Review RAM HyperX Predator RGB DDR4-3200 32GB Kit (4x 8GB)

Reading time:
December 12, 2018

Performance Test:

Untuk melihat dampak performa yang diberikan dari memory kit HyperX Predator RGB ini, maka kami akan menjalankan kecepatan CPU pada 5 GHz all core (4.7 GHz uncore). Kami menggunakan seluruh setting sesuai dengan screenshot BIOS yang ada pada pembahasan halaman sebelumnya. Berikut ini adalah tampilan CPU-Z setelah seluruh setting di atas diterapkan:

XMP Profile 1 DDR4-3200 CL16-18-18-18-36

3200 CPUzs

XMP Profile 2 DDR4-3000 CL15-17-17-36

3000 CPUzs

Default DDR4-2400 CL17-17-17-39

2400 CPUzs

Seluruh hasil pengujian yang akan Anda lihat berjalan dengan konfigurasi Dual Channel – 2DIMM per Channel, sehingga dapat dipastikan performa memori 32GB Kit (4x8GB) ini akan sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan 16GB Kit (2x8GB) yang berjalan dengan konfigurasi Dual Channel – 1DIMM per Channel.

Tanpa menunggu lebih lama lagi, maka mari kita lihat hasil pengujian HyperX Predator RGB DDR4-3200 32GB Kit di bawah ini!

Benchmark Sintetis

Benchmark sintetis dilakukan dengan sebuah software khusus benchmark PC yang merupakan simulasi dari aplikasi/program yang kita jalankan pada kehidupan sehari-hari. Benchmark sintetis akan menghasilkan sebuah output/nilai yang mudah dibaca, serta pengujiannya mudah dijalankan dan pengujiannya mudah diulang. Namun, bisa jadi hasilnya tidak selalu mencerminkan keadaan spesifik pada aplikasi real-world.

Geekbench 3

Geekbench 3

Geekbench 3 adalah sebuah benchmark singkat yang dapat mengukur kemampuan prosesor dalam menangani beberapa workload integer dan floating-point, sekaligus juga kemampuan memori yang terdapat dalam sistem. Data disajikan dalam bentuk skor, semakin besar semakin baik. Khusus pada pengujian ini kami mengambil data Memory Score pada bagian multicore, dikarenakan skor benchmark ini dapat menggambarkan performa memori dengan sangat baik.

GB3 Memory MC

Geekbench 4

Geekbench 4

Geekbench 4 adalah versi yang lebih baru dari keluarga Geekbench, dengan workload yang berbeda dengan yang ditawarkan di Geekbench 3. Set workload yang ditawarkan di benchmark ini lebih menggambarkan kebutuhan yang lebih modern dibandingkan Geekbench 3. Keduanya tetap cocok digunakan untuk memberikan gambaran untuk performa sistem, dari sisi CPU dan memori. Pada benchmark Geekbench 4 ini kami mengambil data overall score single core dan multi core. Selain itu juga kami mencoba untuk mengambil data subtest Geekbench 4 untuk memory latency (Single Core) dan memory bandwidth (Multi Core). Kami mengambil data ini karena memiliki scaling performa memori yang sangat baik.

GB4 SC GB4 MC GB4 SC Mem latency GB4 SC Mem latency ns GB4 MC Mem Bandwidth

3DMark11 – Physics 

3dmark11 hero

3DMark memang sangat terkenal sebagai benchmark graphics card. Namun, di 3DMark11 juga ditawarkan sebuah subtest yang menggambarkan performa CPU yang menggunakan bullet physics library yang sangat memory intensive. Dengan alasan ini, kami menggunakan 3DMark11 Physics pada pengujian ini.

3DMark11 Physics

3DMark – Time Spy Physics

Time Spy

3DMark Time Spy dikenal sebagai benchmark kartu grafis berbasiskan API DirectX 12, yang sangat membebani berbagai kartu grafis modern saat ini. 3DMark Time Spy juga menyediakan Physics Test yang sangat menyiksa kemampuan CPU dan memori. Sehingga kami akan mengambil Physics Score / CPU Score :

3DMark Time Spy Physics

Gaming

Ashes of the SIngularity

Ashes Wallpaper Keyart SkyonlyGame Settings:

Ashes setting 500x342 Ashes AVG

GTA V

GTA5 SS 500x281Game Settings:

GTA5 1 500x322 GTA5 2 500x253 GTA5 3 500x182

Catatan: Kami menemukan masalah dengan game ini, dimana kami menemui stutter ke 400-500ms saat game menyentuh angka 180 FPS atau lebih. Karena itu kami harus membatasi batas atas FPS game ini dengan tool RivaTuner Statistics Server (RTSS) ke angka 175 FPS untuk menghilangkan stutter tersebut.

GTA V RTSSs GTA V AVG GTA V min
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Bodi ASUS Zenbook S16 OLED Form Factor Clamshell Material Ceraluminum…
March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Bodi HyperX OMEN 15 Form Factor Clamshell Material Polikarbonat Warna…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Bodi ADVAN 360 G Form Factor 2-in-1 Convertible Jadi Laptop…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Bodi ADVAN Workmate Ultra Form Factor Clamshell atau laptop klasik…

Gaming

March 26, 2026 - 0

Ramadan GG War Mobile Legends: Bang Bang: Cara Dapat WDP Harga Rp1 dan Kesempatan Menang 10.000 Diamonds!

Bulan Ramadan sering menjadi momen hadirnya berbagai aktivitas dan program…
March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…