa heatsink milik HyperX Predator RGB ini sangatlah premium. Dan saat kami memegang modul memori ini, kami merasa terkejut kerana build quality sangat kokoh, di luar ekspektasi kami.

IMAG2046

Desain ‘edgy’ yang diberikan HyperX kepada heatsink memori ini juga sukses membuat tampilan HyperX Predator RGB terlihat sangat agresif. Secara keseluruhan, tampilan heatsink ini terlihat sangat menarik dan hanya terdapat logo HyperX di bagian tengahnya.

IMAG2034

Di balik heatsink HyperX Predator RGB ini, HyperX menggunakan thermalpad untuk membantu pelepasan panas dari IC memori yang digunakan. Namun, sangat disayangkan bahwa terdapat 1 buah IC di masing-masing sisi kanan dan kiri tidak terkena thermalpad. Sehingga kami merasa bahwa heatsink besar milik HyperX Predator RGB ini tidaklah berguna secara maksimal. Sangat disayangkan bahwa heatsink yang sangat kokoh ini tidak didukung dengan pengaplikasian thermal pad yang benar.

IMAG2038

Di bagian atas heatsink HyperX Predator RGB ini terdapat sebuah diffuser untuk meratakan dan meredam ketajaman cahaya dari LED yang berada tepat di bawah diffuser ini. Tidak lupa juga terdapat tulisan HYPERX di tengah diffuser.

IMAG2035IMAG2048

Berbicara mengenai RGB lighting, kami juga akan menunjukan transceiver dan receiver infra merah milik memori HyperX Predator RGB ini. Di sisi modul memori dengan label spesifikasi terdapat transceiver dan receiver infra merah, dan pada sisi sebaliknya hanya terdapat receiver infra merah. Komponen kecil inilah yang digunakan oleh HyperX untuk sinkronisasi RGB lighting.

IMAG2045 IMAG2039

 

RGB Show

Berikut ini adalah tampilan RGB lighting yang ditawarkan oleh HyperX Predator RGB secara out of the box.

IMAG2057 IMAG2058 IMAG2059

Pemberian RGB lighting di lini HyperX Predator cukup memberikan efek positif untuk memori ini. Efek pencahayaan yang diberikan oleh HyperX Predator RGB ini tidaklah berlebihan.

IMAG2060

Dikarenakan HyperX Predator RGB ini menggunakan infra merah untuk melakukan sinkronisasi RGB lighting antar modul, maka Anda bisa membuat modul memori ini tidak tersinkronisasi dengan menutup transceiver dan receiver infrared di modul memori ini. Ketika modul memori HyperX Predator RGB ini berada pada error state, yaitu dalam kondisi infrared tidak terhubung, maka modul memori akan masuk ke RGB lighting mode ‘pause’.

IMAG2076 IMAG2078

Jika Anda menutup infrared transceiver dan receiver, kemudian mengganti mode lighting, maka yang akan Anda dapatkan adalah modul di sebelah kiri Anda akan tidak memberikan efek pencahyaan.

IMAG2079
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…

Gaming

March 26, 2026 - 0

Ramadan GG War Mobile Legends: Bang Bang: Cara Dapat WDP Harga Rp1 dan Kesempatan Menang 10.000 Diamonds!

Bulan Ramadan sering menjadi momen hadirnya berbagai aktivitas dan program…
March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…